Misa Perdana Rm. Andreas Setyo Budi Sambodo Pr

Dalam kesempatan itu, Romo Budi men­ceritakan sejarah singkat panggilannya menjadi imam. Berkat pendampingan dari orangtua serta guru-guru dan juga romo paroki membuat semangat untuk melayani itu semakin berkobar. Misa yang dikemas dalam nuansa keroncong itu dipersiapkan dengan baik oleh Tim Kerja PIA dan panitia Ad Hoc. Suasana lain tercipta ketika diawal homili, Romo Budi minta dinyanyikan lagu “Di doa Ayah Ibu” yang diselingi dengan puisi oleh seorang anak kecil dari lingkungan Krapyak yang bernama Maria. Air mata haru menetes saat teringat bagaimana kerja keras bapak dan ibu dalam mempersiapkan dan mendidik anak-anaknya hingga menjadi seperti sekarang. Allah mengasihi dan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak­Nya. Itulah yang dirasakan oleh Romo Budi dan teman-temannya.
Setelah misa dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama seluruh umat yang hadir. Suasana makin terasa akrab saat santap bersama, dimana ada aneka hidangan yang merupakan berkat dari Tuhan sendiri. Menjadi saluran rahmat kasih Allah, itulah yang ingin dibangun dalam diri anak-anak, agar semakin banyak yang terpanggil untuk melayani sesama. Antusias dan peran serta keluarga dalam mengembangkan bakat anak-anak juga dapat dirasakan saat beberapa anak usia TK dan SD yang di asuh oleh Bp. Paulus membawakan tari-tarian yang indah dan lucu. Kebersamaan yang tercipta sungguh menjadi dambaan bagi seluruh umat, terutama anak-anak dan kaum muda yang ingin eksistensinya diakui dan didukung dalam mengembangkan talenta mereka.
Misa Perdana Romo Budi sebelum­nya juga digelar di rumahnya yaitu di Masaran yang dihadiri oleh para tamu undangan, tokoh agama dan masyarakat Proficiat untuk Romo Budi bersama teman-teman seangkatan (11 Rama), semoga adik-adik dapat melanjutkan cita-cita dan perjuangan dalam mewartakan kabar gembira Yesus Kristus. Amin.(TK. PIA

Filed Under: Berita Paroki

Comments

No Comments

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.