Membangun Persaudaraan dengan bersahabat meneguhkan paguyuban

Nilai- nilai spiritualitas yang dapat kita ambil dari teladan Yusuf ini diantaranya adalah membangun persaudaraan dalam keluarga dan paguyuban. Cara hidup yang berbeda dalam suatu paguyuban harus diterima dengan kesadaran bahwa kita merupakan satu tubuh yang berbeda fungsinya. Masing- masing anggota menjalankan tugas yang berbeda, tetapi tetap menjadi satu bagian utuh dari tubuh itu. Dalam paguyuban, kita harus sadar betul akan kehadiran orang lain yang juga dapat memberi warna yang berbeda dalam setiap kegiatan. Kesadaran bahwa Roh Kudus berkarya dalam diri semua orang, menjadikan kita rela menerima dan belajar menyadari batas kemampuan diri pribadi, sehingga kita dapat sungguh- sungguh menjadi bagian dalam paguyuban.

Suatu kesuksesan harus dimaknai dengan kacamata iman, bahwa bukan diri kita yang hebat, tetapi Rohlah yang berkarya dalam diri kita dan juga orang lain yang tergabung bersama dalam paguyuban tempat kita melayani. Kerjasama dan saling berbagi kasih dan sukacita, dapat menjadi modal dalam sebuah paguyuban. Perlu banyak belajar dan ambil sikap yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi, berani menerima pendapat yang berbeda, akan menyempurnakan setiap keputusan yang diambil dalam keluarga maupun paguyuban. Bentuk dari penerimaan kita atas diri orang lain adalah kerelaan untuk berbagi, mau mendengarkan pendapat orang lain, tidak egois dan mau menang sendiri, tidak mudah putus asa dan tidak sombong. Saling melengkapi dalam paguyuban berarti mau memberikan diri untuk berproses bersama dengan yang lain dan tidak menuntut yang melebihi kemampuan.

Sadar akan sikap- sikap yang kurang baik yang selama ini ada dalam diri kita, maka kesempatan untuk evaluasi adalah saat-saat dimana sapaan- sapaan dari Tuhan dalam hidup harian kita refleksikan dan kita ambil hikmahnya. Penerimaan atas diri orang lain dan ungkapan syukur dalam segala hal akan membawa kita pada pemenuhan kehendak Allah, semakin memuliakan Tuhan dalam kegiatan bersama paguyuban dan terlibat sesuai dengan kemampuan kita tanpa memaksa diri maupun orang lain. Banyak hal baik yang bisa diupayakan bersama dalam keluarga maupun paguyuban. Rasa persaudaraan akan terasa bila masing- masing pribadi merasa di terima dan dilibatkan. Sharing dan doa serta meditasi dapat membawa jiwa kepada refleksi yang lebih baik lagi, dimana dalam kesempatan ini terjadi dialog iman yang juga merupakan kebutuhan akan penyegaran rohani. Sabar dalam segala hal merupakan kata yang mudah diucapkan, namun sulit untuk dilakukan, tetapi dalam setiap paguyuban, hal ini harus diutamakan. Menjadi tanda tanya besar apabila paguyuban yang dibangun kemudian justru jadi ajang perselisihan karena iri hati dan beda pendapat sehingga paguyuban itu tidak berkembang dengan baik, bahkan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Dalam paguyuban perlu dikembangkan spiritualitas “ Punakawan “ ( Guyon tapi membangun ) sehingga suasana yang tercipta jadi Familiar dan tidak kaku. Sadar akan kebersamaan yang harus dijaga dan dikembangkan, maka sudah selayaknya kita selalu bersikap rendah hati dan setia pada komitmen serta pilihan hidup kita masing- masing, sehingga dalam keluarga maupun paguyuban yang kita bangun dapat menjadi cermin wajah gereja Allah bagi siapapun yang dijumpai. Tak ada Kasih yang lebih besar dari kasih orang yang rela menyerahkan nyawa bagi sahabatnya.Semoga Kita semakin diteguhkan dalam Iman akan Yesus Kristus, dan selalu hidup dalam limpahan kasih Allah serta berpengharapan akan hidup kekal. Amin ***

Be the first to comment on "Membangun Persaudaraan dengan bersahabat meneguhkan paguyuban"

Leave a comment