Bunda Maria, Ratu Rosario

ratu rosaro

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1 : 38)

Pada suatu hari ketika Yesus sedang mengajar orang banyak, disitu ada juga seorang ibu yang sedang mendengarkan ajaran Yesus. Ia begitu tertarik oleh Yesus sehingga ia berteriak, “Berbahagialah ibu yang melahirkan Engkau!” Berbahagialah ibu yang mempunyai anak seperti Yesus. Yesus mendengar pujian itu lalu menjawab: “Ya, berbahagialah ibu itu, tetapi lebih berbahagialah yang mendengar Firman Allah dan melakukannya.” (Bdk Luk 11:27-28)

Bagi Bunda Maria tidak mudah untuk selalu menurut perintah Allah. Yesus anaknya memang dipuji oleh orang banyak tetapi juga dibenci oleh penguasa-penguasa Yahudi. Karena penuh dengan Roh Kudus, Bunda Maria tetap mampu menuruti kehendak Allah.

Sebagaimana Yesus telah memberi penghormatan kepada ibu-Nya karena telah melaksanakan tugas panggilan perutusan, Gereja juga mengajak kita untuk menghormati Bunda Maria atas jasa-jasanya yang begitu besar kepada umat manusia dengan bersedia menerima tawaran Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Yesus Sang Juru Selamat manusia melalui malaikat Gabriel.

Kebaktian kepada Bunda Maria merupakan tanggapan umat beriman terhadap panggilan dan perutusan Bunda Maria berkaitan dengan peranannya dalam misteri penebusan Kristus. Penghormatan (devosi) kepada Bunda Maria pertama-tama ditujukan kepada pribadi Bunda Maria, sedangkan berbagai gambar, patung, tempat suci peziarahan (gua Maria atau taman doa Maria), Rosario, dsb hanyalah sarana penghormatan kepada pribadi Bunda Maria.

Penghormatan kepada Maria juga terlaksana dalam aneka macam bentuk doa dan kegiatan, misalnya doa Salam Maria, Novena, Litani, Rosario, dan aneka ziarah, juga dalam bentuk lagu pujian, lukisan, puisi, dan karya seni dan ada cara lain untuk melakukan penghormatan kepada Bunda Maria yaitu dengan menampilkan Bunda Maria sebagai teladan orang beriman di mana penghormatan seperti itu ikut membantu kita dalam rangka mengikuti Yesus Kristus.

Sejarah panjang devosi kepada Bunda Maria sudah dimulai sejak Gereja Perdana di mana pribadi dan peranan Bunda Maria dihormati. Namun, devosi liturgi kepada Bunda Maria dimulai sekitar abad V sesudah Konsili Efesus (431) yang mengeluarkan ajaran: “Maria sebagai Bunda Allah (theotokos)”. Pada mulanya di Gereja Timur, devosi liturgi kepada Bunda Maria dilaksanakan dengan adanya pesta-pesta peringatan Maria. Di Gereja barat, penghormatan liturgis kepada Bunda Maria mulai ramai pada abad VII. Penghormatan kepada Bunda Maria dengan menggunakan gambar dan patung diperbolehkan Gereja sebab di sana yang terjadi pertama-tama devosi kepada pribadi Bunda Maria dan bukan suatu penyembahan. Ajaran ini diteguhkan Konsili Trente (1823). Dasar pandangan positif Gereja terhadap penghormatan orang Kudus adalah kepercayaan iman akan persekutuan orang Kudus.

Konsili Vatikan II meneguhkan seluruh ajaran tradisional Gereja mengenai penghormatan Bunda Maria bukanlah suatu tindakan penyembahan kepada Bunda Maria, sebab penyembahan hanyalah untuk Allah dan Kristus. Gagasan pokok konsili mengenai penghormatan kepada Bunda Maria adalah iman yang benar dimana melalui iman itu kita dibawa kepada:
a. Pengakuan akan keunggulan Bunda Maria,
b. Penghormatan dan cinta kasih pada Bunda Maria,
c. Seruan dan usaha mencontoh teladan keutamaannya (Bdk LG 67).

.
Hingga hari ini, penghormatan kepada Bunda Maria paling banyak nampak dalam ziarah, novena, dan rosario. Di kalangan umat Katolik, doa Rosario merupakan bentuk devosi kepada Bunda Maria yang cukup populer. Dalam doa Rosario umat beriman merenungkan penebusan Kristus dalam 20 peristiwa sejarah keselamatan sambil mendaraskan doa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, dan Syahadat Para Rasul.

