Novena I (Putaran 2) Gua Maria Fatima Ngrawoh: Makna Seruan dan Panggilan Pertobatan Bunda Maria di Fatima

Ngrawoh, LENTERA -  Kamis malam, (7/2) hari itu merupakan malam pertama novena Gua Maria Fatima Ngrawoh nnputaran kedua. Entah berkah apa yang dicurahkan pada malam itu. Setelah sekian hari tidak ada hujan…hari itu, sejak sore hujan deras mengguyur. Saking derasnya, banyak yang berpikir, khususnya panitia yang ada bahwa bagaimana kalau nanti hujan tidak berhenti juga saat perayaan novena nanti. Namun demikian, sungguh bersyukur bahwa 1 jam menjelang perayaan novena dimulai hujan reda.

Kira-kira pukul 18.00 WIB, umat mulai berdatangan. Meski ini merupakan misa novena pertama untuk putaran kedua ini, antusias umat dapat dirasakan. Dari waktu ke waktu jumlah umat yang menghadiri perayaan novena makin banyak. Malam itu, kurang lebih 350-400 umat hadir.

Seperti biasa, perayaan Novena dimulai dengan doa Rosario penghormatan Bunda Maria Fatima. Kemeriahan Perayaan Novena I ini tidak lepas dari dukungan petugas dari wilayah Tanon. Adapun tema yang menjadi pokok pergulatan dalam perayaan novena adalah Makna Seruan dan Panggilan Pertobatan Bunda Maria di Fatima. Perayaan Novena I dipimpin oleh Rm. Robertus Hardiyanta, Pr.

Dalam khotbahnya, Rm. Robertus Hardiyanta, Pr memulai dengan mengenang kembali kisah penampakan Bunda Maria Fatima. Fatima adalah sebuah kota kecil sebelah utara kota Lisbon di Portugal. Pada tahun 1917 Bunda Maria menampakkan diri di Fatima kepada tiga orang anak gembala. Mereka adalah Lucia dos Santos berumur 10 tahun, sepupunya bernama Fransisco Marto berumur 9 tahun dan Jacinta Marto berumur 7 tahun.

13 Mei 1917 Pesta Bunda Maria dan Sakramen Mahakudus. Ketiga anak itu sedang menggembalakan ternaknya di Cova da Iria, sebuah padang alam yang amat luas, kira-kira satu mil dari desa mereka. Tiba-tiba mereka melihat sebuah kilatan cahaya dan setelah kilatan yang kedua, muncul seorang wanita yang amat cantik. Pakaiannya putih berkilauan. Wanita yang bersinar bagaikan matahari itu berdiri di atas sebuah pohon oak kecil dan menyapa anak-anak:

Janganlah takut, aku tidak akan menyusahkan kalian. Aku datang dari surga. Allah mengutus aku kepada kalian. Bersediakah kalian membawa setiap korban dan derita yang akan dikirim Allah kepada kalian sebagai silih atas banyak dosa -sebab besarlah penghinaan terhadap yang Mahakuasa- bagi pertobatan orang berdosa dan bagi pemulihan atas hujatan serta segala penghinaan lain yang dilontarkan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda?

“Ya, kami mau,” jawab Lucia mewakili ketiganya. Dalam setiap penampakan, hanya Lucia saja yang berbicara kepada Bunda Maria. Jacinta dapat melihat dan mendengarnya, tetapi Fransisco hanya dapat melihatnya saja. Wanita itu juga meminta anak-anak untuk datang ke Cova setiap tanggal 13 selama 6 bulan berturut-turut dan berdoa rosario setiap hari.

Lebih lanjut Rm. Hardiyanta, Pr menegaskan bahwa Penampakan Bunda Maria Fatima menyiratkan 4 makna penting dalam pergumulan iman katolik. Pertama, Bunda Maria dalam penampakan di Fatima mengajak semua orang membangun semangat pertobatan yang tiada henti. “Manusia harus memperbaiki kelakuannya serta memohon ampun atas dosa-dosanya. MEREKA TIDAK BOLEH LAGI MENGHINA TUHAN YANG SUDAH BEGITU BANYAK KALI DIHINAKAN.”

Pertobatan adalah  upaya untuk membangun kembali relasi yang mendalam dengan Allah yang sering kali putus karena egoisme manusia. Pertobatan membawa konsekuensi untuk senantiasa memperbaharui hidup dan memperjuangkan kesucian dalam hidup sehari-hari. Inilah inti utama peziarahan kehidupan rohani umat katolik yang mesti dibangun.

Patut disyukuri bahwa dalam tradisi iman katolik dihidupi sakramen pengakuan dosa. Sakramen ini diharapkan menjadi tanda dan sarana umat beriman untuk menggapai keselamatan melalui pertobatan (mohon pengampunan) dan upaya membangun kesucian hidup. Namun demikian, sangat disayangkan bahwa dalam prakteknya Sakramen Tobat ini sering menjadi Sakramen yang banyak dihindari.

Alasannya adalah orang merasa enggan, belum siap, malu, takut dan bahkan sering ada yang merasa bahwa dirinya berdosa. Intinya adalah egoisme dalam diri manusia itu sendiri. Berdasarkan pengalaman : kalau pun ada yang mengaku dosa kadang memilih pastor yang tua, agak kurang dalam pendengaran dan tidak dikenal secara personal. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana semangat pertobatan ini bisa dihidupi dalam semangat iman kita yang terdalam?

