Paduan Suara Sragen Semarakkan Misa Novena VII di Gua Maria Kerep

Yang diacungi jempol oleh banyak peserta novena kali itu ialah Kemasan yang sungguh diolah antara pilihan nyanyian berirama keroncong campur sari, susunan Tata Perayaan Ekaristi dan kekompakan dengan petugas-petugas liturgi. Gempita denting cak, cuk dan cello memecah kesunyian pagi di Ambarawa, namun tetap syahdu dan ’nges”. Ketika pulang, banyak peserta novena dari seantero tanah Jawa sekitar KAS itu kagum, bersenandung, juga minta satu set lagu. Iringan Keroncong ”CSGS” Campur Sari Gaya Sragen yang digarap Mas Yosep dan kawan-kawan, dengan dirigen Ibu Nanik, menyemangati Kaum Muda serta Cicilia yang menyanyi. Bahkan umat Sragen yang menjadi umat, bernyanyi dengan full power, hingga ’nyetrum’ bagi umat yang lain. Jan gayeng tenan.!

Dalam homilinya, Romo Kendar mengajak seluruh umat untuk menghayati hidup berkeluarga dengan kesadaran dan kehangatan, rela mendengarkan dan memberi hati satu sama lain. Masa Prapaskah juga dimaknai dengan habitus baru, niat untuk menolong sesama yang sedang benar-benar kesulitan. Ditampilkan contoh bahwa warga Lingkungan Sukomarto dan Kelompok Jagan – Karangmalang dan berhasil membedah rumah mBah Sarinah dan rumah Bp. Sukiman dengan melibatkan warga non Katholik di sekitarnya. Suatu bentuk kepedulian yang benar-benar dibutuhkan. Karya nyata kita masih ditunggu umat dan masyarakat sebagai gelombang kehidupan yang baik. (Atmadi)

Be the first to comment on "Paduan Suara Sragen Semarakkan Misa Novena VII di Gua Maria Kerep"

Leave a comment