Seminar Pendidikan Guru Katolik
Taman Sari (LENTERA) – Seminar Pendidikan Guru Katolik, Minggu (28/2) bertempat di SMA Saverius Sragen. Acara ini merupakan pelaksanaan program tahunan dari Tim Kerja Pendidikan Paroki Sragen. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari umat dengan dihadiri 110 peserta. Seminar ini mengambil tema: “Profesionalisme Guru Dalam Dimensi Iman.” Sebagai pembicara utama Bp.Andreas Kosasih, M.Pd dan Romo Christophorus Tri Wahyono Djati Nugroho, Pr.
Bp. Andreas Kosasih mengungkapkan bahwa seorang guru profesional hendaknya memiliki kemampuan dan kemauan untuk dinamis, menyenangkan, tidak melakukan mal praktek, disiplin waktu, menerapkan prinsip nilai, menjadi panutan, bisa menjadi penyelaras dan pemersatu.
Lebih lanjut dijelaskan: Guru jangan melakukan “Mal Praktek”. Apa yang dimaksudkan? Banyak kausus guru menyakiti siswa, baik secara psikis maupun secara fisik. Hal ini mestinya dihindari, pendekatan yang kita perlukan adalah pendekatan dengan prinsip ‘Nilai Cinta Kasih.’ Apapun bentuk masalah yang kita hadapi hindarilah bentuk kemarahan terhadap siswa. Karena kemarahan yang satu akan menghasilkan kemarahan yang lain, demikian penegasan dari Bapak 3 putra ini, yang sekarang masih menyelesaikan kuliah S3 di UNS Surakarta dan Sandwich Program Ph. D National University of Malaysia.
Sedangkan Romo Djati memberikan tambahan dan penegasan apa yang disampaikan Bp. Kosasih diantaranya: profesi guru adalah salah satu bentuk panggilan hidup dan bentuk pelayanan sosial. Profesi guru Katolik termasuk karya kerasulan yang mampu mentransfer ilmu kepada siswanya sehingga terbentuk manusia dewasa. Seperti halnya karya dari 12 rasul yang menyebarkan berita gembira, menyebar sampai seluruh dunia. Lebih lanjut ditegaskan, profesi guru sebagai bentuk ungkapan syukur untuk saling berbagi, dalam hal ini berbagi ilmu kepada sesama.
Seorang guru hendaknya berbahagia dengan profesinya. Karena dengan berbahagia dan mensyukuri profesi, pasti akan muncul kebanggaan di dalam hidupnya. Dengan kebanggaan yang dimiliki akan memberi motivasi untuk bekerja lebih baik dan lebih profesional, demikian penegasan dari Romo Djati.
Acara ini dimulai pukul 09.30 WIB dengan diawali doa pembukaan oleh Bp.Widagdo, diteruskan dengan sambutan dari Ketua Panitia yaitu Ibu Anna Sarono. Sebagai pembawa acara Ibu Wiwik dengan diselingi pantun-pantun membuat suasana segar. Moderator Seminar dipandu oleh Y.Joko Widodo
Suasana seminar cukup hidup dengan adanya beberapa pertanyaan dari peserta dan dijawab oleh kedua pembicara dengan tegas dan tepat. Secara umum pelaksanaan seminar ini memuaskan dilihat dari segi jumlah peserta yang melebihi prediksi semula. Peserta seminar hampir 99 % mengikuti acara sampai selesai. Bahkan menurut banyak peserta yang masih bincang-bincang meskipun acara sudah selesai, nampaknya ada kerinduan untuk bertemu dan berkumpul itu sangat besar. Semoga guru bukan ‘Wagu tur kuru’ lagi melainkan bentuk paguyuban yang ‘guyub rukun.’ Amin (JW)
Filed Under: Berita
Comments
No Comments
Leave a reply