Kedatangan Yesus: Inspirasi Melawan Korupsi ??

SONY DSC

Kata “korupsi” berasal dari kata dalam bahasa Inggris corrupt, artinya: 1. tidak jujur: menyuap, menyogok; 2. busuk: membusukkan, merusakkan atau kerusakan (moral), memperburuk; 3. salah.

Adapaun “ketidak-jujuran” itu bisa menjelma dalam perkataan maupun perilaku atau perbuatan. Kata dan perbuatan tidak jujur itu misalnya: menipu atau berdusta, berbohong (melanggar perintah ke-8), mencuri (melanggar perintah ke-7), mengambil yang bukan haknya (melanggar perintah ke-10), membuat neraca palsu (mengurangi timbangan), Jw: ‘ngunthet’. Dalam Kitab Suci bahkan disebutkan ada guru palsu, Mesias palsu, nabi palsu, nubuat palsu, rasul palsu, sumpah palsu dan saksi palsu (mengingkari – Jw: mungkir).

Korupsi atau tindakkan corrupt sudah terjadi dan menjadi dosa sejak manusia pertama. Ketidak-jujuran adalah salah satu dari akar dosa; dan itulah yang menyebabkan manusia diusir atau dikeluarkan dari Firdaus. Karena ketidak-jujuran, manusia jatuh ke dalam dosa yang menyebabkan kehilangan martabatnya sebagai citra Allah dan berada dalam status atau keadaan ‘tidak selamat’. Kondisi ini tidak bisa dipulihkan oleh manusia selain oleh Allah sendiri.

Dalam Injil perkataan bohong atau pengingkaran yang sangat terkenal adalah ketika Petrus menyangkal Yesus bahkan sampai tiga kali. Begitu terkenalnya kisah itu sampai keempat penginjil menuliskannya. Petrus menyangkal atau mengingkari (Jw: mungkir) bahwa ia murid Yesus (Mat 26:69-75; Mrk 14:66-72; Luk 22:56-62; Yoh 18:15-18, 25-27).

Kisah kebohongan lain dalam Kitab Suci Perjanjian Baru yang juga sangat terkenal adalah kisah Ananias dan istrinya Safira (Kis 5:1-11). Dalam kisah ini bahkan dikatakan bahwa Ananias dan Safira mendustai Roh Kudus.

Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.” Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Karena perbuatan corrupt manusia pertama, selanjutnya dalam Kitab Suci dikisahkan bahwa dosa itu menular. Dalam kisah Kain dan Habel dosa corrupt itu makin berkembang. Makin banyak manusia makin banyaklah perbuatan corrupt itu dilakukan. Akibatnya manusia binasa.

Kendati demikian Allah tidak membiarkan manusia binasa. Karena manusia tidak bisa memulihkan keadaaannya sendiri maka Allah mulai mengutus utusan-utusannya agar manusia dipulihkan kembali martabatnya dan dapat kembali masuk firdaus. Puncak dari karya penyelamatan Allah itu terjadi ketika mengutus Yesus Kristus, Putra-Nya.

“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.” (Ibr 1:1-3)

Korupsi” banyak diartikan dalam pengertian yang sempit yakni menggunakan uang negara untuk memperkaya diri atau menerima suap berupa uang dalam mengurus suatu perkara entah itu perizinan, perkara pengadilan, pelayanan publik, dll. Pemberantasan korupsi lebih menitikberatkan pada kasus-kasus yang berkaitan dengan penyalahgunaan uang.

Dari Surat kepada orang Ibrani di atas menjadi jelas bagi kita bahwa kedatangan Yesus mengembalikan martabat manusia yang binasa akibat perbuatan corrupt, bukan hanya dalam pengertian yang sempit, tetapi dalam pengertian yang paling hakiki. Maka kedatangan Yesus bukan sekedar memberi inspirasi untuk ‘melawan’ korupsi, tetapi bahkan menjadi dasar ‘pembrantasan’ korupsi sampai pada akar-akarnya. Di dalam Yesus yang ada hanyalah kebenaran, karena Yesus bersabda: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6). Logikanya orang-orang yang menjadi murid-murid Yesus seharusnya berlaku seperti Sang Guru, Sang Kebenaran, berlaku benar. Di dalam Yesus kebenaran adalah nilai mutlak, kejujuran adalah nilai yang tidak bisa ditawar lagi, kejujuran (baca tidak corrupt) adalah harga mati.

Robertus Hardiyanta, Pr
Pastor Paroki Sragen

Related Posts

  • 65
    Gereja adalah tanda kehadiran Allah yang berziarah dalam sejarah manusia, dan dengan demikian hadir dan bergumul dalam persoalan-persoalan kemanusiaan di tengah dunia. Sesuai yang menjadi gambaran awal dari Konstitusi Gaudium et Spes art. 1, bahwa segala kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman ini, terutama mereka yang menderita adalah kegembiraan, harapan, duka dan kecemasan…
    Tags: yang, dan, manusia, adalah, allah, dalam
  • 64
    PESAN PAUS BENEDIKTUS XVI HARI MINGGU DOA PANGGILAN SEDUNIA KE-46 3 Mei 2009 PANGGILAN : INISIATIF ALLAH DAN JAWABAN MANUSIA Saudara-saudariku terkasih, Bertepatan dengan Hari Doa untuk Panggilan Sedunia yang akan berlangsung pada Hari Minggu ke-4 Masa Paska, tanggal 3 Mei 2009, izinkanlah saya mengajak seluruh umat kristiani untuk merenungkan tema: Panggilan, Inisiatif Allah dan…
    Tags: yang, dan, dalam, allah, manusia
  • 61
    Korupsi merupakan kejahatan moral yang mendatangkan banyak kerugian sprirituil maupun materiil. Maka dalam Seruan Pastoral tentang korupsi para Waligereja Indonesia mendesak dihentikannya korupsi: “Stop Korupsi!” SERUAN PASTORAL KWI 2016 STOP KORUPSI: Membedah dan Mencegah Mentalitas serta Perilaku Koruptif Segenap Umat Katolik terkasih, Sidang KWI 2016 yang diawali dengan Hari Studi para Uskup yang juga diikuti…
    Tags: yang, korupsi, dan, tidak, dalam, di, dari