Jalani Hidup Sebagai Manusia Baru

jesus-i-will-come-again-meltonOleh : Rm. Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr

SELAMAT PASKAH.

Para pembaca LENTERA yang terkasih. Masa Prapaskah telah kita lewati dan Hari Raya Kebangkitan Tuhan baru saja kita rayakan. Selama masa Prapaskah kita semua berupaya mewujudkan pertobatan sebagai ungkapan syukur dengan berbagi berkat. Niat-niat tulus untuk menjadi semakin pantas sebagai anak Tuhan muncul dalam hati kita. Hari-hari yang akan kita jalani menjadi penuh harapan.

Kebangkitan Tuhan adalah sumber harapan kita. Kita percaya bahwa dengan kebangkitan-Nya kematian telah dikalahkan dan hidup dianugrahkan sepenuhnya kepada kita. Jatidiri kita sebagai anak Allah dipulihkan-Nya. Kita kembali bisa bersatu dengan Allah Bapa kita di surga. Inilah harapan sejati kita.

Kita yakin bahwa harapan tersebut bukanlah hanya sekedar harapan, akan tetapi tidaklah mudah bagi kita untuk menerimanya sebagai realita hidup kita. Apa yang bisa kita rasakan dengan dikalahkannya kematian? Apa pengaruhnya bagi hidup harianku? Jatidiri sebagai anak Allah dipulihkan, bagaimana ini berdampak dalam hidupku? Pertanyaan yang tidak mudah dijawab.

Pembaca LENTERA yang terkasih, tidaklah menjadi terlalu sulit menemukan jawaban atas pertanyaan di atas, jika kita mampu menangkap hal-hal yang positif selama kita menjalani masa Prapaskah dan merayakan Paskah. Sarasehan Prapaska yang kita jalani telah banyak memberikan masukan kepada kita. Pengertian tentang gerakan APP beserta sejarah, visi dan misinya, pemahaman tentang fokus pastoral tahun 2010 dan pendalamam tentang pertobatan sebagai wujud syukur menambah kekayaan diri kita.  Bahan sarasehan tersebut telah membantu kita untuk lebih mantap dalam melaksanakan Aksi Puasa Pembangunan sebagai wujud syukur dan solidaritas kita. Pertobatan yang kita jalani selama masa Prapaskah memurnikan hati kita untuk selalu terarah kepada kehendak-Nya. Kemurnian hati itu pula yang akan mendorong kita mengisi masa Paskah dengan buah-buah pertobatan yang kita upayakan selama masa Prapaskah.

Masa Paskah yang sedang kita jalani ini menjadi saat yang tepat untuk mewujudkan niat-niat luhur yang tumbuh dalam hati selama masa pertobatan. Jatidiri kita sebagai anak Allah menjadi nyata dengan kita bertindak atas dasar niat  yang telah kita buat. Masa Paskah juga menjadi masa pembuktian diri akan kesungguhan kita meninggalkan manusia lama menjadi manusia baru.

Kita berharap di masa Paskah ini hidup kita sungguh semakin menyerupai Dia yang telah menyerahkan nyawa-Nya untuk keselamatan kita. Santo Paulus pun berharap kepada kita, “hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” .(Fil 2:3b-5).***

Mari kita jalani hari-hari kita sebagai manusia baru

Filed Under: Pastoralia

Comments

No Comments

Leave a reply