BERANI UNTUK MELANGKAH

Shallom ! Tentunya pembaca sudah me­nge­tahui apa itu PASKAH, suatu pera­yaan yang tak mungkin kita lupakan, karena hari itu Yesus Kristus bangkit dari kematian-Nya. Kita berbondong-bondong untuk me­ngi­kuti misa di gereja selama beberapa hari berturut-turut, berkumpul dengan teman, saudara dan seluruh umat katolik lainnya, bahkan kita selalu mengakhiri setiap peraya­an misa PASKAH dengan saling mengucap­kan selamat Paskah pada semua orang seiman yang kita temui. Itu menandakan kita telah benar-benar memaknai pesan Paskah dalam kehidupan kita.

Penulis ingin mengajak anda semua untuk merenungkan sedikit kisah berikut ini.

Di sebuah dusun yang terpencil tinggallah seorang pemuda yang ingin mengembara ke negeri orang untuk mengubah nasib. Menjelang keberangkatan, muncul perasaan takut, cemas, dan ragu dihatinya. Untuk memantapkan tekadnya, pergilah sang pemuda ini menghadap sesepuh marga di dusun untuk meminta petunjuk, mohon doa restu dan berpamitan. Mende­ngar tekad pemuda itu, sang sesepuh dengan gembira berkata: “Anakku, rahasia kehi­du­pan ini hanya terdiri dari enam kata. Dan hari ini aku berikan dulu setengah­nya dulu sebagai bekal keper­gian­mu”. Kata itu adalah Bu Yao Pa artinya Jangan Takut!.

Waktu terus berjalan dan tidak terasa 30 tahun telah berlalu, berbagai macam suka dan duka telah dijalani sang pemuda tadi. Dengan modal kata bijak “jangan takut”, segala peluang dan tantangan dihadapinya dengan keyaki­nan dan penuh keberanian, dan iapun ber­hasil mengubah nasibnya. Namun dalam segala keberhasilannya, ia merasa ada sesuatu yang kurang sempurna dan ia menyesal mengapa tidak mampu meme­cahkan masalah tersebut. Saat dalam kegamangan itulah dia memutus­kan untuk kembali ke desa mencari sesepuh yang masih menyimpan tiga kata untuknya. Namun sesampainya di desa ternyata sesepuh tadi sudah meninggal. Ada sepucuk surat yang dititipkan untuknya. Ternyata sesepuh itu telah memperkirakan bahwa kelak suatu hari pemuda itu pasti akan kembali. Secepatnya dibuka surat wasiat itu yang di dalamnya berisi pesan tiga kata, yaitu Bu Hou Hui yang berarti jangan pernah menyesal! Begitu mem­baca kata-kata itu, secara spontan perasaan menyesal yang membebaninya selama ini langsung hilang, perasaannya menjadi ringan, plong, dan gembira…..

Lalu bagaimana bila kisah di atas dialami oleh kaum muda? Pemuda itu adalah gambaran dari kehidupan kita selama ini, yang serba ragu-ragu, takut, khawatir, dan menyesal atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Hal itu membuat kita tidak berani untuk melangkah lebih jauh, menentukan masa depan yang lebih baik, dan hidup menjadi statis tanpa perubahan yang positif. Sesepuh tadi adalah gambaran Allah yang maha kuasa yang dengan ketenangan, ketegasan, dan kerendahan hati yang luar biasa memberikan semangat kehidupan pada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dengan kata-kata dan firman-Nya, Ia menginginkan kita menjadi orang-orang yang berhasil.

Dan apa kata pertama yang muncul? “Jangan Takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu, Aku akan mene­guhkan bahkan akan menolong engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10) Jangan pernah takut untuk mencoba dan melangkah, karena keber­hasilan kita diten­tukan oleh keberanian kita untuk memilih dan melangkah. Namun apa yang terjadi? Sama dengan pemuda tadi, ketika kita sudah mengimani Yesus dan terus me­langkah dan menjadi orang sukses. Kadang apa yang kita inginkan kemudian tidak terpenuhi karena kedudukan yang kita miliki sekarang, sehingga kita merasa tidak sem­purna, dan menyesal dengan apa yang terjadi. Kita sering melupakan Tuhan yang selama ini mem­bimbing kita, kita merasa Dia telah meninggalkan kita. Sebenarnya kitalah yang telah mening­galkan-Nya, namun Ia adalah setia dan melalui “surat wasiat”-Nya, Ia berkata : “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu ran­cangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecela­kaan, untuk mem­berikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11).

