Anak dan Remaja memaknai PASKAH

Dalam rangka tobat, kita membina diri untuk lebih baik. Itu bisa beraneka macam. Mari kita simak bersama, bangun tidur, kalau dulu malas dan susah bangun diubah menjadi bangun dengan gembira lalu berdoa. Ketika makan pagi dalam hati bilang terima kasih atas sajian yang tersedia. Berangkat sekolah dengan semangat: Inilah jalan untuk cita-citaku. Di sekolah bangga punya teman-teman sebaya, juga percaya bahwa gurulah yang mau menjadikan kita makin pandai. Dalam kegiatan ekstra, pendidikan sekolah kita menjadi lengkap. Saat berada di rumah kembali, kita bisa membagi porsi waktu untuk perhatian pada adik, kakak, ayah, ibu, kakek, nenek, dan siapapun yang di rumah, juga tetangga.
Hasilnya belum terasa di waktu ini, namun akan bermakna banget di hari nanti.
Doa yang berarti menyambut relasi dengan Tuhan, menjadi agenda prioritas kita juga selama prapaskah. Wujud doa itu bisa ibadat bersama di lingkungan atau sekolah. Juga berarti ibadat jalan salib. Membaca Kitab suci sama juga dengan berdoa lho ya. Menyanyi lagu-lagu rohani juga boleh dikategorikan berdoa. Dan juga Sakramen pengampunan dosa penting dan perlu disambut. Kalau di antara kita ada yang bilang tidak pernah melanggar sepuluh perintah Allah, ya syukurlah! Dan tidak berarti bebas mengaku dosa, karena merasa tidak berdosa; bukankah di awal misa kita diingatkan bahwa dosa bisa berupa pikiran perkataan perbuatan dan kelalaian. Jadi sulit mengatakan kita sama sekali tak berdosa. Apalagi kita menyadari bahwa pengampunan dosa merupakan penerusan karya Yesus yang berkeliling mengampuni dosa.
Perhatian pada saudara yang papa miskin menjadi wujud bagi pertobatan kita. Istilahnya ber-APP(menyisihkan uang untuk papa miskin). Pertobatan kita bukan hanya bersifat batin dan perseorangan, tetapi juga bersifat lahiriah dan berdimensi sosial kemasyarakatan. Itu artinya pertobatan itu harus dibuktikan dengan menjalankan karya kesalehan dan kegiatan amal kasih. Kita memang ber-olah rohani untuk menjadi matang di hadirat Tuhan dan petunjuknya bisa terasa ketika secara nyata menolong orang miskin papa.
Semua bentuk pertobatan itu mengarah kepada semakin siapnya kita menyambut penebusan Yesus Kristus yang bangkit. Disitulah kita merayakan keselamatan yang dianugerahkan Tuhan Yesus kepada kita masing-masing. Paskah menjadi bermakna dalam kehidupan kita sebagai penebusan sempurna atas dosa-dosa kita. Paskah Yesus Kristus itu mengangkat derajat kefanaan kita sebagai manusia menuju kepada kemuliaan keilahian. Ketidakmungkinan untuk selamat karena noda dan dosa sebagai manusia, dengan peristiwa Paskah, menjadi kenyataan keselamatan yang meyakinkan.***

Be the first to comment on "Anak dan Remaja memaknai PASKAH"

Leave a comment