Menggarami lewat Pertanian
Oleh : C. Dwi Atmadi – Tulisan ini berbicara tentang dasar-dasar metode SRI (System of Rice Intensification), yang memicu jaringan pertanian organik mengembangkan metode baru. SRI sekarang sudah berkembang bahkan Departemen Pertanian RI sudah mengakui SRI sebagai metode yang mampu meningkatkan produktivitas petani secara signifikan.
Tantangan pertanian organik saat ini adalah:
Pertama, sejak tahun 1970-an, petani disubsidi pupuk kimia. Ini me¬ngajar¬kan kepada agar berproduksi secara instan. Ketergantungan pada bahan kima mengakibatkan mereka sulit diajak beralih ke organik.
Kedua, pemahaman pertanian masih rancu di kalangan petani. Ada yang me¬ngatakan, tak boleh memakai unsur kimia sama sekali, tetapi ada yang berkata, boleh asal sedikit.
Ketiga, ketersediaan pupuk sebagai ganti pupuk kimia masih sangat sedikit,
Keempat, pemasaran hasil pertanian organik. .
Kelima, produk organik yang akan diekspor harus memenuhi standar internasional dan disertifikasi. Keenam, masa depan tak hanya petani yang bercocok tanam padi, perusahaan besar sedang mengincar untuk membuka lahan pangan secara besar-besaran. .
Kesejahteraan petani
Pertanian organik dapat me¬nyejahtera¬kan petani sebab produk organik itu pasti sehat, terbebas dari bahan kimia. Ini nilai tambah produk organik. Beaya produksi pun lebih kecil. Selain itu, pertanian organik punya nilai positif dalam penyelamatan lingkungan. Dari sisi budaya, pertanian organik juga sangat menghargai kearifan lokal. Jadi pertanian organik mensinergikan aspek lingkungan, ekonomi, budaya dan sosial.
Peran Gereja dalam pertanian organik
Di Eropa konsumen yang meminta petani agar menghasilkan produk yang sehat. Nah, kalau di Indonesia, gerakan pertanian organik dimulai oleh LSM dan Gereja. Pastor Greg Utomo Pr dan pastor Agato telah berkontribusi sejak awal perkembangan pertanian organik di Indonesia.
Lebih menarik lagi, banyak aktivis LSM yang berfokus pada pertanian organik adalah mereka yang katolik. Meski mereka tak mengatasnamakan Gereja, mereka kan juga anggota Gereja yang menggarami lewat karya pertanian organik.
Dalam konteks Gereja sebagai institusi, Gereja dapat memberikan rangsangan kepada umat agar mendukung gerakan pertanian organik dengan mengosumsi bahan pangan yang sehat. Umat Katolik ini bisa menjadi konsumen produk organik yang strategis.
Kalau Gereja Katolik kerap ber¬bicara tentang preferential option for and with the poor, maka salah satu bentuk konkretnya adalah mendukung pertanian organik. Karena pertanian di Indonesia masih didominasi petani kecil dan miskin.
.
Pengertian Organik
Pertanian organik adalah aktivitas pertanian dengan menggunakan: (1) benih organik; (2) lahan organik; (3) air organik; (4) sistem organik. Jadi per¬tanian organik bukan sekedar bercocok tanam tanpa pupuk dan pestisida kimia. Yang terakhir ini hanya bagian dari sistem organik. Benih organik adalah benih dari pertanian organik sebelum-nya, tanpa teknologi pertanian modern, seperti hibrida, transgenik, atau pertanian dengan sinar gama.
Lahan dan air organik adalah tanah dan air, yang tidak tercemar pupuk, pestisida, dan limbah berbahya lainnya. Lahan dan air itu bisa berada di suatu kawasan yang sejak semula tidak pernah tercemar pupuk, pestisida dan bahan kmia lainnya. Bisa pula lahan biasa yang sebelumnya merupakan areal pertanian konvensional, namun kemudian para petaninya berhenti menggunakan pupuk dan pestisida kimia, beralih ke pupuk dan pestisida organik. Proses peralihan ini disebut ’transisi organik’ yang akan memakan waktu antara tiga sampai lima tahun tergantung tingkat pencemaran sebelum¬nya, serta ada tidaknya pencemaran di sekitar lahan pertanian tersebut.
Itu sebabnya, pola pertanian organik harus merupakan gerakan yang dikerjakan seluruh masyarakat dalam suatu kampung atau desa. Tanpa itu pencemaran akan terus berlangsung. Produk pertanian, selama proses menuju pertanian organik belum bisa diberi label organik, melainkan ’transisi organik’.***
Disarikan dari Majalah HIDUP
edisi 27 September 2009
Filed Under: Fokus


Comments
No Comments
Leave a reply
You must be logged in to post a comment.