Cinta Kasih Allah Sungguh Nyata

cinta ekaristi

 

Salam damai Kristus, Menyadari betapa besar cinta kasih Allah kepada kita, umat-Nya yang lemah dan sarat akan dosa sungguh merupakan sebuah refleksi manusiawi yang sangat mendasar dan tak akan pernah terhayati sampai kapanpun.

Sebagai umat ciptaan-Nya, kadang kita tak mampu mengucap rasa syukur atas segala kasih karunia-Nya yang sudah kita terima dan kita alami sepanjang waktu. Sejak bangun tidur, selama kita beraktivitas sepanjang hari, hingga kita kembali tidur dan beristirahat di malam hari. Sebuah proses kehidupan yang sudah menjadi rutinitas,membuat kita kadang lupa menyadari bahwa semua itu bisa terjadi semata mata karena kehendak-Nya! Kesehatan, rejeki, kepandaian, derajat dan pangkat , talenta keahlian dan sebagainya, selayaknya membuat kita semakin mampu memaknai betapa Allah telah begitu mengasihi kita, memberikan ruang bagi kita untuk mampu berbuat semaksimal yang kita inginkan, walaupun tidak setiap orang bisa mendapatkan kesempatan ataupun peluang yang sama, kendati kitapun juga menyadari bahwa Allah itu sungguh maha adil dan maha bijaksana!

Sobat wanita yang berbahagia dimanapun berada, menjadi seorang pengikut Kristus yang setia, tentunya kita semua memahami apa arti dari Ekaristi, dan didalam ber-Ekaristi kita sadar dan merasakan buah-buah iman sebagai pancaran kasih Allah yang telah kita alami dalam hidup sehari hari. Dengan kesadaran seperti inilah seorang murid Kristus selayaknya mampu berbagi dengan sesama, terlebih dengan saudara-saudara kita yang kecil,lemah, miskin, tersingkir dan difabel.

Apalah artinya kita rajin mengikuti perayaan ekaristri kudus setiap hari Minggu, apabila kita tidak memiliki kecenderungan untuk mau peduli dan berbagi dengan sesama , yang berada di sekitar maupun di luar rumah kita, baik seiman maupun tidak seiman? Apakah kita juga tidak menyadari, bahwa apabila kita memberikan sesuatu atau sebagian dari milik kita kepada sesama nantinya akan dilipat gandakan oleh Allah?

Sebagai ilustrasi … seorang ibu, sebut saja Bu Lusi, seorang wanita paruh baya, janda dengan dua anak perempuan, bekerja sebagai pengrajin keramik. Di halaman rumahnya yang cukup luas, banyak sekali terpajang hasil karyanya yang baru setengah jadi maupun yang sudah siap dijual.

Ada kendi, pot bunga, vas, asbak, tempat lilin, guci, celengan dan sebagainya. Memang tidak setiap hari barang dagangannya laku terjual, namun Bu Lusi selalu bersyukur, karena apa yang sudah digelutinya selama ini bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, karena suaminya yang pekerja serabutan sudah meninggal dengan tidak meninggalkan uang pensiun. Sebagai orang Katolik, Bu Lusi dikenal sebagai orang yang taat beribadah dan berjiwa sosial. Ia selalu membuka tangan kepada siapapun yang datang untuk meminta tolong. Pernah suatu kali ada seorang pengusaha dari kota yang akan memborong beberapa puluh pot bunga, dengan harga yang cukup tinggi. Wah… Bu Lusi sangat senang! Ia lalu membungkus pot-pot bunga itu dengan hati-hati agar jangan sampai rusak atau lecet sebelum sampai ke tempat tujuan. Bayangan akan menerima uang jutaan rupiah pun sudah menari-nari dibenak Bu Lusi. Baru sehari transaksi jual beli itu terjadi, beberapa orang tetangganya datang kerumah ,mereka ingin meminjam uang karena salah satu dari anak mereka masuk ke rumah sakit dan harus di operasi karena menjadi korban tabrak lari!

Tanpa berpikir panjang lagi Bu Lusi segera memberikan apa yang mereka inginkan, sama sekali ia tidak pernah berpikir kapan uang itu akan kembali atau kalaupun uangnya tidak akan kembali, ia pun tetap ikhlas dan merelakannya, asalkan nyawa tetangganya yang hidup berkekurangan itu bisa tertolong! Kejadian seperti itu telah berulang kali menimpa Bu Lusi, namun Bu Lusi tetap sabar dan tetap berserah kepada kehendak Bapa . Di dalam doanya, ia selalu ingin berbuat baik dan tetap ingin mengasihi sesama, karena ia sangat sadar bahwa apa yang sudah ia dapatkan adalah pemberian dari Tuhan, dan akan dikembalikan kepada Tuhan lewat orang orang yang ada disekitarnya.

Sobat wanita terkasih, Menjadi orang yang baik memang dambaan setiap orang! Namun menjadi baik saja tidaklah cukup, karena banyak hal yang harus kita lakukan dalam kehidupan “ sementara” di dunia ini. Melalui permenungan kita kali ini, mari kita satukan hati dalam doa agar kita semakin mampu memahami, bahwa Ekaristi: Sakramen Cinta Kasih , harus dapat kita maknai dan kita hayati sebagai perwujudan kasih Allah yang tak terbatas kepada setiap orang.

Mari kita sambut dan kita laksanakan perintah Tuhan untuk berbagai dan peduli dengan sesama kita. Sampai jumpa pada edisi mendatang , semoga segala rencana, kehidupan dan seluruh karya karya kita selalu dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah Bapa Yang Maha Kuasa. Amin !
T UHAN MEMBERKATI **

V. Sri Murdowo

Related Posts

  • 96
      Pembaca LENTERA terkasih, bagaimana kabar anda hari ini ? Semoga semuanya terasa indah dalam naungan dan berkat Tuhan, setiap usaha dan rencana senantiasa berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nah ngomong ngomong nih, apakah anda suka berjalan-jalan ke tepi pantai, memandang birunya laut dengan ombak putih yang berkejaran disertai sejuknya semilir angin…
    Tags: kita, dan, yang, dengan
  • 94
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 91
    PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) Tahun2016 "HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT, YAITU KRISTUS, TUHAN, DI KOTA DAUD" (Lukas 2:ll)   Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia, Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita.…
    Tags: kita, dan, yang