Yap, jangan pernah menyesal atas apa yang terjadi, karena semuanya terjadi atas seijin Tuhan dan sudah menjadi ran­cangan-Nya. Pastilah semua itu memiliki makna tersendiri yang dapat kita gunakan untuk bekal hidup dan meraih sukses dimasa yang akan datang. Ketika kita secara sungguh-sungguh merenungkan kata-kata itu, kita akan kembali segar dan bersemangat untuk men­jalani kembali hidup untuk meraih yang lebih baik.

Sama dengan kisah dan perenungan singkat di atas, perayaan Paskah bisa kita maknai. Seringkali perayaan Paskah hanya dianggap perayaan biasa-biasa saja atau menghabiskan waktu. Perayaan Paskah kurang memiliki arti bagi kita. Ya, itu memang mungkin terjadi bila kita sendiri kurang memaknai arti PASKAH untuk hidup kita dan pelayanan yang kita berikan untuk Tuhan.

Bagi Penulis PASKAH memiliki arti yang sangat penting seperti 6 kata pada kisah di atas. Arti PASKAH adalah kita harus pasrah dan melangkah bersama Tuhan Yesus, tidak perlu takut untuk memulai dan menghadapi sesuatu hal. Ketika kita berjalan dalam iman, sesungguhnya Tuhan Yesus akan selalu menyertai kita. Tidak perlu menyesal atas apa yang sudah terjadi karena Paskah berarti kita ditantang untuk mau bangkit dari penyesalan yang selama ini membebani hidup kita karena keadaan dan kondisi kita selama ini. Mungkin karena kemiskinan, kedudukan rendah, tidak memiliki teman, belum mendapat pekerjaan, ada masalah dalam keluarga, mengalami musibah, sakit, dan lain sebagainya yang memaksa kita untuk menyesal dan berkata “Kenapa aku harus terlahir seperti ini?” Kita ditantang untuk mampu bangkit dan berjalan lagi tanpa rasa takut, ragu, dan khawatir dan tetap berani untuk mengambil pilihan-pilihan yang menjadi hak kita dan berani untuk terus melangkah mencapai cita-cita yang telah kita tentukan…

Masa Paskah itu pula yang mengingat­kan kita bahwa berabad-abad yang lalu, Yesus Kristus juga bangkit untuk memperoleh hidup baru di sisi kanan Allah Bapa di surga. Semua itu diperoleh-Nya setelah penghinaan dan pembunuhan kejam dan hidup-Nya yang menderita karena ulah orang berdosa. Karena Ia tidak pernah takut dan tidak pernah menyesal dengan apa yang terjadi dan percaya bahwa semua ken­dali hidup-Nya ada di tangan Bapa-Nya, maka Iapun beroleh hak-Nya duduk di sisi kanan Bapa setelah menjalani penderitaan-Nya dengan sukacita. Kita ditantang untuk mampu meneladani sikap hidup Yesus untuk menjalani penderitaan dahulu dengan sukacita maka suatu saat, kita akan beroleh berkat yang luar biasa…Jangan pernah takut untuk melangkah bersama Kristus dan jangan pernah menyesal beriman kepada-Nya karena Allah setia pada kita. Kenapa? Karena Yesus Kristus sudah mengutus kita semua untuk mewartakan injil melalui tindakan kita. Bagai­mana mungkin terjadi bila kita takut dan menyesal dengan hidup kita?…

Terakhir penulis hanya berpesan “Jangan Takut mencoba, jangan takut memulai suatu hal bersama Kristus Yesus. Bila telah dilakukan dengan percaya dan sungguh-sungguh, hasilnya sukses atau gagal semuanya sudah diatur dalam rancangan Tuhan atas hidup kita…Jangan pernah menyesal” .***Tuhan memberkati kita semua.Amin

(GENIUS HRD CENTRE, Taman Sari, Sragen)

Be the first to comment on "BERANI UNTUK MELANGKAH"

Leave a comment