Persekutuan Orang Kudus Di Dalam Kristus

para kudusOleh:  C. Dwi Atmadi – Persekutuan para kudus bersumber pada Kristus. Jadi, ada persekutuan dalam hal-hal kudus (sancta), karena Kristus sendiri memberikan rahmat-Nya kepada anggota-Nya; dan persekutuan di antara umat beriman (sancti), karena Kristus sendiri yang mengikat seluruh umat beriman dalam satu tubuh.

1. Persekutuan dalam hal-hal kudus (sancta)

Hal-hal kudus ini mengalir dari Kristus sendiri. Hal ini termasuk: seluruh rahmat yang mengalir dari sakramen-sakramen; iman, pengharapan dan kasih; karisma-karisma; jasa Kristus yang tak terbatas; jasa yang berlimpah dari Bunda Maria dan para Santo-santa; serta buah-buah dari seluruh kebaikan dalam Gereja.

Sakramen-sakramen untuk mengkomunikasikan kebaikan Kristus

Akibat dari misteri Paskah, maka rahmat Allah mengalir secara luar biasa kepada umat Allah, terutama melalui sakramen-sakramen. Dalam sakramen-sakramen inilah maka terlihat jelas hubungan antara Kristus dengan seluruh anggota Gereja, terutama Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi. Katekismus Gereja Katolik menuliskannya sebagai berikut:

KGK 950 Persekutuan dalam Sakramen-sakramen. “Buah-buah semua Sakramen diperuntukkan bagi semua umat beriman; dan Sakramen-sakramen itu bagaikan ikatan-ikatan kudus, yang menghubungkan umat beriman seerat-eratnya dengan Kristus; hal itu terutama berlaku untuk Pembaptisan, yang olehnya mereka masuk ke dalam Gereja seperti melalui pintu. ‘Persekutuan para kudus’ harus dimengerti sebagai persekutuan dalam Sakramen-sakramen… Walaupun nama itu [persekutuan]berlaku untuk semua Sakramen, karena mereka menghubungkan kita dengan Allah… namun ia lebih dikenakan kepada Ekaristi, karena ia mengakibatkan persekutuan ini” (Catech. R. 1,10,24).

Kristus memberikan diri-Nya demi keselamatan umat manusia melalui penderitaan dan kematian-Nya, sehingga barang siapa dilahirkan kembali di dalam Kristus akan mendapatkan keselamatan (lih. Yoh 3:6-7). Kelahiran kembali ini adalah Sakramen Baptis yang mencurahkan rahmat keselamatan yang mengalir dari misteri Paskah. Pencurahan Roh Kudus, yang terjadi setelah misteri Paskah Kristus, diberikan kepada umat beriman dalam Sakramen Penguatan. Dengan kekuatan Roh Kudus, maka misteri Paskah ini dihadirkan kembali dalam Sakramen Ekaristi, sehingga Kristus dapat memberikan keseluruhan diri-Nya kepada umat Allah. Rahmat pengampunan yang mengalir dari pengampunan Kristus di kayu salib mengalir dalam Sakramen Tobat dan juga Sakramen Pengurapan Perminyakan. Akhirnya perutusan yang diberikan oleh Kristus setelah kematian-Nya diwujudkan dalam Sakramen Imamatdan Sakramen Perkawinan.

Persekutuan dalam iman, pengharapan dan kasih

Salah satu tanda Gereja Kristus adalah kesatuan, yang dinyatakan dalam pengajaran. Itulah sebabnya persekutuan umat beriman juga diwujudkan dalam kesatuan ajaran iman, yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh Gereja. Hal ini dimulai ketika jemaat perdana bertekun dalam pengajaran para rasul (lih. Kis 2:42). Karena pengharapan mengalir dari iman, maka dari persekutuan iman terbentuklah satu pengharapan. Persatuan akan iman dan pengharapan yang sama akan membawa pada persatuan kasih. Katekismus Gereja Katolik menjabarkan persatuan ini sebagai berikut:

KGK 953 Persekutuan dalam cinta. “Tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri” (Rm 14:7) dalam persekutuan para kudus. “Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersuka-cita. Kamu semua adalah Tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” (1 Kor 12:26-27). Cinta “tidak mencari keuntungan diri sendiri” (1 Kor 13:5; bdk. 1 Kor 10:24). Perbuatan kita yang paling sederhana sekalipun, kalau dilakukan karena cinta, akan membawa keuntungan bagi semua orang. Ini terjadi dalam solidaritas dengan semua manusia, yang hidup dan mati, yang berdasarkan persekutuan para kudus. Tiap dosa merugikan persekutuan ini.