Pungutan Liar

pungli

Definisi pungutan liar menurut KBBI atau adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut,. Kebiasaan pungutan liar ini sudah mendarah daging bagi oknum-oknum pelayan masyarakat yang tidak bertanggungjawab di negara kita sehingga menjadi suatu budaya. Entah kapan kebiasaan itu dimulai, tetapi kebiasaan pungli merusak mentalitas dan moralitas dari oknum pelayan masyarakat. Hal yang seharusnya gratis menjadi tidak karena adanya biaya tambahan yang tidak sesuai aturan yang berlaku. Hal yang seharusnya melewati prosedur dan aturan harus menjadi lebih sulit karena adanya pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan. Kita menemukan bahwa bantuan dari ‘pemerintah pusat’ harus berkurang jumlah nominalnya karena ada pungutan di sana-sini. Kebiasaan pungli sendiri dapat tumbuh subur karena masyarakat yang buta dengan aturan resmi yang berlaku tidak melaporkan kecurangan tersebut dan tidak berusaha kritis bertanya apakah pungutan itu resmi atau tidak.

Dalam keadaan yang demikian parahnya, Presiden Joko Widodo mengintruksikan untuk membuat satuan tugas pemberantasan pungli atau lebih dikenal dengan Saber Pungli yang merupakan singkatan dari Sapu Bersih Pungutan Liar. Dalam situs Saber Pungli tersebut, mengajak warga masyarakat untuk melaporkan pungutan liar walaupun itu sekecil apapun. Jadi, pentingnya peran warga masyarakat dalam melaporkan kejadian pungli menjadi ujung tombak dari keberasilan program ini. Mari kita dukung program ini, sehingga kita bisa mengembalikan metalitas dari bangsa Indonesia.

Pada jaman Yesus hidup, pungutan liar bahkan terjadi di Bait Allah. Pada Hari raya Paskah orang Yahudi biasanya orang Yahudi pergi ke Bait Suci untuk melakukan ibadah. Peribadatan pada saat itu adalah dengan memberikan kurban seperti merpati, domba, dan lembu. Orang Yahudi yang beribadat di Bait Allah datang dari segala penjuru, menukarkan uang mereka sebelum mereka dapat membeli hewan kurban. Dalam proses penukaran ini sudah terjadi kecurangan, karena si penukar uang mengambil untung dengan memberikan nominal yang lebih sedikit dari nilai mata uang yang ada. Jika seseorang datang dengan membawa hewan kurban sendiri hewan, pengelola Bait Allah akan memeriksa hewan kurban tersebut, akan tetapi pengelola Bait Allah akan menilai bahwa hewan kurban yang dibawa itu tidak layak untuk dikurbankan sehingga orang tersebut harus membeli hewan kurban yang disediakan oleh pedagang yang telah bekerja sama dengan pengelola Bait Allah.

Saat itu Yesus marah melihat keadaan tersebut. Karena Bait Allah yang harusnya menjadi tempat penyembahan Allah, di mana orang-orang seharusnya mengarahkan hati kepada Allah, malahan diisi dengan orang-orang yang sibuk mencari uang. Jadi Yesus bukan marah karena orang yang berjualan di Bait Allah melainkan marah karena petugas Bait Allah yang mencari untuk dengan melakukan ‘pungutan liar’ secara tidak langsung

Daftar Pustaka

http://saberpungli.id/

http://www.katolisitas.org/faqs/kalau-yesus-tuhan-mengapa-dia-marah/

http://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Luk11:15-26;

https://id.wikipedia.org/wiki/Pungutan_liar

Related Posts

  • 53
    Realitas kita Bagaimana rasanya membenci saudara dalam keluarga tapi anda hidup serumah dengan mereka? Tidak ada rasa hormat pada ayah, sering bertengkar dengan ibu, dan tidak ada rasa kasih sayang pada saudara sendiri. Seperti itulah kira-kira ketika anda hidup di Indonesia, mencari makan dan bergantung pada tanahnya, tapi anda membenci orang-orang sekitar dan pemerintahan yang…
    Tags: yang, tidak, dari, itu, di
  • 50
    Saat tulisan ini dibuat, bersamaan waktunya dengan tahun ajaran baru atau lebih tepatnya saat penerimaan siswa baru sekolah. Ada yang bersuka-cita karena mendapat nilai yang bagus dalam ujian akhir nasional. Namun, dengan gampang kita temukan wajah- wajah yang tertunduk lesu karena nilai ujian yang didapat pas-pasan. Standar penerimaan siswa baru salah satunya memang mensyaratkan adanya…
    Tags: yang, itu, di, tidak
  • 48
    Pesan Yesus kepada para murid: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:19-20). Perintah Yesus itu diberi keterangan waktu: ‘sampai akhir zaman’. Dari…
    Tags: yang, tidak, dengan, di, dari, itu