Sekolah Katolik Almamater Gereja

pendidikan katolik 2

Almamater (atau alma mater) adalah istilah dalam bahasa Latin yang secara arti harfiah bermakna “ibu susuan”. Istilah digunakan di kalangan akademik atau dunia pendidikan yang berhubungan dengan sekolah atau perguruan tempat seseorang menimba ilmu atau menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Dalam sejarah perkembangan Gereja Katolik, Sekolah Katolik membawa peran yang penting dalam lahirnya gereja di sebuah wilayah. Dari sejarahnya Gereja Paroki Sragen pun lahir dengan peranan sekolah Katolik sebagai rahimnya.

Kalau kita melihat sejarahnya, bangunan yang sekarang adalah bangunan kelas dan aula SMP Saverius digunakan sebagai tempat Perayaan Ekaristi pada hari Minggu, sebelum bangunan Gereja Paroki Sragen berdiri. Bukan hanya bangunan secara fisik semata, Sekolah SMP Saverius pun melahirkan gereja atau umat paroki Sragen. Banyak alumni dari Sekolah SMP Saverius yang menjadi orang yang berpengaruh di gereja, masyarakat, pemerintahan. Konon kata Saverius ini adalah upaya untuk melokalkan kata Xaverius yang untuk orang Sragen sangat sulit untuk diucapkan.

Namun, kisah hidup Sekolah Katolik tidak selalu indah. Banyak Sekolah Katolik terancam tutup karena berbagai hal yaitu kurangnya murid yang menyebabkan tidak bisa tertutupnya biaya operasional seperti gaji guru, pengembangan SDM, pengembangan sarana dan prasarana. Sekolah Katolik yang mengalami masalah tersebut rata-rata berada di kota kecil.

Mungkin regulasi yang kurang berpihak kepada sekolah swasta terutama Sekolah Katolik membuat minimnya minat calon murid untuk mendaftar di sekolah Katolik. Kurikulum yang berubah-ubah juga menambah beban sekolah untuk dapat mengikuti perkembangan misalnya dari penyediaan saranan dan prasarana belajar mengajar.Jika dibandingkan dengan sekolah Katolik yang berada di kota-kota besar, keadaannya mungkin jauh berbeda.

Sekolah-sekolah tersebut masih dapat bertahan karena mereka berani untuk mengedepankan mutu pendidikan, fasilitas yang lengkap, juga kualitas lulusannya. Namun, terkadang Sekolah tersebut punya kecenderungan untuk tidak ramah dalam urusan biaya SPP, sehingga untuk orang tua murid yang mempunyai pendapatan yang pas-pasan tidak berani untuk menyekolahkan di sekolah Katolik yang favorit tersebut.

.

Menyelamatkan Sekolah Katolik
Sekolah Katolik jangan pernah menanggalkan sisi Kekatolikannya. Jangan pernah menghilangkan tradisi yaitu mengajarkan Iman Katolik terhadap peserta didiknya walaupun agama dan kepercayaan berbeda. Memang hal ini yang menjadi kontroversi dan aturan perundangan-undangan di bidang pendidikan. Dalam hal ini pengedepanan mutu pendidikan harus menjadi tujuan utamanya. Dengan banyaknya prestasi dari sekolah tersebut, mungkin dapat memunculkan minat murid untuk mendaftar.

Sekolah Katolik harus tegas tetapi dengan budaya kasih. Kata-kata ini dapat menggambarkan hiruk-pikuk dunia mengajar di Sekolah Katolik karena mungkin murid-murid yang masuk adalah murid yang punya latar belakang prestasi yang rendah, dan terkadang cenderung nakal. Namun, itulah hakekat dari pendidikan, mengubah yang kasar menjadi halus, mengubah yang kotor menjadi bersih, mengubah yang bodoh menjadi pintar dan berakhlak, dan menjadikan manusia menjadi manusia yang beradab.

Ketegasan dan kasih inilah yang meninggalkan kesan kesan untuk sebagian besar alumni yang pernah bersekolah di sekolah katolik, Pendidikan itu memanusiakan manusia. Peran serta umat juga sangat diharapkan terutama dalam dukungan untuk memasukan anaknya ke sekolah Katolik. Namun, jika orang tua tersebut tidak mau menyekolahkan di sekolah katolik tersebut tentunya juga berfikir tentang adanya kompensasi yang seperti menyisihkan dana untuk membantu keuangan. Banyak pengalaman kalau sekolah katolik dapat hidup karena adanya bantuan dari alumni yang punya hati kepada almamaternya.

Memang butuh kerjasama dari berbagai pihak bukan hanya pengurus sekolah itu sendiri, mungkin Romo Paroki, Dewan Paroki, umat paroki, alumni, dll. Kita harus mencari solusi agar kehidupan sekolah-sekolah Katolik terutama di Paroki Sragen dapat berkembang dan dapat menjadi sarana perwartaan kabar sukacita Injil di dunia.

(Redaksi Lentera)

Related Posts

  • 90
    Jika kita membuka nostalgia masa lalu dekade 80-an, sekolah Katolik merupakan sekolah favorit umat Katolik, sekolah yayasan Katolik terutama yang dikelola oleh biarawan-biarawati mengalami kejayaannya dengan ditandai dengan gedung sekolah yang permanen dan megah, sistem pendidikan yang mengutamakan kedisiplinan, fasilitasnya lengkap, lulusan yang berkualitas, dan mudah mencari pekerjaan, bahkan menjadi kebanggaan masyarakat. Sekolah Katolik tersebut…
    Tags: sekolah, katolik, yang, dan, di
  • 75
    Realita Pendidikan Kita Dunia pendidikan menjadi dunia yang tidak pernah habis dan selesai dari kritik dan gugatan. Beberapa yang sering disorot adalah tentang ketidakberesan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar (KBM), profesionalitas dan kualitas pendidik serta tenaga pengajar, manajemen pendidikan dan pendanaan pendidikan. Salah satu hal lagi, yang sering diperdebatkan adalah tentang minimnya subsidi negara, hingga membuat dunia…
    Tags: yang, sekolah, dan, katolik
  • 68
    (23 Oktober 2016) GEREJA MISIONER, SAKSI KERAHIMAN Saudara dan saudari terkasih, Yubileum Agung Kerahiman, yang sedang kita rayakan, memberikan cahaya terang bagi Hari Minggu Misi Sedunia 2016: Ia mengajak kita untuk merenungkan misi ad gentes sebagai misi besar melalui karya kerahiman, baik rohani dan jasmani. Pada Hari Minggu Misi Sedunia ini, kita semua diundang untuk…
    Tags: dan, yang, untuk