Yubelium Kerahiman

pintu3

Tahun Yubelium Kerahiman dimulai pada 8 Desember 2015 dan sampai 20 November 2016. Paus Fransiskus melalui Bulla Kepausan “Misericordiae Vultus” mendeklarasikan Yubelium kali ini dalam rangka memperingati 50 tahun Penutupan Konsili Vatikan II (8 Desember 1965) dengan menitikberatkan Kerahiman Allah yang Maha Besar, sehingga Yubelium kali ini dinamakan sebagai “YUBELIUM KERAHIMAN”

Tradisi Yubelium berakar dari bangsa Yahudi. Gereja Katolik begitu kaya akan tradisi dan simbolisme iman, sebagian dari antaranya berakar dari tradisi bangsa Yahudi, bangsa yang pertama dipilih Allah untuk menjadi sarana keselamatan seluruh umat manusia. Kata “yubelium” berasal dari bahasa Ibrani “yobel” yang berarti “tanduk domba jantan” atau “sangkakala”. Disebut Tahun Yobel atau Tahun Pembebasan adalah tahun ke-50 yang diatur dalam Kitab Imamat 25:1-22 sebagai tahun pembebasan bagi umat Israel. “Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu” (Im 25:10).

Pembukaan Tahun Yubileum Kerahiman dilambangkan dengan dibukanya Pintu Suci Basilika St. Petrus, Vatikan, selanjutnya Basilika Agung St. Yohanes, Basilika St. Paulus di Luar Tembok Basilika St. Maria Maggiore. Pembukaan Pintu Suci ini mau melambangkan rahmat dan kerahiman Allah yang terbuka dan mengalir memenuhi seluruh umat beriman. Inilah yang mendasari pemberian INDULGENSI PENUH kepada semua orang yang melewati Pintu Suci. Melalui indulgensi, Allah mau mencurahkan kerahiman-Nya yang besar untuk menyembuhkan luka-luka dan menghapuskan siksa-siksa dosa umat manusia. Supaya memperoleh indulgensi (terutama indulgensi penuh), Sakramen Tobat dan menyambut Sakramen Ekaristi menjadi sarananya.

.
Pintu Suci menggambarkan Yesus Kristus sendiri Dalam Yoh 10:9 Yesus bersabda, “Akulah PINTU; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” Dalam Injil Yoh 14:16, yaitu: “Akulah JALAN, dan kebenaran, dan KEHIDUPAN. Tidak seorang pun yang akan datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Melalui Yesus lah, dosa-dosa kita ditebus dalam pengorbanan-Nya di Salib, dan di dalam nama Yesus lah, keselamatan umat manusia diperluas, tidak hanya bagi bangsa Israel, namun juga bagi seluruh Dunia. Tak heran jika Paus Fransiskus dalam Bulla Kepausan “Misericordiae Vultus” menegaskan Yesus sebagai wajah Kerahiman Bapa.

Sebagai warga Gereja Paroki Sragen Keuskupan Agung Semarang, kita mempunyai Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS) 2016-2035, dan ARDAS KAS 2016-2020 yang dikepyakke pada Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner Sedunia, pada tanggal 2-3 Januari 2016. Pada saat yang sama pula, tanggal 2 Januari, pelantikan Pengurus Dewan Paroki Sragen, dan ketua lingkungan dan wilayah masa bakti 2016-2018 dilaksanakan.

.
Menanggapi Panggilan: Tanggung jawab terhadap Gereja

Apa yang akan kita lakukan sebagai umat beriman dengan adanya Tahun Kerahiman, RIKAS, ARDAS KAS itu? Romo Delegatus Administrator Kevikepan, Romo Antonius Budi Wihandono, Pr, memberikan pesan kepada umat pelantikan pengurus Dewan Paroki Sragen bahwa bukan hanya keterlibatan umat melainkan tanggung jawab umat kepada Gereja. Yang bertanggungjawab terhadap Gereja bukan hanya romo paroki, dewan paroki saja melainkan seluruh umat paroki. Perkembangan gereja masa depan ada di tangan kita. Itulah panggilan tanggung jawab kita yang harus kita tanggapi.

.

.

.

DOA ARDAS KAS 2016-2020 dalam rangka RIKAS 2035

Allah Bapa yang maha Pengasih,
kami bersyukur atas Yesus Kristus, Putra-Mu
yang Kauutus enyatakan kerahiman-Mu kepada kami.
Ia telah meganugerahkan kami Perjamuan EKaristi,
Sebagai kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya.

Kami mohon curahkan Roh Kudus-Mu
Ke dalam hati seluruh umat-Mu
Agar kami semakin mampu menghayati Ekaristi
Sebagai sakramen cinta kasih yang senantiasa menghidupi kami

Bantulah agar melalui cara hidup sebagai murid-murid Yesus,
Kami mampu menghadirkan Kerahiman-Mu
Dalam rangka melaksanakan Arah Dasar Keuskupan
dan Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang
mewujudkan Peradaban Kasih
melalui cara hidup
merengkuh dan bekerjasama dengan semua orang
terus menerus membarui diri dan berdaya ubah
Bersama Santa Perawan Maria , Bunda Sakramen Mahakudus
Serta semua orang kudus di surga
Kami sampaikan doa ini kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, Amin

Related Posts

  • 72
    “Diutus Menjadi Garam dan Terang Bagi Masyarakat” Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016     Saudara-saudariku yang terkasih Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat…
    Tags: dan, yang, kita, dalam
  • 72
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 69
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, di, dalam