Amnesti…

Pintu Kerahiman

Amnesti, kata ini mungkin menjadi topik yang sedang tren saat ini. Kata Amnesti mempunyai arti pengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan oleh kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang yang melakukan suatu tindakan pidana tertentu.

Kalau di Republik Indonesia, pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan program amnesti pajak (Tax Amnesti) yang mempunyai tujuan untuk membuka kesempatan kepada wajib pajak yang menunggak pajak untuk dapat memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan adanya keringanan atau penghapusan hukuman baik itu pengapusan pajak, maupun sanksi administrasi perpajakan. Dengan adanya amnesti tersebut negara akan diuntungkan dengan adanya dana yang digunakan untuk melakukan pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi.

Di Gereja Katolik juga mengeluarkan program amnesti. Gereja Katolik sudah memulai mengeluarkan program amnestinya tahun lalu. Paus Fransiskus menetapkan pada tanggal 8 Desember, yang bertepatan dengan Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda, sebagai awal dari Tahun Yubelium Kerahiman dan berakhir pada 20 November 2016, Hari Raya Kristus Raja Alam Semesta. Dengan adanya Yubileum Kerahiman ini pintu Kerahiman dibuka, Allah yang Maharahim menerima mereka yang mau kembali pada kerahiman Allah dengan cara melakukan Sakramen Rekonsiliasi. Pada tahun Yubileum Kerahiman Allah adalah waktu yang sangat tepat untuk juga mendoakan arwah umat beriman, guna memohon kerahiman Allah. Kalau Tuhan sudah membuka diri untuk menerima para pendosa yang bertobat, tinggal bagaimana sikap kita, yang mungkin punya banyak dosa ini untuk menanggapi sapaan Tuhan ini.

Kerahiman Allah yang sudah kita terima bukan hanya untuk kepentingan diri kita sendiri melainkan dapat kita bagikan kepada sesama kita. Kita dapat meneladan Santa Teresa dari Kalkuta yang menunjukan Kerahiman Allah lewat dirinya. Santa yang dikanonisasi oleh Paus Frasnsikus menjadi santa pada tanggal 4 September 2016 ini merupakan model kesucian yang memberikan dirinya, menjadi garam di dalam kehidupan terutama d di dalam karya misinya.

(http://www.pajak.go.id/amnestipajak)

Related Posts

  • 65
    ROH TUHAN GERAKKAN MISI Saudara-saudari terkasih, Tahun lalu, kita telah merenungkan dua aspek panggilan Kristiani: seruan “keluar dari diri kita sendiri” untuk mendengarkan panggilan Tuhan, dan pentingnya komunitas gerejawi sebagai tempat istimewa di mana panggilan Tuhan lahir, tumbuh dan berkembang. Sekarang, pada Hari Doa Panggilan Sedunia ke-54 ini, saya ingin merenungkan dimensi misioner panggilan Kristiani.…
    Tags: yang, kita, untuk, dengan, ini
  • 64
    Kerahiman Ilahi (The Way of Life) : Tahun kerahiman telah dibuka oleh Bapa Paus Fransiskus pada hari raya Bunda Maria dikandung tanpa noda, 8 Desember 2015, dan akan berakhir pada tanggal 20 November 2016, pada Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, yang menghadirkan wajah kerahiman Allah. Peristiwa iman ini ditandai dengan pembukaan pintu…
    Tags: yang, kita, allah, untuk, kerahiman
  • 62
    Sejak awal mula Tuhan menciptakan manusia di dalam kasih-Nya dan Ia merencanakan agar kita dapat kembali bersatu dengan-Nya di dalam kasih-Nya. Jika pasangan saja mempunyai keinginan untuk selalu bersama, Tuhan yang kasihnya lebih sempurna daripada manusia menginginkan kebersamaan yang sempurna di dalam Surga. Surga di sini maksudnya adalah kebersamaan yang kekal dengan Tuhan (lih. Yoh…
    Tags: kita, di, yang, dengan