Resolusi Tahun Baru

RESOLUSI

Kata resolusi menjadi kata yang tren ketika mulai menapaki tahun yang baru. Resolusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, resolusi mempunyai arti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah/sidang), resolusi bisa berupa pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.Menurut laman situs wikipedia org, resolusi tahun baru adalah suatu janji melakukan tindakan perbaikan diri mulai di tahun yang baru. Dalam penjelasan lebih lanjut di dalam situs wikipedia org, adalah adanya pandangan agama yang telah menerapkan pembuatan resolusi di tahun yang baru seperti umat Yahudi yang merenungkan kesalahan yang telah diperbuat sepanjang tahun. Tradisi resolusi Tahun Baru ini sendiri sebenarnya berawal dari praktik puasa pra-Paskah yang dilakukan oleh umat Katolik.

Apapun resolusi atau janji yang saudara-saudara rencanakan pada awal tahun ini adalah sesuatu yang ingin dicapai dan dapat diperoleh dengan motivasi dan usaha yang nyata agar resolusi tersebut dapat terwujud. Semangat yang sama seperti yang dilakukan ketika kita melakukan pantang dan puasa saat pra-Paskah. Memperbarui diri dengan pertobatan.

Tahun ini, Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen akan merayakan ulang tahun yang ke 60. Usia 60 tahun adalah usia yang cukup matang untuk seseorang. Pada saat usia 60 seseorang sudah matang dalam segala hal baik cara berfikir, cara bertindak, dan terutama kedewasaan. Pada usia ini, seseorang mulai menikmati hasil dari kerja keras yang dilakukannya selama ini. Seseorang sudah pensiun dan menikmati hari tuanya. Namun, dalam usia 60 pula seseorang menjadi sangat rentan terserang penyakit. Mulai dari penyakit yang ringan seperti daya tahan tubuh yang menurun, beser, gangguan tidur, sampai pada penyakit yang berisiko kematian seperti jantung, kanker, stroke, dll.

Apa makna ulang tahun ke 60 bagi sebuah paroki? Pertanyaan inilah yang perlu kita renungkan. Apakah paroki kita tercinta ini sudah mencapai kepada tahap kedewasaan iman? Apakah kita warga paroki juga sudah ikut terlibat di dalam perwartaan iman sehingga umat paroki menjadi lebih dewasa secara iman, atau kita hanya menjadi komentator saja?

.
Sedikit mengingatkan tentang Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (ARDAS KAS) 2016-2020 yang ditetapkan pada 8 Desember 2015 yang mempunyai rumusan: “Membangun Gereja Yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif; Demi Terwujudnya Peradaban Kasih Di Indonesia Dalam Wajah Kerahiman Allah.” Pertanyaannya apakah rumusan di atas hanya menjadi slogan kita sebagai orang Katolik atau rumusan ini dapat kita usahakan dan kita wujudkan.

Di samping itu, kalau kita melihat yang apa yang terjadi di Indonesia, tampaknya ke-Bhineka Tunggal Ika-an Indonesia sedang dirong-rong dan ingin diruntuhkan. Namun dengan semangat RIKAS di atas, semangat kebhinekaan itu bisa kita jaga. Gereja yang semakin inklusif berkerja sama dengan semua orang yang bekehendak baik dalam membangun Indonesia. Dengan kedewasaan, kita bisa menanggapi isu-isu perpecahan bukan dengan melawannya melainkan menggunakan cara kasih.

Tahun ini pula, hajatan besar Asian Youth Day (AYD) ke-7 dilaksanakan di Keuskupan Agung Semarang. Dengan tema “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia.” Tema ini di ambil karena gereja Katolik di Asia hadir di tengah masyarakat yang memiliki tingkat keanekaragaman budaya, agama atau masyarakat multikultur, secara khusus di Indonesia. Secara tidak langsung orang muda se Asia yang hadir ingin belajar bagaimana merawat keaneragaman budaya dari Negara Indonesia yang multikultur. Bagaimana kita tidak bangga karena kita memiliki banyak kebudayaan, banyak suku, banyak bahasa daerah. Rasa bangga itu harus kita rawat dan kita jaga agar jangan sampai Indonesia ke-Bhineka Tunggal Ika-an ini rusak.

Mari kita tanggapi segala apa yang terjadi di tahun 2017 ini dengan penuh pengharapan. Mari kita menjadi orang Katolik yang beriman dengan cerdas, tangguh, misioner, dan visioner.

Tim Redaksi LENTERA

Related Posts

  • 83
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di
  • 82
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 81
    Sejak awal mula Tuhan menciptakan manusia di dalam kasih-Nya dan Ia merencanakan agar kita dapat kembali bersatu dengan-Nya di dalam kasih-Nya. Jika pasangan saja mempunyai keinginan untuk selalu bersama, Tuhan yang kasihnya lebih sempurna daripada manusia menginginkan kebersamaan yang sempurna di dalam Surga. Surga di sini maksudnya adalah kebersamaan yang kekal dengan Tuhan (lih. Yoh…
    Tags: kita, di, yang, dan, dengan