Doa Salam Maria: Ungkapan Kesediaan Tanggapi Kasih Allah

Bulan Oktober sebagai bulan Rosario akan kita jalani. Selama bulan ini doa rosario akan berkumandang di setiap lingkungan baik dalam putaran satu minggu sekali maupun setiap hari. Ziarah ke gua-gua Maria juga akan semakin semarak dalam bulan ini. Doa rosario dan ziarah ke gua Maria kita lakukan untuk menghormati Ibu Maria. Rasa hormat kita kepada Ibu Maria tersebut terungkap dalam setiap kita mendaraskan doa Salam Maria. Dalam doa itu kita memuji Ibu Maria dan menempatkan dia sebagai pendoa bagi kita.

Para pembaca yang terkasih, doa Salam Maria sudah begitu kita hafal. Dan pasti kita tidak ingat lagi sudah berapa kali kita mendoakannya selama ini. Begitu hafal dan seringnya kita berdoa Salam Maria menjadikan doa ini seakan-akan telah menyatu dalam hidup kita. Namun bisa juga doa ini menjadi hambar, tidak mempunyai makna, hanya sebatas sebagai rumusan doa formal belaka. Tentu kita tidak menghendaki yang terakhir ini tejadi dalam diri kita. Memahami makna isi doa tesebut bisa membantu kita untuk mendaraskannya dengan penuh hormat dan khidmat.

Doa Salam Maria terdiri dari dua bagian. Bagian pertama merupakan penggabungan dua ayat Injil Lukas (Luk 1: 28, 42) dengan ditambahkan nama Yesus. Maksudnya adalah memuji Maria sebagai orang pilihan Allah dan ibu Yesus. Pujian itu terarah kepada Maria, tetapi dasarnya bukan Maria melainkan Allah dan Yesus Kristus. Terungkap juga rasa kagum terhadap Maria sebagai hasil karya Allah. Dengan cara demikian setiap manusia, bahkan setiap mahkluk boleh secara religius dikagumi dan dipuji.

Bagian kedua merupakan doa permohonan yang ditujukan kepada Maria. Apa yang dimohon? Tidak lain adalah supaya Maria mendoakan si pendoa, kita semua. Apa yang terjadi jika kita minta doa dari Maria? Pertama-tama perlu dicatat bahwa doa itu tidak mengubah Maria, melainkan si pendoa yang minta doa. Maria adalah pribadi yang sempurna dalam menanggapi kasih Allah. Maria sadar akan kasih Allah yang begitu besar kepada dirinya. Maka dia menanggapi kasih Allah dengan mengasihi Allah sepenuhnya. Kasih Maria yang menanggapi kasih Allah ini, sama luasnya dengan kasih Allah sendiri. Dengan begitu seperti halnya kasih Allah merangkul semua orang beriman, demikian pula kasih balasan Maria merangkul semua yang dirangkul kasih Allah.

Bila orang minta doa kepada Maria, ia menyatakan diri solider dengan kasih Maria tersebut. Hal ini berarti si pendoa menempatkan dirinya dalam lingkup kasih balasan Maria kepada Allah. Pendoa menyatakan diri bersedia menerima tawaran kasih Allah dengan segala implikasinya, sama seperti yang telah diterima Maria. Dengan kata lain, si pendoa menginginkan apa yang terjadi dalam diri Maria terwujud pula dalam dirinya. Namun perlu kita sadari bahwa kita sebagai si pendoa tidaklah mampu menanggapi kasih Allah seutuh dan sesempurna Maria. Justru disinilah kita mohon doa dari Maria, agar kekurangan dan ketidakmampuan kita membalas kasih Allah dilengkapi di hadapan Allah oleh kasih Maria. Dengan kita berdoa kepada Maria, sebenarnya kita berdoa kepada Allah sendiri, supaya demi kasih Maria yang sempurna kepada-Nya, kita diberi rahmat untuk menanggapi kasih Allah melebihi kemampuan kita sendiri.

Para pembaca yang terkasih, dengan berdasarkan pemahaman ini, kita berharap bisa lebih hormat dan khusuk dalam mendoakan doa Salam Maria. Sikap yang seadanya dan mendoakannya dengan cepat-cepat, mulai kita coba tinggalkan. Sebab dengan berdoa Salam Maria kita menyatakan diri sanggup dihadapan Allah untuk menjalani hidup seperti Maria, penuh kesetiaan dan ketaatan kepada kehendak Allah. Pernyataan yang tidak main-main! Marilah kita jalani bulan rosario ini dengan mendaraskan doa Salam Maria sebagaimana makna yang terkandung didalamnya.***

Be the first to comment on "Doa Salam Maria: Ungkapan Kesediaan Tanggapi Kasih Allah"

Leave a comment