Pendidikan Merubah Jalan Hidup

pendidikanDalam sejarah peradaban manusia, pendidikan merupakan salah satu bentuk strategi budaya tertua bagi manusia untuk mempertahankan keberlangsungan eksistensi mereka (Francis Wahono, 2001: iii). Oleh karena itu pendidikan dan budaya tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan masyarakat dan manusia. Manusia, masyarakat dan pendidikan pada hakikatnya memiliki hubungan fungsional yang cukup berarti. Manusia dan masyarakat akan berarti apabila memiliki nilai pendidikan yang tinggi, sebaliknya masyarakat sangat membutuhkan pendidikan yang dimiliki manusia dan masyarakat. Hubungan fungsional tersebut dapat dilihat dari fungsi pendidikan bagi masyarakat seperti berikut ini:

Pertama, pendidikan sebagai transmisi kebudayaan yang meliputi transmisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap (nilai-nilai dan norma);

Kedua, Pendidikan tidak hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga memperhatikan perkembangan jasmaninya melalui olah raga dan kesehatan serta memperhatikan perkembangan watak dan karakter manusia melalui latihan serta pembiasaan yang kontinu (Vembriarto, ST, 1987: 61).

Ketiga, pendidikan mengajarkan pesertanya untuk memilih peranan sosial; artinya bahwa pendidikan harus memiliki fasilitas untuk mengajarkan spesialisasi, dan masyarakat harus mengusahakan agar orang-orang yang memiliki spesialisasi itu jumlahnya seimbang dengan kebutuhan.

Keempat, pendidikan mengajarkan bagaimana manusia hidup bersama dengan yang lain (learning to live together). Kata yang lain pada kalimat didepan menunjuk adanya hiterogenitas yaitu beda suku, agama, budaya, sosial ekonomi dalam kesatuan membangun tatanan hidup yang lebih baik;

Kelima, hasil-hasil penelitian terbaru dalam dunia pendidikan dapat memperbarui kehidupan masyarakat, sehingga cara dan hasil kerja lebih efektif. Kitab Kejadian menyatakan bahwa Allah menciptakan pria dan wanita serta mempercayakan meraka dengan tugas mengisi dan menguasai bumi (Kej 1: 28), bukan berarti mengeksploitasi, tetapi memelihara dan merawat, serta melindunginya. Oleh sebab itu dengan pendidikan yang memadai dalam segala dimenasinya manusia akan mampu menguasai bumi.

Dalam era keterbukaan sekarang ini, tantangan sekaligus tuntutan yang harus dipenuhi adalah tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas dan mencukupi dengan ciri-ciri sebagai berikut: integritas, profesional, inovatif, tanggung jawab, dan keteladanan. Masih terkait dengan mutu pendidikan, arah perjalanan suatu bangsa banyak tergantung dan ditentukan oleh kondisi dan kualitas pendidikan bangsa. Pendidikan yang baik dan bermutu akan memberikan harapan kemajuan (transformasi) kehidupan yang lebih baik (Andreas Kosasih. 2003).

Kalimat di depan merujuk pada kebijakan UNESCO yang tahun 2008 telah mencanangkan empat pilar pendidikan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan jaman. Keempat pilar tersebut yaitu: learning to think/learning to know (dapat berpikir), learning to do (dapat berbuat/melakukan sesuatu), learning to be (dapat menghayati hidupnya sebagaimana keinginan dan kebebasan pribadinya) , dan learning to live together (dapat belajar untuk hidup bersma dengan orang lain) (Andreas Kosasih, 2010: 256).

Paradigma di atas merupakan konsekuensi logis dari perlunya mempersiapkan lulusan dari berbagai jenis dan jenjang pendidikan, untuk menjadi manusia pembelajar sepanjang hayat (live long education). Setiap lulusan (out put) dari lembaga pendidikan harus mempersiapkan diri menjadi anggota masyarakat yang gemar belajar (learning siciety) (Andreas Kosasih, 2013: 94-95). Sebab di masa sekarang dan masa yang akan datang, hanya manusia-manusia pembelajarlah yang mampu menghadapi tantangan, persoalan, kemajuan jaman serta mampu mencari solusi atas masalah yang dihadapinya. Belajar sekali atau sekali belajar untuk selama-lamanya sudah bukan jamannya lagi.

Pendidikan akan merubah jalan hidup seseorang menjadi lebih baik, karena itulah sekolah menjadi hal yang penting dalam kehidupan ini. Pendidikan menjadi variabel penting. Siapa dan dididik oleh siapa dan lembaga yang mana itu bisa menentukan kedudukan dan eksistensi mereka nanti. Oleh sebab itu di saat sekarang ini mencari lembaga pendidikan dan pendidik-pendidik yang berkualitas sangatlah penting. Berpendidikan sangatlah penting bagi martabat seseorang. Kalau berpendidikan dapat disejajarkan dengan bekerja, maka hal ini dapat membuat kita serupa dengan Allah, yang telah dan selalu bekerja, yang selalu bertindak. Yoh 5: 17 “Bapa-Ku bekerja sempai sekarang, maka Akupun bekerja juga”.

Konsili Vatikan II dalam pernyataan tentang pendidikan (Gravissimum Educationis) art. 1, bahwa semua orang dari suku, kondisi atau usia manapun juga, berdasarkan martabat mereka selaku pribadi mempunyai hak yang tidak dapat diganggu gugat atas pendidikan, yang cocok dengan tujuan maupun sifat perangai mereka, …. Dan di antara segala upaya pendidikan sekolah mempunyai makna yang istimewa (art. 5). Perubahan harus dimulai dari dalam diri sendiri, bisa karena terbiasa, dan terbiasa karena memiliki motivasi yang kuat, demi masa depan yang lebih baik (AK. 2014). Semoga.

Andreas Kosasih

(Aktivis Pendidikan Paroki Sragen)

Dosen Universitas Widya Mandala Madiun

Related Posts

  • 77
    Berbicara tentang mengasuh dan mengasihi bisa dikaitkan dengan banyak hal, salah satunya dengan adanya kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga di mana keluarga melakukan aksi nyata untuk memberikan bentuk-bentuk pendidikan bagi anak mereka. Pendidikan tersebut berawal dari keluarga sebagai pendidik yang pertama dan utama, selanjutnya pendidikan formal di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah formal, dan…
    Tags: yang, pendidikan, dan, dalam, dengan
  • 74
    Outcomes dari Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS KAS) 2016-2035 adalah “Terwujudnya Peradaban Kasih dalam Masyarakat Indonesia yang Sejahtera, Bermartabat dan Beriman”. Untuk menggapai tujuan akhir RIKAS KAS tersebut diperlukan empat tahap yang dituangkan dalam Arah Dasar (ARDAS) KAS, yang masing-masing berlaku 5 tahun. Pada intinya cita-cita RIKAS yang diwujudkan dalam setiap ARDAS tahap demi…
    Tags: dan, yang, dalam, manusia, dengan
  • 73
      Ungkapan menjadi Gereja yang relevan dan signifikan sebenarnya bukanlah ungkapan yang baru. Dalam Arah Dasar Gereja Keuskupan Agung Semarang 2010-2015, kalimat ini menjadi semboyan yang kerap didengungkan. Lalu, bagaimana dengan Gereja Santa Perawan Maria di Fatima menghidupinya sampai sekarang. Menilik kembali makna signifikan dan relevan, kita bisa merenungkan sampai sejauh mana Gereja paroki kita memperjuangkannya.…
    Tags: dan, yang, dalam, dengan