Sejarah awal praktek doa Rosario berawal dari kebiasaan doa di kalangan para rahib di dalam kehidupan monastie zaman dulu. Setelah melalui proses perkembangan yang cukup panjang maka mulai tahun 1475 muncullah di dalam Gereja, tarekat-tarekat religius yang mempopulerkan doa Rosario. Akhirnya Paus Pius V (1566-1572) menetapkan doa Rosario sebagai doa Gereja.

Devosi kepada BundaMaria juga terus berlanjut hingga akhirnya Paus Pius V menentapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari pesta Santa Maria Ratu Rosario. Salah satu peritiwa ajaib yang terbesar yang ikut melatarbelakangi penetapan Bunda Maria sebagai Ratu Rosario adalah peristiwa kemenangan pasukan Kristen dalam pertempuran melawan pasukan Turki. Dalam menghadapi pertempuran ini, Paus Pius V menyerukan agar seluruh umat berdoa Rosario untuk memohon perlindungan Bunda Maria atas Gereja.

.
Doa umat itu ternyata dikabulkan Tuhan. Pasukan Kristen di bawah pimpinan Don Johanes dari Austria berhasil memukul mundur pasukan Turki di Lepanto pada tanggal 7 Oktober 1571. Sebagai tanda syukur Paus Pius V menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari pesta Santa Maria Ratu Rosario. Untuk meningkatkan nilai pesta ini maka Paus Klemens IX (1878-1903) menetapkan seluruh bulan Oktober sebagai bulan Rosario untuk Bunda Maria.

Bulan Oktober bulan Rosario memberi banyak kesempatan kepada kita untuk berterima kasih kepada Bunda Maria atas jasa Beliau. Caranya: selama bulan Oktober kita berdoa Rosario tanpa permohonan apapun selain hanya demi memuji dan berterima kasih atas segala kebaikan Bunda Maria Ratu Rosario. Kita berterima kasih atas segala kebaikan Bunda Maria Ratu Rosario selama ini. Kita patut berterima kasih, memuji, dan menghormati Bunda Maria Ratu Rosario atas jawaban: “Jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu”. Kita bersyukur atas Yesus Kristus sebagai anugerah terbesar yang dibawa Bunda Maria Ratu Rosario kepada kita. Bila ingin berdoa Rosario dengan permohonan pribadi maka sebaiknya kita berdoa pada kesempatan yang berbeda dalam hari itu.

Cara menghayati doa Rosario seperti ini kiranya akan menjadikan kita semakin dekat dengan Bunda Maria Ratu Rosario dan juga dengan Putranya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat berdoa Rosario.

Gabriel Nahak

Related Posts

  • 81
    “ Setiap orang bisa berdoa dengan caranya masing masing, akan tetapi tidak setiap orang mampu memaknai rangkaian kata kata atau kalimat yang diucapkan dalam doa tersebut. Ada yang suka berdoa dengan panjang lebar, namun ada juga yang lebih memilih doa-doa singkat, padat sederhana namun mudah dicerna ! “ Sobat wanita terkasih dalam Kristus ada sebuah…
    Tags: kita, dan, yang, dalam, doa, maria, bunda
  • 75
    Oleh: Ibu Willy - Berdoalah Rosario setiap hari…..berdoa dan berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silih bagi para pendosa…Akulah Ratu Rosario…pada akhirnya hatiku yang tak bernoda akan menang ~ Pesan Bunda Maria dalam penampakan kepada anak-anak di Fatima. Apa itu rosario? Rosario berarti “Mahkota Mawar”. Bunda Maria menyatakan kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mendaraskan…
    Tags: rosario, yang, maria, bunda, doa, kita, dan, dalam
  • 74
    Ngrawoh, LENTERA -  Kamis malam, (7/2) hari itu merupakan malam pertama novena Gua Maria Fatima Ngrawoh putaran kedua. Entah berkah apa yang dicurahkan pada malam itu. Setelah sekian hari tidak ada hujan…hari itu, sejak sore hujan deras mengguyur. Saking derasnya, banyak yang berpikir, khususnya panitia yang ada bahwa bagaimana kalau nanti hujan tidak berhenti juga…
    Tags: yang, maria, dan, bunda, dalam, doa, rosario