Kedua adalah ketekunan dalam doa Rosario. Dalam penampakannya Bunda Maria di Fatima mengajak seluruh umat untuk bertekun dalam doa Rosario, setiap hari. “Setiap orang, mulai dari dirinya sendiri, harus berdoa rosario dengan lebih khidmat ….. dan benar-benar mempraktekkan yang kuanjurkan yaitu devosi Sabtu Pertama setiap bulan.” Lebih lanjut Bunda Maria Fatima mengatakan, “Bila kalian berdoa Rosario, ucapkanlah pada akhir setiap peristiwa: Ya Yesus yang baik, ampunilah segala dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terlebih jiwa yang sangat memerlukan pertolongan-Mu.

Doa Rosario merupakan doa yang sederhana dan mudah untuk dihafalkan. Doa Rosario disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai doa zikir, doa yang sama diulang. Harapan dan tujuan terdalam dari doa Rosario adalah mengantar orang yang berdoa mengalami kedalaman hubungan dengan Allah. Orang diantar untuk mengalami pengalaman ekstase bersama dengan Allah.

Doa Rosario mengandung 3 makna pergumulan. Baris pertama doa Rosario menyiratkan salam malaekat kepada Bunda Maria. “Salam hai, engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai Engkau” (Luk 1:28). Baris kedua doa Rosario menyiratkan ungkapan Elizabeth saat menerima kunjungan Maria. “…Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu..” (Luk 1:42). Baris ketiga doa Rosario adalah lambang seruan Gereja kepada Bundanya. “Santa Maria, Bunda Allah doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati”.

Sebutan Bunda Allah merupakan gelar tertua dalam Gereja Katolik. Seruan permohonan doa kepada Bunda Maria menyiratkan bahwa Gereja ada di dalam peziarahan hidup yang penuh dengan perjuangan melawan dosa. Dosa inilah yang mengantar manusia pada kematian. Doa Bunda Maria menjadi daya dan pertolongan bagi hidup seluruh Gereja. Diyakini bahwa barang siapa yang setia dalam doa Rosario tidak akan mengalami kematian secara mendadak.

Dalam tradisi Gereja Katolik juga ada Sakramen Pengurapan orang sakit. Gereja menganjurkan agar saudara-saudara yang menderita sakit mendapatkan pelayanan sakramen tersebut. Sakramen Pengurapan orang sakit membawa umat beriman untuk mempersiapkan lahir dan batin untuk menghadapi ajal. Umumnya, antara sakit dan ajal memang berhubungan. Dengan mendapatkan sakramen pengurapan, orang yang sakit diantar untuk menerima rahmat pengampunan dan penyelamatan jiwanya.  Dalam konteks inilah peranan Bunda Maria diharapkan menjadi daya yang mengantar jiwa pada keselamatan sejati bersama Allah.

Pesan ketiga Bunda Maria Fatima adalah pentingnya membangun semangat devosional dengan Hati Bunda Maria Tak Bernoda. “Yesus ingin agar dunia memberikan penghormatan kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Siapa yang mempraktekkannya, kujanjikan keselamatan. Jiwa-jiwa ini lebih disukai Tuhan, dan sebagai bunga-bunga akan kubawa ke hadapan takhta-Nya.” Untuk hal ini nanti akan didalami secara khusus pada novena bulan Oktober.

Pesan keempat Bunda Maria Fatima adalah harapan Bunda Maria agar di tempat ini dibangun sebuah kapel/tempat doa sebagai penghormatan bagiNya. Seluruh umat paroki Santa Maria Fatima Sragen berharap dan berjuang dalam doa agar tempat ini menjadi tempat ziarah untuk menggali spiritualitas iman bersama Bunda Maria. Kita bersama-sama ingin mendapatkan “buah” dari Bunda, yaitu intimitas pengalaman bersama Yesus sendiri.

Sebelum mengakhiri kotbah, Rm. Hardiyanta, Pr mengusulkan agar tempat ziarah ini menjadi tempat ziarah Maria Fatima yang pertama. Selama ini, belum ada tempat ziarah Maria Fatima. Untuk itu, baik kalau, selain patung Bunda Maria Fatima, kita mengupayakan adanya patung Yasinta, Lucia dan Francisco. Harapannya pada novena II nanti, patung-patung tersebut sudah ada. Kira-kira pukul 21.00 WIB, perayaan Ekaristi novena I putaran II pun berakhir. (Sr)

Related Posts

  • 76
    Oleh: Ibu Willy - Berdoalah Rosario setiap hari…..berdoa dan berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silih bagi para pendosa…Akulah Ratu Rosario…pada akhirnya hatiku yang tak bernoda akan menang ~ Pesan Bunda Maria dalam penampakan kepada anak-anak di Fatima. Apa itu rosario? Rosario berarti “Mahkota Mawar”. Bunda Maria menyatakan kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mendaraskan…
    Tags: rosario, yang, maria, bunda, doa, dan, dalam, adalah, untuk
  • 74
    “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1 : 38) Pada suatu hari ketika Yesus sedang mengajar orang banyak, disitu ada juga seorang ibu yang sedang mendengarkan ajaran Yesus. Ia begitu tertarik oleh Yesus sehingga ia berteriak, “Berbahagialah ibu yang melahirkan Engkau!” Berbahagialah ibu yang mempunyai anak seperti Yesus. Yesus…
    Tags: maria, bunda, rosario, dan, yang, doa, dalam
  • 74
    Ngrawoh (LENTERA) - Hati yang senantiasa bersyukur dalam menanggapi karya Allah dalam hidup, begitulah gambaran menyeluruh dari permenungan Novena I, putaran V di Taman Doa Maria Fatima Ngrawoh malam, pukul 19.00, Kamis (29/1). Di awal  Ekaristi, Romo  Robertus Hardiyanta, Pr menyampaikan bahwa salah satu ujub bersama dalam perayaan Ekaristi malam itu adalah syukur atas keluarnya…
    Tags: yang, dalam, dan, maria, untuk, doa, fatima, ini, adalah, bunda