PRODIAKON PAROKI:
BELAJAR ARTI DEVOSI

Soalnya ada banyak umat Katolik yang memiliki pemahaman yang kurang tepat soal devosi. Misalnya, bahwa ada umat yang lebih mementingkan pergi berziarah ke Gua Maria untuk berdoa novena. Tanpa sadar ia meninggalkan tugas Misa di parokinya sendiri. Padahal devosi dimak­sudkan untuk memperbesar kerin­duan akan ekaristi. Bila tugas Liturgi di Parokinya sendiri sudah beroleh ekaristi, mengapa ia masih repot mencari novena?

Tengoklah para legioner yang bersemboyan Per Mariam Ad Jesum yang artinya melalui Maria menuju Yesus. Namun pemahaman bertemu Yesus itu tafsirannya beraneka macam. Yesus yang abstrak atau yang konkret. Ada istilah bahwa orang lain itu Alter Christus, Kristus yang lain. Bila kita dapat bertemu orang lain dengan hati yang ikhlas, itu berarti kita telah bertemu dengan Yesus. Di sinilah perlunya merenungkan dan berbagi pengalaman ten­tang makna dan arti devosi yang benar.

Dalam pertemuan itu para prodiakon berterima kasih kepada Romo Kendar yang mengisi pembekalan. Para Prodiakon dibantu dengan wawasan tentang liturgi yang resmi, yaitu tujuh Sakramen dan Ibadat Harian, serta aneka macam devosi semisal rosario, koronka, jalan salib dll. Tentu saja masih harus dicari makna yang lebih dalam lagi dari devosi. Mari terus belajar, tanpa pandang usia. Soalnya kita harus terus menuju kepada kesempurnaan hidup. Seperti sabda Yesus, “Hendaknya kamu sempurna, seperti Bapamu di surga sempurna adanya. ( Atmadi )

Be the first to comment on "PRODIAKON PAROKI:
BELAJAR ARTI DEVOSI"

Leave a comment