Melayani Lebih Sungguh

niaMelayani. Kata kerja ini sudah tidak asing bagi kita umat Kristiani. Kata yang mempunyai membantu mengurus apa yang diperlukan seseorang ini tidak asing bagi hidup orang Kristiani dan telah menjadi bagian dari kehidupan misalnya dalam Liturgi dan peribadatan maupun dalam kegiatan gereja maupun di masyarakat. Kata melayani ini pula diangkat menjadi tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di bulan September yaitu ‘Keluarga yang Melayani Seturut Sabda Allah. Namun, apa makna dari melayani itu sendiri?

Pernah, kami berkunjung ke Seminari Menengah St. Petrus Mertoyudan. Dalam kunjungan itu kami bertanya-tanya tentang seluk-beluk kehidupan yang ada di sana. Salah satu yang menarik dari pendidikan di sana adalah suatu istilah yang digunakan untuk menamakan seseorang yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan tertentu, kalau biasanya dalam organisasi atau paguyuban disebut dengan seksi, di Seminari Mertoyudan seksi diganti dengan sebutan bidel yang konon mempunyai arti pelayan. Sayangnya kami tidak bertanya lebih lanjut mengenai akar kata dari bahasa apa kata bidel tersebut.

Perkerjaan yang diemban oleh seorang bidel itu sangatlah sederhana seperti bidel tikar yang punya tugas untuk mempersiapkan tikar sebelum suatu acara dilaksanakan dan kemudian melipat dan menyimpannya setelah acara selesai. Contoh lain, bidel kamar mandi yang punya tugas untuk membukan kran sebelum jam bangun pagi agar air di bak mandi cukup untuk mandi. Yang menarik, seorang yang menjadi pimpinan atau ketua dari semua bidel tersebut disebut dengan bidel umum yang kalau secara harafiah diartikan sebagai pembantu umum. Dari contoh kecil ini kami disadarkan bagaimana seseorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi adalah sebenarnya tidak lebih dari seorang pelayan.

Kalau kita mencari sosok pelayan sejati, kita dapat melihatnya dalam diri Yesus, banyak contoh yang telah Yesus ajarkan kepada kita, seperti dalam peristiwa pembasuhan kaki para murid. Guru yang punya kuasa untuk membuat mukjizat, menyembuhkan dan bahkan menghidupkan orang mati memberikan contoh kerendahan hati yang besar dengan membasuh kaki para murid. Teladan semacam ini sangat jarang ditemukan di jaman maju seperti sekarang ini, terutama yang ditemukan pada para pemimpin.

Terkait dengan pemimpin, pada masa-masa ini kita dihadapkan dengan pemilihan umum kepada daerah. Di Sragen ada empat pasangan calon kepala daerah, umat Paroki Sragen tentunya sudah tahu siapa pasangan calon kepala daerah dan partai apa yang mendukungnya. Kita, umat Paroki Sragen, tentunya mendambakan pemimpin yang nasionalis dan dapat memberi rasa aman kepada umat Kristiani, terutama dalam kegiatan peribadatan. Sudah menjadi rahasia umum, kalau di daerah lain banyak tempat peribadatan yang ditutup atau perijinannya tidak dikabulkan karena pemimpin daerah tersebut berasal dari latar belakang partai yang punya ideologi agama. Akan sangat disayangkan kalau kita salah memilih orang yang demikian karena akan sangat merugikan bukan hanya kita sendiri melainkan juga akan mencoreng apa itu arti dari kebinekaan .

Kalau belum tahu, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan secara terbatas calon kepada daerah yang bisa menjamin kehidupan bermasyarakat yang tenteram. Sudah menjadi tugas kita untuk memilih seorang yang benar-benar punya misi dan visi pelayanan seperti yang diajarkan oleh Kristus. Kalaupun sulit menemukan seseorang yang benar-benar punya visi misi seperti Kristus kita bisa melihat rekam jejak kerja calon kepala daerah tersebut apakah hanya mencari kekuasaan atau memang benar-benar ingin melayani.

Melayani Di Dalam Keluarga
Maksud Allah menciptakan keluarga adalah sebagai tempat menyalurkan kasih dan kehidupan diawali. Perkawinan itu bukan seperti sebuah kotak hadiah yang penuh dengan perhiasan emas yang indah?indah akan tetapi perkawinan itu seperti kotak kosong, yang harus diisi sendiri oleh suami?istri, anak?anak, hingga kotak itu penuh dengan keindahan. Semuanya itu mungkin jika keluarga menghayati nasihat Kitab Suci ini, Tuhan Yesus berkata, “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka” (Luk 6:31). Pedoman emas ini dapat diterjemahkan demikian: “Sebagaimana kamu kehendaki agar suami/istri perbuat bagimu, berbuatlah juga demikian kepadanya. Sebagaimana kamu kehendaki agar anak mengasihi kamu, berbuat kasihlah juga kepadanya. Demikian juga sebaliknya dengan anak?anak.”

Oleh karena itu, penting sekali disadari adanya kebutuhan dasar setiap orang di rumah yang harus dipenuhi. Seorang suami memerlukan dukungan, kekaguman, dan ucapan terima kasih yang akan menguatkannya. Seorang istri memerlukan perhatian, komunikasi yang baik, kejujuran, dan keterbukaan yang juga akan meneguhkannya. Anak?anak membutuhkan rasa dipercaya, diterima, yang akan mendewasakan mereka. Jika masing?masing saling memenuhi kebutuhan dasar ini, maka deposito cinta dalam keluarga akan penuh.

Oleh : C Alfania Christiani
(Aktivis OMK Sragen)

Related Posts

  • 83
    Program Kerja Tahun 2006 mengisyaratkan pada bulan September / Oktober akan dilaksanakan Pergantian dan Pelantikan Dewan Paroki masa bhakti 2006-2009, yang didahului juga dengan pergantian pengurus lingkungan / wilayah serta kepengurusan lainnya. Pergantian, silih, suksesi suatu organisasi apapun bentuknya adalah suatu hal yang biasa dan harus dilakukan dalam kerangka tour of duty dan tour of…
    Tags: dan, yang
  • 82
    Saudara-saudara terkasih di dalam Yesus Kristus, 1. Kita patut menaikkan syukur ke hadirat Allah dalam Yesus Kristus, sebab atas anugerah-Nya bangsa dan negara kita dapat mengukir karya di tengah sejarah, khususnya dalam upaya untuk bangkit kembali serta membebaskan diri dari berbagai krisis yang mendera sejak beberapa tahun terakhir ini. Anugerah, penyertaan dan bimbingan Tuhan bagi…
    Tags: dan, yang
  • 81
    “Satu hati bagi bangsa mewujudkan Peradaban Kasih di Indonesia” Dibacakan/diterangkan pada Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga; Sabtu-Minggu, 13 - 14 Agustus 2016   Saudara-saudariku umat Katolik Keuskupan Agung Semarang, Para Pejuang Senior, Veteran, dan sahabat-sahabat muda yang penuh semangat: SALAM BAHAGIA, karena kasih dan kemerdekaan yang Tuhan berikan bagi kita. SALAM PERJUANGAN…
    Tags: dan, yang