DOA : Sumber Iman Harapan dan Kasih

mariaa

“ Setiap orang bisa berdoa dengan caranya masing masing, akan tetapi tidak setiap orang mampu memaknai rangkaian kata kata atau kalimat yang diucapkan dalam doa tersebut. Ada yang suka berdoa dengan panjang lebar, namun ada juga yang lebih memilih doa-doa singkat, padat sederhana namun mudah dicerna ! “

Sobat wanita terkasih dalam Kristus ada sebuah ungkapan : “The pray is the shortest bridge to meet God.” Maka kitapun sadar, bahwa doa adalah satu-satunya jalan untuk bisa berjumpa dengan Allah, Sang pemberi hidup, Sang Khalik yang menciptakan dan memelihara alam semesta! Maka doa sudah menjadi kebutuhan dan bagian dari hidup kita sehari hari, mulai dari bangun tidur, makan , mempersiapkan diri untuk memulai aktifitas apapun,hingga kita berangkat tidur dan beristirahat di malam hari.

Dengan berdoa secara rutin menjadikan kita sebagai pribadi yang sadar akan keberadaan Allah Bapa yang maha kuasa, sadar bahwa kita adalah umat ciptaan-Nya yang lemah, tidak pernah lepas dari dosa dan dalam segala hal sangat bergantung pada kuasa dan Kerahiman Allah. Dan dengan berdoa pula, kita bisa merasakan bahwa kita adalah merupakan satu Tubuh Mistik Kristus. Kasih Allah yang tanpa batas selayaknya membuat kita pandai bersyukur dengan apapun yang sudah berhasil kita peroleh. Selebihnya kita juga harus sadar dan mawas diri apabila permohonan yang kita hunjukkan kepada-Nya tidak kunjung dikabulkan atau dipenuhi .

Ibu-ibu serta sobat wanita terkasih, sebagai umat Katolik dan pengikut Kristus, maka kita mempunyai kewajiban untuk mengikuti setiap rangkaian doa, di mana setiap hari Minggu kita pergi ke gereja untuk merayakan Misa Kudus atau Perayaan Ekaristi, di mana Perayaan Ekaristi itu sendiri adalah merupakan puncak dari pada Liturgi. Nah…bila demikian, apa yang harus kita lakukan? Entah disadari atau tidak, kadang-kadang kita tidak selamanya bisa fokus dalam mengikuti perayaan Ekaristi. Secara jasmani kita hadir di tengah-tengah umat, ikut berdoa dan bernyanyi, namun adakalanya perhatian kita tertuju entah kemana, pikiran kita melayang entah kepada apa dan siapa, sehingga konsentrasi kitapun menjadi buyar, bahkan kita sama sekali tidak bisa menangkap dan merenungkan sabda Tuhanserta homili Romo pada saat itu. Itulah salah satu kelemahan kita sebagai manusia! Maka hanya diri kita masing masing secara pribadi harus bisa menata hati, berjuang untuk lebih mendewasakan iman dan terus berupaya agar perbuatan kita,segala tingkah laku dan sikap kita dalam berliturgi benar-benar pantas dan layak dihadapan Allah.

Di bulan Mei ini, bulan yang kita persembahkan untuk Bunda Maria, kita merasa semakin disadarkan , bahwa dalam perjumpaan Bunda Maria (pada waktu itu sedang mengandung Yesus) dengan Ibu Elisabet (saat itu sedang mengandung Yohanes Pembaptis ) terciptalah sukacita yang luar biasa, karena Ibu Elisabet dan Yohanes pembaptis telah melihat Bunda Maria menjadi tabernakel hidup, karena membawa Tuhan dalam tubuhnya. Inilah Maria Sang Bunda Sakramen Maha Kudus !

Sobat wanita terkasih yang berbahagia, menyongsong pelaksanaan KONGRES EKARISTI KEUSKUPAN ( KEK) III KAS, marilah kita sebagai Wanita Katolik Paroki Santa Perawan Maria Fatima Sragen dan bagian dari umat di Keuskupan Agung Semarang bersedia turut ambil bagian dan selalu bertekun dalam doa agar KEK III KAS tersebut dapat terselenggara dengan baik, lancar, selalu dalam berkat dan bimbingan Tuhan,serta dapat menghasilkan buah buah iman yang konkrit dan positif untuk seluruh umat KAS,yang mampu memberi arti serta semakin menyemangati kita untuk lebih baik dalam berLiturgi. Semoga Bunda Maria selalu menyertai kita semua, seperti doa- doa yang kita daraskan dalam Doa Rosario.Kita yakin dan percaya bahwa Bunda Maria akan selalu hadir ditengah tengah kita, dalam ungkapan syukur dan permohonan kita, yang terlahir dari hati dan jiwa kita yang paling dalam !
Ave Ave Maria …
Bunda penuh kasih nan lembut hati
Lambang keutamaan dan keagungan
Sumber kasih , iman dan pengharapan
Dengarkanlah seruan umatmu ini
Dampingilah kami putra putrimu
Hangatkan dalam rengkuhan kasih setiamu
Bunda yang termurni, Bunda tidak bercela
Berkatilah kami semua … kini esok dan selamanya
Ave Ave Maria .. G r a t i a p l e n a .. **

 

V.Sri Murdowo

Related Posts

  • 91
    “Diutus Menjadi Garam dan Terang Bagi Masyarakat” Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016     Saudara-saudariku yang terkasih Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat…
    Tags: dan, yang, kita, dalam
  • 88
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 88
    “Menghadirkan Gereja Yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif Melalui Dialog Ekumenis dan Interreligius." (Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 16 - 17 Januari 2016) Saudari-saudaraku yang terkasih, Seraya mengenang mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta, Bapak Uskup Agung kita yang berpulang ke rumah Bapa, 10 November 2015 yang lalu, kita kembali memasuki Pekan Doa Sedunia (PDS) untuk Kesatuan Umat Kristiani yang…
    Tags: dan, yang, kita, dalam, doa