Pertemuan ke – 2 Lektor: Menjadi Pewarta Sabda Tuhan

Dalam pembukanya, Ibu Imaculata Siti Suparni, Tim Kerja Lektor Paroki Sragen mengatakan bahwa paguyuban/ organisasi Lektor sudah terbentuk sejak tahun 1994 dan selama ini mengalami jatuh bangun. Oleh sebab itu, menyambut tahun anak dan remaja ini diharapkan Lektor bisa bangkit dengan beberapa kesepakatan yang telah terjalin antara lain:
• Yang menjadi petugas lektor di gereja adalah yang menjadi anggota lektor
• Berumur 15 tahun – 35 tahun.
• Sebelum tugas pada setiap misa, mengadakan pelatihan setiap hari Kamis pukul 17.00 – 17.30 di gereja dengan salah satu pembimbing lektor.

Suster Leoni dan Sdr. Sapari pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan, para lektor pada waktu misa pagi sudah baik dan perlu ditingkatkan, penggunaan mic agar didekatkan ke mulut agar suara lebih jelas terdengar dan juga lektor harus percaya diri.

Dalam pengarahannya, Romo Issri mengatakan bahwa Lektor menjadi perpanjangan sabda Tuhan karena Tuhan bersabda lewat Lektor. Lektor melaksanakan tugas suci khususnya saat membacakan sabda Tuhan lewat Kitab Suci. Tempat duduk Lektor saat bertugas dekat Ambo/mimbar baca. Sedangkan untuk Pembaca doa umat, membacanya tetap di ambo, tempat duduknya bersama umat/kelompok koor (paduan suara). Dalam membaca Kitab Suci, Bab dan ayat tidak dibaca, hanya menyebutkan sumber bacaan. Misal: Pembacaan dari kitab…………….. Romo Issri juga menyarankan dalam pertemuan lector juga mengundang pakar/pembimbing rohani dari luar.

Sedangkan Romo FX. Suhanto pada kesempatan itu mengucapkan profisiat kepada lektor yang mempunyai kesanggupan untuk menjadi lektor dan yang hadir 90 % adalah anak & remaja. Romo juga mengundang semua lektor/lektris untuk hadir dalam acara Wedangan Patimura edisi September di halaman Gereja, Minggu malam (28/9) yang akan diisi oleh Romo Noto Budiyo, Pr (Pakar Kitab Suci) karena itu akan menjadi bekal tersendiri bagi para Lektor.

Beberapa usulan dan kesepakatan dari pertemuan para Lektor ini adalah
• Pada waktu Misa pagi, jawaban umat pada refren mazmur diketik selama sebulan lalu diberikan pada umat yang hadir agar umat menjawab dengan serentak bersama-sama.
• Lektor harus bisa membaca situasi, kepada siapa saja ia membacakan dan siapa pendengarnya.
• Lektor harus neges, necep, nemban sabda Tuhan, maka harus akrab dengan apa yang dibaca.
• Sering membaca Kitab Suci berdasarkan kalender liturgi atau yang sudah tersedia di Majalah LENTERA.
• Sebelum bertugas, Lektor harus menyiapkan diri berlatih 15-20 menit dan berdoa dulu.
• Yang dibaca adalah Kitab Suci bukan teks lembaran, teks hanya membantu saja. Bila salah ketik boleh bertanya kepada Romo sebelumnya, asal jangan Romo sudah memakai kasula
• Diharapkan lektor membiasakan omong yang jelas, mau berlatih, mau maju.
• Lektor pada waktu latihan membaca mrminta kritik dan saran membangun dari orang lain, teman, orang tua suami, istri atau pembimbing.
• Menyadari diri sebagai utusan maka lektor hidup dengan pantas

Beberapa agenda Lektor yang direncanakan adalah :
1. Pertemuan Lektor yang ke-3 akan diadakan pada pertengahan Oktober 2008 jam 09.00 setelah Misa kedua di SMP Saverius dengan latihan-latihan.
2. Lomba Baca Kitab Suci akan diadakan awal bulan Nopember 2008 di Gereja jam 09.00 setelah misa kedua. (Tkl)

Be the first to comment on "Pertemuan ke – 2 Lektor: Menjadi Pewarta Sabda Tuhan"

Leave a comment