Wedangan Patimura 2 Edisi Februari: Anak dan Remaja, Tumbuh dan Berkembang bersama Keluarga

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB di halaman depan Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen ini berlangsung dalam suasana hujan gerimis. Namun demikian acara tetap berlangsung meriah dengan dukungan semua panitia Wedangan dan ditambah kehadiran anak dan remaja yang tergabung dalam Playgroup, Misdinar, FKPK, REKAT dan beberapa paguyuban anak – remaja lainnya.
Narasumber Bp. Joko Darmono mengatakan bahwa remaja adalah masa kehidupan dimana seseorang mengalami masa yang paling kritis karena pada masa ini mereka dituntut untuk menemukan identitasnya sebagai manusia. Masa-masa seperti itu sangat diperlukan keberanian untuk menyampak’an pendapat agar mampu mengaktualisasikan dirinya dengan baik. Pak Joko mengajak anak dan remaja lebih aktif lagi dalam kegiatan menggereja. Belajar tidak hanya melalui kegiatan akademis di sekolah atau ilmu namun juga melalui keimanan kepada Tuhan Yesus. Pak Joko juga mengajak seluruh umat untuk lebih menempatkan anak dan remaja sebagai subyek dalam setiap kegiatan bukan hanya pendengar yang pasif sekaligus membantu anak dan remaja dalam belajar.
Sedangkan Bapak Harso tidak banyak memberikan materi pada kesempatan wedangan kali ini tetapi secara singkat dan tegas, beliau mengingatkan semua anak dan remaja untuk lebih aktif dalam hidup menggereja, dan sadar bahwa tahun ini adalah tahun awal dimana anak dan remaja akan diajak untuk terlibat dan memiliki tanggungjawab hidup menggereja dalam pengembangan umat
Sebagai pembicara terakhir, Romo Hanto hanya menambahkan beberapa hal yang penting, dimana beliau mengingatkan pada setiap keluarga dan pendamping anak dan remaja untuk meminimalkan nasehat dalam proses pendampingan, karena anak seusia mereka jarang mendengarkan nasehat dan lebih menyukai meniru tindakan dari orang yang lebih dewasa sebagai teladan hidup mereka. Selain itu Romo Hanto juga mengajak seluruh umat untuk lebih memiliki hati yang ”mau” melayani sehingga dengan sendirinya mereka akan memiliki komitmen dan kesadaran untuk terus melayani
Beberapa hal yang cukup menarik disimak dalam acara Wedangan Februari kemarin, yaitu pertanyaan yang muncul dari Bapak Paulus tentang sorotan kenapa anak dan remaja sangat jarang terlibat dalam kegiatan menggereja, dan hanya didominasi oleh orang tua.. Untuk menjawab pertanyaan ini, muncul beberapa jawaban, diantaranya :
• Orang tua saat ini justru dianggap terlalu ”melindungi” anaknya, sehingga lebih menekankan pada kegiatan akademis dan jarang meminta untuk tampil dalam kegiatan menggereja.
•,m Pengurus Lingkungan juga dirasa kurang untuk aktif memberikan motivasi kepada anak dan remaja untuk lebih sering tampil dalam kegiatan menggereja
• Dari anak dan remaja sendiri tidak ketinggalan menyampaikan pendapat bahwa anak dan remaja jarang tampil dalam kegiatan menggereja karena merasa tidak punya teman, sehingga mereka menjadi malu jika harus datang sendiri bersama dengan komunitas yang lebih dewasa, selain itu mereka juga sering melihat orang tua yang tidak mau ikut kegiatan menggereja sehingga hal itu yang mereka tiru, karena mereka beranggapan orang tua tidak mampu menjadi teladan. Selain itu faktor kurang saling mengenal juga menjadi kesulitan anak untuk aktif dalam kegiatan menggereja. Menanggapi komentar terakhir Romo Hanto me¬ngajak untuk lebih aktif bagi pendamping dan anak-anak sendiri untuk mengadakan forum-forum per¬temuan dimana anak semakin mengenal satu dengan yang lain. (Fjr)

Be the first to comment on "Wedangan Patimura 2 Edisi Februari: Anak dan Remaja, Tumbuh dan Berkembang bersama Keluarga"

Leave a comment