Bebas Yang Bukan Tanpa Batas

Merdeka bukan tanpa batas

 

Pembaca LENTERA terkasih, bagaimana kabar anda hari ini ? Semoga semuanya terasa indah dalam naungan dan berkat Tuhan, setiap usaha dan rencana senantiasa berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Nah ngomong ngomong nih, apakah anda suka berjalan-jalan ke tepi pantai, memandang birunya laut dengan ombak putih yang berkejaran disertai sejuknya semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi?

Penulis percaya pasti pembaca semua sudah pernah mengalaminya, terlepas bagaimana cara kita menikmati suasana dan panorama alam yang begitu indah mempesona, sebagai wujud kebesaran kasih Allah yang begitu agung dan sempurna. Semuanya diciptakan untuk seluruh umat manusia agar kita bisa merasakan kasih-Nya yang nyata dan tidak berkesudahan.

Sambil menikmati indahnya pemandangan alam di tepi pantai, kita bebas melakukan apa saja sesuai yang kita inginkan, misalnya berteriak sepuas-puasnya untuk melepaskan beban pikiran yang terasa sesak menumpuk dalam dada, agar beban yang terasa begitu berat dapat kita singkirkan atau kita hilangkan. Selain itu, kita juga bisa bermain pasir, berenang, bermain ski, memancing, asyik dengan kamera foto, berlarian kesana kemari, ataupun sambil makan minum dan bersenda gurau dengan keluarga tercinta. Semua terasa begitu indah, seolah-olah kita telah benar benar menjadi manusia yang bebas dan merdeka.

Namun, kita harus tetap waspada dan hati-hati, sebebas apapun kita harus tetap mematuhi rambu-rambu maupun tata tertib yang berlaku ditempat tersebut. Kalau kita lengah sedikit saja, kita pasti akan mengalami hal hal buruk yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, seperti tenggelam, terseret ombak, jatuh dari tebing gara-gara asyik berfoto selfi, dan sebagainya. Dengan demikian, bayangan dan rencana indah yang sudah kita susun beberapa waktu sebelumnya akhirnya berbuah mala petaka, menuai musibah yang akan membuat kita merasa sedih, kecewa, dan tentu saja bisa menimbulkan penyesalan yang mendalam.

Pembaca terkasih dalam Kristus, berbicara tentang kemerdekaan dan kebebasan, kita harus menghargai para pendahulu kita yang sudah berjuang sekuat tenaga, berkorban jiwa raga hingga titik darah penghabisan demi mewujudkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Mereka berjuang tanpa pamrih untuk kejayaan ibu pertiwi, walau harus ditebus dengan kematian sekalipun. Maka kita terutama yang masih muda muda, terlebih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, selayaknya kita harus mampu meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa serta mengisi kemerdekaan dengan berbuat sesuatu, yaitu turut ambil bagian dalam pembangunan bangsa dan negara sesuai dengan kemampuan dan talenta yang kita miliki. Namun, ironisnya masih begitu banyak di antara kita yang hanya duduk berpangku tangan, tanpa pernah peduli dengan situasi di sekitarnya, semata-mata hanya ingin mencari kepuasan pribadi, didasari rasa ego yang tidak pernah ada batasnya.

Semoga dengan kesadaran iman kita sebagai pengikut Kristus yang setia, kita semakin mampu bangkit dan memupuk semangat baru, agar sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita akan terus berdoa dan berjuang sejalan dengan tuntutan jaman dan seturut kehendak Bapa.

Semoga dengan semakin bertambahnya usia, bangsa dan negara kita akan semakin maju, selalu dalam naungan dan berkat Tuhan, dijauhkan dari segala cobaan dan kesulitan apapun bentuknya, sehingga para pemimpin bangsa dan rakyat mampu berjuang bahu membahu agar tercipta suasana aman,damai sejahtera, bebas dari kejahatan, tindak kriminal , narkoba, korupsi , pelanggaran HAM, setiap lapisan masyarakat merasa terlindungi hak dan kehidupannya, tak ada KDRT, pelecehan seksual, dan sebagainya, terlebih agar semakin mampu memperjuangkan mereka yang kecil,lemah, miskin, tersingkir dan difabel!

Nah, bagi para bapak ibu, maupun remaja putri yang senang mengikuti kegiatan lomba, misalnya lomba masak memasak ,baik di kampung kampung, di kantor, di daerah dan dimana saja, mudah-mudahan kita tetap semangat untuk terus berkreasi menciptakan ide-ide baru, terus berinovasi dan berimprovisasi, agar hasil masakan atau ciptaan kita mampu memotivasi dan menjadi bahan inspirasi bagi yang lain. Dengan begitu, kita tidak akan pernah merasa berpuas diri, terus menggali potensi diri menuju yang lebih baik lagi.

Mari kita gunakan dan kita ekspresikan kemerdekaan dan kebebasan dengan cara-cara yang benar dan bertangguh jawab, terlebih kita harus berani mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita di hadapan Tuhan. Bagaimana ibu ibu,….. setuju bukan? Sampai jumpa pada edisi berikutnya, salam hangat untuk anda semua dan orang orang terkasih yang ada disamping anda.

V. Sri Murdowo

Related Posts

  • 96
      Salam damai Kristus, Menyadari betapa besar cinta kasih Allah kepada kita, umat-Nya yang lemah dan sarat akan dosa sungguh merupakan sebuah refleksi manusiawi yang sangat mendasar dan tak akan pernah terhayati sampai kapanpun. Sebagai umat ciptaan-Nya, kadang kita tak mampu mengucap rasa syukur atas segala kasih karunia-Nya yang sudah kita terima dan kita alami…
    Tags: kita, yang, dan, dengan
  • 96
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 93
    PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) Tahun2016 "HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT, YAITU KRISTUS, TUHAN, DI KOTA DAUD" (Lukas 2:ll)   Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia, Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita.…
    Tags: kita, dan, yang