Keindahan Doa Rosario

pray rosaryOleh : Romo Yohanes Ari Purnomo, Pr – Pada kesempatan dan tempat tertentu, kita sering menjumpai umat yang berdoa Rosario. Secara khusus pada bulan Mei dan Oktober serta di tempat-tempat ziarah Gua Maria, kita sering menjumpai umat yang berdoa rosario, entah secara berkelompok atau pribadi. Bahkan di gereja-gereja, menjelang Misa atau selepas Misa, ada saja yang berdoa rosario. Doa Rosario merupakan doa yang amat populer di kalangan umat Katolik Keuskupan Agung Semarang. Umat berdoa Rosario untuk menghormati Bunda Maria, memohon kepada Tuhan Yesus melalui Maria.

Doa Rosario merupakan doa devosi kepada Bunda Maria dan Putranya, Tuhan kita Yesus Kristus. Doa ini merupakan doa tradisional Gereja yang telah ada sejak abad-abad awal Gereja Katolik. Di dalam doa Rosario, umat menghormati Bunda Maria dengan mendaraskan doa Salam Maria sejumlah 50 kali dan disertai dengan renungan tentang peristiwa-peristiwa misteri penyelamatan Kristus.

Doa Rosario adalah doa devosi dan bukan doa liturgi atau doa resmi Gereja sehingga umat yang mendaraskannya tidak perlu terlalu memikirkan ‘tata-tertib’ yang sudah ada sebagai warisan masa lampau. Oleh karena doa rosario adalah devosi, maka tidak diperkenankan untuk mendoakannya di dalam suatu upacara liturgi resmi, namun amat dianjurkan untuk menghantar umat dalam menghayati upacara liturgi resmi. Doa rosario merupakan praktek doa yang membawa umat pada kesalehan karena kedekatan dengan Maria dan putranya, Tuhan Yesus Kristus.

Melalui doa rosario , kita diajak untuk merenungkan misteri-misteri penyelamatan Kristus yang telah terungkap dalam Kitab Suci. Dengan demikian, saat kita mendoakan doa rosario, kita diajak untuk bertekun dalam membina relasi kita terhadap Kristus dan BundaNya yang adalah sumber iman kita dan teladan iman paling utama. Kristus adalah sumber iman kita sementara Bunda Maria adalah teladan iman paling utama akan Yesus Kristus. Oleh karena itu, dengan mendoakan doa rosario, kita diajak untuk semakin dekat dengan Kristus dan Maria Bunda-Nya.

Praktek kesalehan ini juga dilakukan oleh para orang kudus yang terpesona oleh Kristus. Mereka menimba kekuatan dalam pewartaan mereka akan Kristus dari kedekatan relasi mereka akan Kristus yang salah satunya adalah dengan mendoakan doa Rosario.

Mengenai keluhuran doa rosario ini, Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen, dalam Direktorium Tentang Kesalehan Umat dan Liturgi yang diterbitkan pada tanggal 17 Desember 2011, menulis demikian: Rosario, atau lazim disebut Kumpulan Mazmur Santa Perawan Maria, merupakan salah satu doa yang paling ulung kepada Bunda Allah. Itulah sebabnya, para paus berulang-ulang mendorong kaum beriman agar sering mendaras doa yang berinspirasi biblis ini, yang dipusatkan pada permenungan peristiwa-peristiwa hidup Kristus yang menyelamatkan, yang secara erat terkait dengan Bunda-Nya yang tetap perawan. Nilai dan kemujaraban doa ini sering dituturkan oleh uskup-uskup kudus dan mereka yang telah maju dalam kesucian hidup.

Rosario pada dasarnya adalah doa renungan, yang menuntut ketenangan irama atau bahkan konsentrasi batin, yang mendorong kaum beriman merenungkan misteri-misteri kehidupan Tuhan. Pendarasan rosario sangatlah dianjurkan dalam pembinaan dan kehidupan rohani para klerus dan religius. (artikel. 197)

Melalui doa rosario juga, kita diajak untuk semakin mencintai Ekaristi, sumber dan puncak hidup beriman pada Kristus. Dengan menjalin relasi yang erat dengan Kristus dan Bunda Maria di dalam doa rosario, kita diajak untuk semakin menyadari, menghayati dan kemudian mencintai kehadiran Kristus dalam Ekaristi, yang menjadi tanda penebusan-Nya hingga kini. Di dalam Ekaristi, mengalirlah rahmat penyempurnaan yang senantiasa dicurahkan bagi kita. Di dalam Ekaristi, misteri Kasih Sejati dirayakan dan dicurahkan bagi kita sebagaimana terungkap pula dalam kesetiaan dan kecintaan Maria kepada Putranya, Sang Penyelamat Dunia. Oleh karena kesetiaan dan kecintaan Maria kepada Sang Sabda Allah, kita semua pun diajak untuk turut serta mengalami keselamatan yang telah dianugerahkanNya.***

Related Posts

  • 79
    “Menghadirkan Gereja Yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif Melalui Dialog Ekumenis dan Interreligius." (Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 16 - 17 Januari 2016) Saudari-saudaraku yang terkasih, Seraya mengenang mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta, Bapak Uskup Agung kita yang berpulang ke rumah Bapa, 10 November 2015 yang lalu, kita kembali memasuki Pekan Doa Sedunia (PDS) untuk Kesatuan Umat Kristiani yang…
    Tags: dan, yang, kita, dalam, doa, dengan
  • 79
    Oleh: Ibu Willy - Berdoalah Rosario setiap hari…..berdoa dan berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silih bagi para pendosa…Akulah Ratu Rosario…pada akhirnya hatiku yang tak bernoda akan menang ~ Pesan Bunda Maria dalam penampakan kepada anak-anak di Fatima. Apa itu rosario? Rosario berarti “Mahkota Mawar”. Bunda Maria menyatakan kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mendaraskan…
    Tags: rosario, yang, maria, doa, kita, dan, dalam, di, dengan, untuk
  • 76
    Dibacakan/diterangkan hari Sabtu-Minggu, 21-22 Januari 2017 “Menghadirkan Gereja Yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif dalam Masyarakat Multikultural” Saudari-saudaraku yang terkasih, Kita semua bersyukur memasuki tahun kedua Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (ARDAS KAS) 2016-2020. Tema pelayanan pastoral tahun 2017 adalah “Menjadi Gereja yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif yang Hidup Bergairah dalam Masyarakat Multikultural”. Tema ini berbingkai…
    Tags: yang, dan, dalam, kita, kristus, dengan, untuk