Kemerdekaan Memaknai Kebebasan

HUT RI  71

 

Bulan Agustus ini, kita dihadapkan pada peringatan Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Penulis akan sedikit membantu untuk memaknai arti kemerdekaan dalam sebuah tulisan, untuk sedikit memberi arti di Negeri seribu satu mimpi ini.

Betapa banyaknya manusia di negeri ini yang selalu bermimpi akan kebahagiaan, akan tetapi hanya bisa memimpikan itu semua karena kemalasan serta pola pikir negatif yang menggegoroti isi kepala. Dimulai dari lapisan bawah hingga tengah, ketika seorang atau bahkan sekelompok manusia yang kerjanya hanya bisa menyalahkan orang lain bahkan selalu menyalahkan kegagalannya sebagai kegagalan pemimpinnya, sungguh naif, karena kegagalan manusia adalah tanggung jawab setiap masing masing individu yang tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain. Konkretnya adalah demonstrasi besar-besaran yang juga ugal-ugalan, dengan membakar ban, merusak aset pribadi orang lain maupun membakar sarana umum. Dilanjut di lapisan tengah ke atas, yang sebetulnya tidak jauh berbeda brutalnya, hanya saja perlakuannya sedikit lebih elegan dengan pakaian berdasi, memenangkan kampanye dengan berbagai cara, mengumbar janji semata.

Hari Kemerdekaan merupakan momen bersejarah dan momen terpenting bagi suatu bangsa dan negara, termasuk juga bagi Indonesia. Kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang bermandikan keringat, air mata dan darah. Wajar saja jika seluruh masyarakat Indonesia tidak pernah lupa akan hari Kemerdekaan bangsa Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya.

Makna kemerdekaan kadang diartikan berbeda oleh setiap pribadi dan terkadang dinilai sesuai dengan ukuran masing-masing orang yang menafsirkan. Bahkan tidak jarang pula diartikan dengan standart material yang semu. Tentunya masing-masing dari kita bisa saja mengungkapkan sesuai dengan apa yang kita pahami dan kita rasakan sendiri. Bisa jadi merdeka itu ada yang mengartikan seperti yang dirasakan anak-anak kecil di desa atau kampung, yang mengibar-ngibarkan bendera kesana kemari menyambut peringatan 17 Agustus-an.

Serapuh atau segoyah apapun Indonesia sekarang, kita harus bangga karena kita sudah terlahir di bangsa yang besar ini. Kemerdekaan memaknai kebebasan adalah insting alamiah setiap mahluk. Sangat ironi, kalau kemerdekaan setiap manusia kadang dirampok oleh manusia lain yang punya hak Kemerdekaan yang sama.

Rutinitas 17-an telah menjadi tradisi bagi masyarakat, karena selalu diadakan setiap tahunnya. Namun, lomba 17-an merupakan acara yang perlu ditinjau ulang karena kurang memberi inspirasi untuk saat ini. Lomba-lomba yang dilakukan sebaiknya lebih bersifat kolaboratif, dimana lebih mementingkan perjuangan bersama atau gotong-royong. Seperti misalnya lomba memperindah lingkungan tempat tinggal menciptakan karya-karya yang inovatif. Perlombaan tersebut dilakukan secara berkelompok dan sangat cocok bagi generasi muda karena dapat menginspirasi kaum muda, selain itu juga dapat melatih diri mereka untuk dapat bekerja sama dengan siapapun serta dapat membentuk karakter yang lebih baik.

Sudah waktunya Indonesia untuk berubah dari negara menjadi negara yang independen. Indonesia harus mampu berperan dalam beragam penyelesaian masalah di dunia, sehingga tumbuh menjadi anggota masyarkat dunia yang disegani. Makna proklamasi dan mengisi kemerdekaan sekarang ini bukanlah mengenai perjuangan fisik, kekerasan, peperangan lagi, akan tetapi dengan menjaga perdamaian dan menjadi generasi yang lebih baik dan berkarakter. Tentunya banyak pesan dan makna yang bisa diambil dari momen 17 Agustus ini, mengingat banyaknya hal yang memilukan hati yang sedang melanda Ibu Pertiwi, mulai dari masalah Ketuhanan yang terus diperdebatkan ke-Esa-annya-Nya, kemanusiaan yang tidak kunjung adil maupun beradab, bangsa Indonesia yang saling mengoyak dan bertengkar, hikmat kebijaksaan yang tidak lagi di junjung dalam kerakyatan-permusyawarahan, dan langkanya kesejahteraan sosial yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun demikian, beberapa pesan yang bisa dipetik bersama dari acara perayaan ini diantaranya adalah mengenai kekeluargaan, kebersamaan, rasa tolenransi dan saling tenggang rasa.

Kini setelah 71 tahun Indonesia merdeka, apa yang kita lakukan saat in, misalnya bagi pelajar adalah belajar dengan tekun. Dalam bidang olahraga, mengukir prestasi dengan mengumandangkan Indonesia raya dan mengibarkan bendera merah putih dalam kancah Internasional. Dalam dunia wirausaha, semakin sulitnya lapangan pekerjaan dan semakin tingginya kompetisi diperlukan orang dengan kapasitas yang mumpuni. Berwirausaha akan mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik, mengatur segala sesuatu dengan terstruktur, berani ambil resiko, belajar mandiri.

Ani Rahayu

Related Posts

  • 82
    (23 Oktober 2016) GEREJA MISIONER, SAKSI KERAHIMAN Saudara dan saudari terkasih, Yubileum Agung Kerahiman, yang sedang kita rayakan, memberikan cahaya terang bagi Hari Minggu Misi Sedunia 2016: Ia mengajak kita untuk merenungkan misi ad gentes sebagai misi besar melalui karya kerahiman, baik rohani dan jasmani. Pada Hari Minggu Misi Sedunia ini, kita semua diundang untuk…
    Tags: dan, yang, dengan
  • 81
    Saudara-Saudari yang terkasih, Kita patut bersyukur kepada Allah atas rahmat-Nya pada bangsa Indonesia yang majemuk, tersebar di seluruh pelosok tanah air dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemerdekaan yang diraih 72 tahun lalu adalah hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, agama, ras, dan golongan yang secara monumental telah bersatu dan mengokohkan…
    Tags: dan, yang, indonesia
  • 72
    Saudara-saudara terkasih di dalam Yesus Kristus, 1. Kita patut menaikkan syukur ke hadirat Allah dalam Yesus Kristus, sebab atas anugerah-Nya bangsa dan negara kita dapat mengukir karya di tengah sejarah, khususnya dalam upaya untuk bangkit kembali serta membebaskan diri dari berbagai krisis yang mendera sejak beberapa tahun terakhir ini. Anugerah, penyertaan dan bimbingan Tuhan bagi…
    Tags: dan, yang