Potret Perempuan

inspirasi wanita

 

Mencermati wajah-wajah perempuan Indonesia saat ini, sungguh boleh dibilang cukup membanggakan. Pola pikir dan kreatifitas para wanitapun sekarang sudah semakin maju, berkembang sejalan dengan perputaran roda kehidupan dalam era globalisasi yang semakin hari semakin meningkat. Jendela dunia kian terbuka lebar, memberikan berbagai macam ilmu pengetahuan serta mampu menjanjikan harapan baru bagi siapapun yang ingin maju, terus berpacu tanpa merasa bimbang dan ragu. Kesempatan kaum wanita untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi guna menorehkan prestasi serta membentuk jati diri sudah semakin terbuka, sejalan dengan kemampuan, talenta dan tersedianya sarana dan prasarana yang kian memadai.

Keberanian dan semangat untuk meraih angan dan cita-cita, sekaligus memperjuangkan hak azasii manusia terus dipacu dengan sikap pantang menyerah. Kaum wanita Indonesia sudah selayaknya patut bersyukur dan tidak akan pernah menutup mata atas perjuangan dan jerih lelah R.A Kartini, seorang perempuan Jawa yang lugu, hidup dalam zaman kolonial, namun memiliki pemikiran yang sangat maju dan moderat semata mata demi memperjuangkan emansipasi bagi kaumnya yang masih tertindas dalam segala bidang.

Kini perempuan Indonesia sudah bisa mandiri serta mampu berkiprah dalam berbagai segmen kehidupan, dan kartini-kartini baru pun lahir menjadi tokoh-tokoh hebat, sejajar dengan kaum pria, menduduki berbagai jabatan penting ditengah-tengah masyarakat, baik dalam kancah politik, sosial, ekonomi, hukum, kesehatan, seni budaya, olahraga dan masih banyak lagi. Kalau kita kaji lebih jauh, perkembangan yang signifikan juga terasa dalam kehidupan menggereja. Keberadaan kaum wanitapun semakin diperhitungkan, baik sebagai ketua lingkungan, ketua wilayah, prodiakon, dewan paroki dan sebagainya. Bercermin pada tokoh-tokoh pendahulu, maka kita tidak boleh berpuas diri. Wanita Indonesia harus terus berjuang dan tak pernah berhenti untuk berkreasi serta memotivasi diri agar tidak tertinggal dari negara-negara lain. Namun harus dicatat, bahwa kita harus pandai memilih dan memilah, mana hal-hal positif yang perlu kita serap dan kita ikuti dan mana hal-hal buruk yang harus kita tinggalkan!

Pembaca Lentera terkasih dalam Kristus, betapapun kemajuan yang dicapai kaum wanita Indonesia sudah sedemikian pesatnya, namun sejatinya kita harus sadar diri dan tidak boleh menutup mata, bahwa berbagai kesenjangan (terutama sosiall ekonomi) masih saja terjadi di negeri kita tercinta ini. Ibaratnya, demi mencari sesuap nasi, tidak sedikit dari saudara-saudara kita yang dengan terpaksa harus mempertaruhkan harkat, martabat dan harga diri. Sebut saja pengiriman tenaga kerja wanita serta buruh ilegal ke luar negeri, kasus pernikahan dini, prostitusi terselubung masih marak dimana-mana, bahkan dialami oleh remaja yang masih dibawah umur. Begitu pula adanya kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) yang terus berlanjut, namun para korban hanya terdiam tak mampu berbuat sesuatu hanya demii menutup aib keluarga yang terasa bagaikan api didalam sekam.

Kenyataan hidup yang membuat kita miris dan prihatin itulah yang harus kita pikirkan jalan keluarnya. Janganlah kita hanya diam berpangku tangan dan menutup sebelah mata, tanpa pernah berbuat sesuatu. Bahkan karena sudah memperoleh jabatan empuk , tidak sedikit dari mereka ( pejabat perempuan ) akhirnya menjadi lupa diri hingga terjerumus pada tindak korupsi. Kita harus sadar, terlebih sebagai pengikut Kristus, kita masih harus berjuang keras untuk membangun negara kita , terlebih untuk mengentaskan nasib kaum perempuan, misalnya dengan memberikan ketrampilan khusus, membuka lapangan kerja baru, menyentuh mereka yang masih tinggal di pedalaman dengan berbagai macam cara agar mereka mampu membekali diri ,sehingga bisa memperoleh taraf kehidupan yang lebih baik. Bukankah kaum wanita Indonesia adalah merupakan bagian dari pilar-pilar kehidupan dan sejarah perjuangan bangsa yang harus diperlakukan secara sama dan adil?

Semoga renungan singkat ini dapat memberikan masukan dan inspirasi untuk kita semua , sehingga kita disadarkan untuk semakin mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa negara dan gereja.

Bravo perempuan indonesia! Melalui semangat dan dedikasimu
Niscaya bumi pertiwi akan merasa bangga dan bersyukur
Melalui kerja keras dan pengabdianmu, kelak akan tercipta indonesia
Yang sejahtera damai adil dan makmur
Amin **

V. Sri Murdowo

Related Posts

  • 93
    “Diutus Menjadi Garam dan Terang Bagi Masyarakat” Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016     Saudara-saudariku yang terkasih Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat…
    Tags: dan, yang, kita, dalam
  • 92
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 91
    Saudara-Saudari yang terkasih, Kita patut bersyukur kepada Allah atas rahmat-Nya pada bangsa Indonesia yang majemuk, tersebar di seluruh pelosok tanah air dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemerdekaan yang diraih 72 tahun lalu adalah hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, agama, ras, dan golongan yang secara monumental telah bersatu dan mengokohkan…
    Tags: dan, yang, indonesia, kita