Misa Novena VI Ngrawoh (Putaran 5) : “Melaksanakan Kehendak Allah Menjadi Jaminan Keselamatan dan Kesejahteraan”

ngrwoh

Ngrawoh (LENTERA) – Dalam suasana kekeluargaan mudik Lebaran, Kamis Pon (23/07) Perayaan Ekaristi Novena VI, Putaran V di Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima Ngrawoh dilaksanakan. Kurang lebih 500 umat hadir dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Andreas Setya Budi Sambodo, Pr tersebut.  Perayaan Ekaristi mengambil tema “Melaksanakan Kehendak Allah Menjadi Jaminan Keselamatan dan Kesejahteraan”.  Seluruh petugas Liturgi dipercayakan kepada umat di Wilayah St. Yohanes Rasul Kedawung, yaitu: paduan suara, putera altar, prodiakon, lektor, serta petugas persembahan yang mengenakan pakaian adat Bali.

Dalam pengantar kotbahnya, Romo Setya Budi menyampaikan beberapa salam kerinduan dari beberapa Romo yang pernah bertugas di Paroki. Permenungannya lebih lanjut, Romo Setya Budi menyampaikan bahwa untuk mampu memahami kehadiran Allah dalam kehidupan bukan merupakan suatu hal yang mudah. Mata dan telinga adalah alat untuk berhubungan dengan dunia luar dan juga untuk berkomunikasi dengan Tuhan yang kalau disadari dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. “Kesetiaan dan ketekunan Yesus dalam mengajar para murid dan pendengarNya dalam bacaan Injil (Mat 13: 18-23) dapat menjadi inspirasi bagi kita bagaimana membangun sikap yang benar untuk mengenal dan memahami kehadiran Allah dalam peristiwa hidup kita sehari-hari. Dengan ketekunanNya, Yesus memberikan penjelasan secara mendetail bagaimana menjadi ‘tanah yang subur’, yang mampu menjadi bertumbuhnya benih sabda Allah dalam hidup manusia,” kata Romo Budi

Romo Setya Budi mengingatkan kembali pada umat mengenai prinsip 5 jari kehidupan yaitu pertama adalah berdoa. Berdoa adalah bentuk komunikasi intens dan timbale balik antara manusia dengan Allah. Kedalaman hubungan komunikasi dengan Allah menjadi kekuatan hidup manusia terebih utama kalau dalam doa manusia tidak egois dan memberikan waktu sepenuhnya bagi Allah untuk bersabda. Kedua, membaca Kitab Suci. Kitab Suci banyak terdapat kisah-kisah yang adalah inspiratif. Romo Budi berkata, “Kalau saudara-saudara membaca Kitab Suci, kemudian mengambil satu atau dua ayat yang bisa menjadi bahan permenungan kita sehari-hari.” Ketiga, menerima Sakramen. Sakramen adalah lambang perayaan cinta Allah yang diberikan kepada manusia secara penuh. Penerimaan dan keikutsertaan dalam perayaan sakramen menjadi sarana untuk menggali sumber-sumber cinta kasih Allah yang menyelamatkan. Keempat, adalah kesediaan untuk terus belajar. Kesediaan untuk terus belajar adalah bentuk kerendahan hati. Kesombongan akan menghilangkan pengajaran Allah. Kelima adalah ketekunan dalam kerja. Bekerja adalah bukti nyata kesediaan manusia untuk mengaktualkan anugerah hidup dari Allah dan memenuhi kebutuhan hidup sebagai persembahan bagi Allah pula. Konsep tersebut memadukan antara karya dan doa sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan.  (Srie)

Related Posts

  • 81
    PESAN PAUS BENEDIKTUS XVI HARI MINGGU DOA PANGGILAN SEDUNIA KE-46 3 Mei 2009 PANGGILAN : INISIATIF ALLAH DAN JAWABAN MANUSIA Saudara-saudariku terkasih, Bertepatan dengan Hari Doa untuk Panggilan Sedunia yang akan berlangsung pada Hari Minggu ke-4 Masa Paska, tanggal 3 Mei 2009, izinkanlah saya mengajak seluruh umat kristiani untuk merenungkan tema: Panggilan, Inisiatif Allah dan…
    Tags: yang, dan, dalam, allah, manusia, untuk, dengan, kita
  • 72
    Pada Minggu kedua sesudah Hari Raya Pentakosta, Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Misteri Tubuh dan Darah Kristus merupakan pernyataan kasih Allah yang mengagumkan karena tiada persatuan yang sebegitu erat dinyatakan seperti halnya persatuan Allah dan manusia yang diwujudkan dalam santapan. Allah dalam Yesus memberikan diri kepada manusia sebagai santapan, sehingga dengan menyantap…
    Tags: dan, kita, yang, dalam, ekaristi, dengan, untuk, hidup, menjadi, sakramen
  • 71
    Pasca peresmian Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima Ngrawoh yang lalu, ribuan umat dari berbagai kota datang berbondong-bondong untuk melihat tempat tersebut. Apakah mereka hanya sekedar melihat lalu ber-selfie atau ber-wefie-ria, menggunggahnya di media sosial lalu setelah itu pulang? Jika ada, mungkin hanya segelintir atau sebagian orang saja. Pengunjung atau boleh kita disebut dengan…
    Tags: yang, allah, dan, dengan, di, manusia, hidup, doa, menjadi, dalam