Bersyukur Lewat Talenta

DSC_4728

Salam jumpa , Berkah Dalem !

“ Sejatinya setiap manusia diciptakan serupa dengan citra Allah sendiri, masing masing dianugerahi talenta , kemampuan serta kelebihan . Perbedaannya adalah terletak pada pribadi masing masing, bagaimana kearifan dan kebijaksanaan kita dalam menggunakan dan menggandakan talenta tersebut sehingga mampu menghasilkan buah, mendatangkan kebahagiaan dan bisa menjadi berkat untuk diri sendiri, dan juga bagi orang lain yang ada disekitar kita.”

Sobat wanita terkasih, selayaknya kita patut bersyukur kepada Tuhan atas apa yang sudah kita terima sampai dengan hari ini ! Keberadaan kita sebagai istri, ibu, nenek serta predikat yang lainnya, sungguh membuat kita memiliki banyak kesempatan untuk bisa berbuat sesuatu. Walaupun kadang tugas tugas yang harus kita jalankan terasa begitu berat dan penuh tantangan yang beraneka macam bentuknya !

Nah, berbicara tentang hal hal seperti itu, rasanya semakin menarik untuk kita simak dan telusuri, karena di era globalisasi serta kecanggihan tehnologi yang kian meroket, tak bisa dipungkiri, bahwa kaum wanita sudah memiliki kesempatan yang semakin luas untuk berkecimpung diberbagai bidang pekerjaan. Mereka telah mampu menunjukkan jati diri lewat talenta masing masing. Akan tetapi banyak diantara kita yang kadang kadang terlalu asyik terbelenggu serta menekuni aneka macam profesi, namun hanya sedikit saja yang mampu menyisihkan sedikit waktu untuk Tuhan , yaitu memiliki kepedulian pada hal hal yang bersifat kerohanian.

Ibu ibu yang terkasih, sebagai pengikut Kristus yang setia , kadang kita merasa sudah merasa mampu menjalankan apa yang sudah kita imani selama ini, seperti pergi ke gereja , aktif dalam kegiatan lingkungan, wilayah, paroki, paguyuban ,persekutuan doa, mengikuti legio, paduan suara, ziarah, kunjungan keluarga, dan seterusnya ! Semuanya itu sudah kita laksanakan dengan baik, akan tetapi kemungkinan hanyalah sebatas kewajiban serta rutinitas belaka ! Padahal masih banyak lagi hal hal lain yang harus kita renungkan, kita kerjakan dan kita dalami, seperti menekuni kitab suci, kesediaan kita untuk dicalonkan menjadi pembimbing umat, seperti ketua lingkungan, ketua wilayah, prodiakon, dan sebagainya ! Dengan berbagai macam alasan , kita acapkali menolak dengan dalih merasa tak mampu menerima tanggung jawab yang sangat berat dan kelak akan menyita waktu . Dengan demikian kita merasa bahwa apa yang kita lakukan itu sudah benar, selebihnya kita kurang menyadari bahwa semuanya itu kelak akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah !

Lalu pertanyaannya sekarang adalah : Sebagai orang katolik, kita diharapkan bisa menjadi GARAM DAN TERANG DUNIA,……lalu apakah itu sudah benar benar dapat kita wujudkan ?

Maka sudah seharusnyalah kita bisa menjalankan peran kita sebagai manusia katolik yang sejati, yang berani memikul salib bersama Kristus, menderita bersama Kristus,…dan kelak berbahagia di surga juga bersama Kristus, Sang Juru Selamat kita.

Sampai disini dulu bincang bincang kita kali ini, selamat ber aktifitas, semoga segala rencana, doa dan karya kita selalu berkenan dihadapan Allah. Amin !
TUHAN MEMBERKATI **

Oleh: V.Sri Murdowo

Related Posts

  • 97
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 95
    PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) Tahun2016 "HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT, YAITU KRISTUS, TUHAN, DI KOTA DAUD" (Lukas 2:ll)   Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia, Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita.…
    Tags: kita, dan, yang
  • 88
    Salam damai Kristus, Tanpa terasa kita sudah menapaki bulan Desember, bulan yang penuh makna, yang akan menghantarkan kita pada penghujung tahun 2015. Bagaimana ibu-ibu, apakah kita sudah bisa merefleksikan diri tentang apa saja yang sudah kita capai selama setahun ini ? Dan sudah sejauh mana kita sanggup menghayati iman serta merenungkan arti hidup kita masing…
    Tags: dan, kita, yang