Menutup Tahun Keluarga dan Menyongsong Tahun Anak dan Remaja

PIA, PIR, Misdinar, Rekat, Mudika, dan paguyuban kaum muda yang lain adalah ujung tombak gereja yang menjadi harapan bagi umat. Keterlibatan Pengurus lingkungan dan wilayah dalam memberikan kesempatan kepada anak dan remaja dapat dilihat pada waktu perayaan Misa Adisepuh di Gereja Maria Assumpta Sidoharjo. PIA Paroki yang berjumlah hampir 80 anak, bersama dengan Misdinar sebanyak 20 anak, bekerjasama dengan PIA wilayah Sidoharjo bertugas koor dengan iringan gamelan gadon pimpinan Bp. Sutarno – Nguwer. Walaupun hujan lebat, anak-anak tetap datang untuk latihan meskipun harus dengan memaksa para orangtua untuk mengantarkannya. Hal itu sangat menyentuh hati para pendamping yang juga dengan setia menemani.
Anak dan remaja diberi kepercayaan lagi untuk bertugas di Paroki Sragen dalam Misa Penutupan Tahun Keluarga pada Pesta Keluarga Kudus. Misa dikemas dalam bentuk iringan keroncong yang dipimpin oleh Mas Yoseph. Hampir 200 anak dan remaja ikut terlibat didalam tugas kali ini. Bahkan dalam waktu seminggu dapat mempersembahkan renungan dalam bentuk drama sederhana yang mengambil tema “Menjadi Saluran Berkat Tuhan Bagi Keluarga dan Sesama”.
Drama Natal yang ditampilkan mengisahkan kesederhanaan dan kepasrahan karena hidup yang dihayati oleh Pak Lukas (diperankan oleh Mas Sapari selaku pendamping Misdinar), juga 5 anak Pak Lukas, yaitu Ester (Putri Sejati), Maria (Putri Lestari), Petrus (Rio), Yohanes (Wisnu) dan Lusia (Maria PIA). Meskipun hidup menderita, tetapi masih bisa berbagi rasa bersama keluarga, sampai suatu hari mereka mendapat berkat Tuhan melalui uluran tangan kasih keluarga kaya yang baik hati, yaitu keluarga Pak Yulius (Cosmas FKPK), dengan istrinya yang bernama Ibu Anna (Mas Ayu) dan anak tunggal mereka Andre (Danas Misdinar).
Dalam kesempatan ini, umat diingatkan agar gema Yubileum Paroki untuk bergembira, berbagi dan peduli tetap menjadi refren hidup harian kita. Misa yang dipimpin oleh Romo FX. Suhanto dan Romo FX. Sukendar ini sungguh meriah. Kehadiran umat menandakan bahwa umat peduli dengan perkembangan iman anak sehingga anak-anaknya mereka hantar ke gereja untuk merayakan Ekaristi. Dalam kotbahnya, Romo Hanto hanya mengatakan Saya terharu dan mengajak untuk merenungkan apa yang sudah dan dapat kita berikan untuk anak dan remaja. Setelah misa syukur, dilanjutkan dengan panggung kreasi yang menampilkan atraksi dan kreatifitas dari umat wilayah yang melibatkan anak dan remaja. Ada 4 wilayah yang menampilkan kreatifitas wilayahnya, yaitu Wilayah Mojo dengan parodi musikalnya (keadaan jaman ini yang penuh dengan godaan, tetapi kasih dan pengampunan mampu menyatukan keutuhan keluarga). Wilayah Petrus menampilkan parodi Enthit (menceritakan perjuangan seorang suami yang mencari istrinya yang hilang dan akhirnya ditemukan kembali). Wilayah Paulus diwakili oleh lingkungan Widoro menampilkan guyonan harian tentang hidup bertetangga yang rukun dan penuh kasih, saling membantu dalam kesulitan dan ngudarasa tentang jaman yang sudah owah, dimana laki-laki menjadi seperti perempuan dan menjadi tontonan bagi anak-anak, agar semua kembali kepada fungsi dari masing-masing anggota keluarga sehingga keluarga menjadi sebagaimana seharusnya. Wilayah Sido¬harjo menampil¬kan drama musik (menceritakan keluarga yang tidak rukun karena serakah dan berebut warisan dari orangtua). Dari semua yang ditampilkan, semua mengandung ajakan untuk selalu peduli dengan yang membutuh¬kan uluran tangan kita dan bergembira bersama semua orang yang kita jumpai setiap hari.
Terimakasih untuk segala bentuk pendampingan yang sudah diberikan oleh para orangtua sejak dini. Hal ini terbukti dengan kepedulian anak untuk menyisihkan sebagian dari uang jajannya hingga terkumpullah 267 buah celengan dengan jumlah uang Rp.3.145.000,- Dana ini akan dipakai untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan untuk kegiatan natal bersama Rayon Timur di Jumapolo dan juga untuk membantu anak-anak korban banjir. Terimakasih untuk semua anak dan remaja, juga Orangtua dan Dewan Paroki, Tuhan Yesus menyertai. Amin. (Mboké PIA)

Be the first to comment on "Menutup Tahun Keluarga dan Menyongsong Tahun Anak dan Remaja"

Leave a comment