Menapaki Tahun Baru 2017 Dengan Hati Yang Merdeka

Foto Penulis Renungan Januari 2017

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu”
- Mat 5:39 -

.
Kalau kita berbicara tentang kata ‘merdeka’ tentu kita akan selalu teringat akan beliau Bapak Ir. Soekarno dan Bapak Dr. H. Mohammad Hatta yang telah menghantar kita membuka gerbang pintu kemerdekaan bagi bangsa Indonesia di tahun 1945 setelah bertahun-tahun dijajah oleh bangsa asing. Bangsa Indonesia dapat terlepas dari belenggu ketidaknyamanan hidup di negeri sendiri. Terbayang di benak hati saya bagaimana suasana kehidupan pada waktu itu yang sungguh-sungguh dirasa tidak menyenangkan hati.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti merdeka yaitu 1. bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri, 2. tidak terkena atau lepas dari tuntutan; 3. tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa. Namun terlepas dari semua itu, di sini saya akan mencoba memahami arti kata merdeka itu sendiri yang berhubungan dengan rasa, karsa hati atau perasaan diri kita sendiri dengan harapan sedikit atau banyak dapat menjadi inspirasi sebagai bahan renungan bagi kita semua dalam menapaki tahun 2017.

Hati yang merdeka menurut pendapat saya adalah perasaan lega, bebas tanpa tekanan apapun baik dari luar atau bahkan tekanan dari dalam diri kita sendiri, berani melawan ketidakjujuran, berjiwa sosial, tetap bersemangat dan selalu bersyukur atas segala rahmat Tuhan yang dilimpahkan kepada kita.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengasihi Allah dan sesama kita umat manusia (bdk. Matius 22:37-39). Setiap orang memiliki sikap atau perilaku yang berbeda namun manusia diciptakan melebihi mahkluk yang lainnya ciptaan Tuhan dengan diberi akal dan pikiran.

Kita dapat merasakan bahwa di dalam hati atau perasaan kita ada sisi yang baik dan sisi yang tidak baik tergantung kita sendiri bagaimana mengelolanya. Kalau kita ingin hati yang merdeka terlepas dari segala sesuatu apapun yang menjadikan kita merasa tidak nyaman, kita harus berusaha melewatinya dengan cara lebih bersabar hati dan tetap bersyukur menerima apapun yang baik ataupun yang tidak baik. Sulit memang dirasakan diperlakukan tidak baik harus diterima sebagai sesuatu yang baik. Sabda Tuhan Yesus dalam Injil Matius (Mat5:39): Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Juga di dalam Injil Matius (Mat5:43-44): “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Namun semuanya itu bila kita mau melaksanakannya dengan seberat apapun perasaan kita akan menjadi lega. Berbuat baik kadang atau bahkan sering dipersalahkan dan menimbulkan banyak musuh. Sebagai contoh: tidak mau diajak melakukan perbuatan tercela atau hanya mengingatkan teman untuk berhenti berbuat tidak baik.

Marilah, kita bersama di tahun 2017 ini, kita berani mengambil sikap yang merdeka baik di dalam lingkup berkeluarga, di dalam lingkup kehidupan bermasyarakat juga di dalam lingkup pekerjaan kita dengan cara berani melawan ketidakjujuran dengan segala resiko apapun. Secara hitungan tahun 2017 akan menghasilkan angka atau nilai 10 bila masing-masing bilangan 2,0,1 dan 7 kita jumlahkan. Kita semua mengerti nilai 10 adalah nilai terbaik. Sudah saatnya kita berusaha memperoleh nilai yang terbaik untuk hati kita yang merdeka. Walaupun di tahun 2017 pada akhirnya nanti belum sampai ke nilai 10 setidaknya kita sudah berusaha untuk dapat mencapainya. Yang utama adalah kita dapat senantiasa menjaga perilaku kita dimanapun kita berada. Bila kita sebagai seorang ayah jadilah ayah yang baik, bila kita sebagai ibu jadilah ibu yang baik, bila kita sebagai seorang guru atau pegawai jadilah guru atau pegawai yang baik dan bila kita sebagai seorang pemimpin jadilah pemimpin yang baik. Kita percaya Tuhan Yesus selalu menyertai kita dan kita percaya segala sesuatunya akan indah pada waktunya. Selamat Menapaki Tahun Baru 2017. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Theresia Endang Joko Siswanto

Related Posts

  • 86
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 79
    PESAN NATAL BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) Tahun2016 "HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT, YAITU KRISTUS, TUHAN, DI KOTA DAUD" (Lukas 2:ll)   Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia, Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita.…
    Tags: kita, dan, yang
  • 77
    “JANGAN TAKUT, AKU BESERTAMU: KOMUNIKASIKAN HARAPAN DAN IMAN” Akses yang mudah dan terbuka pada media komunikasi—berkat kemajuan teknologi—memungkinkan banyak orang berbagi berita secara langsung dan menyebarkannya secara luas.Berita yang disebarkan ini bisa baik atau buruk, benar atau salah (hoax). Umat Kristen awal membandingkan pikiran manusia seperti mesin penggiling; terserah si pekerja mau menggiling apa: entah…
    Tags: yang, dan, kita, baik