Misa Imlek Sebagai Syukur Atas Keragaman Hidup

Ekaristi dimulai pukul 07.30 WIB dan dipimpin oleh Rm. FX. Sukendar W, Pr dan Rm. FX. Suhanto, Pr dihadri  1500 umat yang tidak hanya umat Katolik saja, namun juga dihadiri saudara kita umat Kristen (GKI, Bethany, Bethel) sebagai tamu undangan.
Dalam pengantarnya, Romo Kendar mengatakan bahwa Imlek pada hakekatnya menandakan awal musim semi. Dan sesuai dengan tema Misa Imlek yakni ”Wartakan Kabar Baik bagi mereka yang mendamba pengharapan : Syukur atas keragaman kehidupan dan anugerah alam semesta,” ini adalah saat untuk bekerja dan memperkembangkan kehidupan sebagai rasa syukur atas keragaman hidup. Sementara dalam homilinya, Rm. Hanto mengung¬kapkan bahwa perayaan Imlek adalah wujud kegembiraan dan juga karya keselamatan yang memang sepantasnya dirayakan. Peristiwa kebahagiaan jangan hanya dimaknai dengan pesta pora saja, namun harus dimasukkan ke dalam peri¬badatan, sehingga peristiwa kehidupan manusia tersebut dirayakan dalam rangka karya penyelamatan Allah kepada kita semua.
Suasana di dalam Gereja terasa berbeda karena dekorasi yang serba merah, mulai dari aneka ragam lampion, balon, lilin, bunga dan berbagai pernak-pernik ornamen Cina yang bertebaran di setiap sudut gereja. Alunan merdu lagu-lagu berirama Oriental dari Koor Monica membuat hangat suasana. Umat yang datang pun sangat antusias menyemarakkan suasana dengan berpakaian serba merah. Karena umat membludak, banyak dari mereka yang terpaksa duduk di luar gereja sehingga suara dari dalam gereja tak dapat terdengar karena sound system yang tidak memadai. Namun demikian, seluruh umat mengikuti ekaristi dengan khusyuk.
Usai Misa juga ada pembagian kue keranjang dan buah jeruk untuk orang dewasa dan angpao untuk anak-anak. Tetapi ternyata kue keranjang yang tersedia tidak mencukupi karena banyaknya umat, maka yang mene¬rima diutamakan ibu-ibu saja. Perayaan Imlek makin meriah dengan adanya atraksi Barongsai oleh sekelompok Grup Barongsai ( 30 anak) yang didatang¬kan dari Magelang. Atraksi dimulai setelah Misa selesai di SMP Saverius selama  1 jam.
Dengan diadakannya Perayaan Imlek seperti ini menandakan bahwa gereja terbuka sekaligus mensyukuri keragaman hidup, khususnya di bumi Sukowati kita yang tercinta. Semoga kerukunan hidup di antara kita semakin tumbuh dan berkem¬bang, karena perayaan Imlek inipun dapat terwujud berkat kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak, baik moril maupun material. Semoga berkat Tuhan melimpah untuk kita semua. Amin. (Sandra)

Be the first to comment on "Misa Imlek Sebagai Syukur Atas Keragaman Hidup"

Leave a comment