VALENTINE’S DAY: Kasih Tanda Pengenalan Manusia Akan Allah

gil

Salah satu hal yang menarik di bulan Februari, khususnya bagi orang-orang muda adalah adanya Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Dari situs katolisitas-indonesia diperoleh keterangan tentang Santo Valentinus dan sejarah Hari Valentine sbb.

Tentang Santo Valentinus
Ada 2 orang Santo di dalam Gereja Katolik yang bernama Valentinus, yaitu St. Valentinus dari Terni dan St. Valentinus Roma. St. Valentinus yang pertama adalah seorang Uskup yang berasal dari kota bernama Terni yang terletak sekitar 60 mil dari kota Roma. Ia ditahbiskan menjadi Uskup Terni oleh Paus St. Viktor I sekitar tahun 197 M. Atas perintah Prefek Plasidus, ia ditangkap, didera, dan dipenggal kepalanya, dalam masa penganiayaan Kaisar Klaudius II.

St. Valentinus yang kedua adalah seorang Imam Katolik dan dokter yang berasal dari kota Roma. Ia bersama seorang awam berkeluarga yang sekarang sudah dianggap sebagai Santo oleh Gereja Katolik yaitu St. Marius, menolak dekrit Kaisar Klaudius II yang melarang pernikahan di Romawi selama peperangan.

Mereka berdua pun berinisiatif menikahkan banyak pasangan. Namun inisitatif mereka diketahui oleh Kaisar Klaudisius dan akhirnya mereka kemudian ditangkap dan dipenjarakan. Mereka selanjutnya dijatuhi hukuman mati dengan disiksa, hingga akhirnya dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari 269 di Via Flaminia. Paus Santo Julius I dilaporkan membangun sebuah gereja dekat Ponte Mole untuk mengenang St. Valentinus dari Roma ini. Relikui St. Valentinus dari Roma saat ini berada di Gereja Santo Praxedes. Dia menjadi martir pada tanggal 14 Februari tahun 269. Setelah itu Paus Gelasius I (496 M) secara resmi menetapkan Pesta St. Valentinus yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Beberapa orang bingung mengenai siapa yang dimaksud oleh Paus Gelasius I, karena St. Valentinus dari Terni dan St. Valentinus dari Roma mempunyai nama yang sama dan di lain pihak karena hidup pada masa pemerintahan Kaisar Klaudius II yang juga mengalami kemartiran di tempat yang sama, Via Flaminia.

Sejarah Hari Valentine
Beberapa orang ada yang mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara St. Valentinus dengan Hari Valentine kecuali ada fakta tertentu bahwa St. Valentinus yang hidup pada abad ke-3 menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Pada tanggal 14 Februari, di kota Roma ada sebuah tradisi di mana para laki-laki menarik undian dari sebuah wadah yang besar, yang berisi nama para wanita yang akan menjadi pasangan mereka dalam berbagai bentuk perayaan pada tanggal tersebut, untuk menghormati dewi cinta Romawi yang bernama Februata Juno. Pada masa itu beberapa Imam Katolik mengutuk kebiasaan tersebut karena apa yang mereka lakukan tersebut tentu saja dalam bentuk penyembahan berhala. Salah satu Imam Katolik yang terlibat dalam hal ini (menentang) adalah St. Valentinus.

Pada masa itu pula, bangsa Romawi terlibat dalam banyak peperangan, sehingga Kaisar Klaudius II menarik banyak pria-pria Romawi untuk bergabung dalam medan pertempuran. Banyak dari pria-pria ini tidak mau meninggalkan kekasih yang mereka cintai. Hal ini membuat Kekaisaran Romawi sulit untuk merekrut tentara.

Kaisar Klaudius II pun akhirnya murka dan memerintahkan ke seluruh daerah bahwa tidak boleh ada lagi upacara pernikahan, sehingga ada seorang Imam yang bernama St. Valentinus yang merasa kasihan kepada pasangan-pasangan yang dipaksa untuk berpisah. Pada suatu hari, St. Valentinus dengan diam-diam menyatukan sebuah pasangan dalam suatu janji suci perkawinan; dan segera terjadi banyak pernikahan di Roma, seolah-olah dekrit kaisar di atas tidak pernah dikeluarkan. Akhirnya berita ini sampai ke telinga otoritas romawi. St. Valentinus pun lalu dijatuhi hukuman mati. Ia dipenjara, dipukul beramai-ramai, kemudian dilempari batu lalu dipenggal kepalanya di Via Flaminia.

Hari Valentine kini telah menjadi tradisi, khususnya bagi kaum muda di berbagai belahan dunia untuk saling mengungkapkan kasih sayang dengan saling memberikan hadiah, ada yang dalam bentuk kartu ucapan (sekarang dalam bentuk kartu elektronik), dalam bentuk makanan, terutama coklat, dan bahkan dalam trend akhir-akhir ini juga memberikan hadiah berupa perhiasan.

Dalam perkembangan selanjutnya tradisi Hari Valentine juga menjadi kesempatan bagi keluarga maupun orang-orang yang mempunyai relasi khusus untuk saling menyatakan ungkapan kasih dengan saling memberikan hadiah.

Kasih, sebagai inti atau pokok ajaran Yesus bagi para murid-Nya bersifat universal dan tidak dibatasi oleh sekat-sekat kehidupan kelompok tertentu, etnik, bangsa maupun agama tertentu. Kasih adalah sifat Allah sendiri. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:8). “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yoh 4:16).

Harapannya adalah bahwa ke depan tidak ada lagi entah fatwa atau bentuk larangan tertentu untuk merayakan Hari Kasih Sayang ini karena dianggap sebagai hari perayaan orang kafir. Semua orang terlahir karena kasih dan dipanggil untuk saling mengasihi. Orang yang tidak mempunyai kasih adalah orang yang tidak mengenal Allah (kafir yang sesungguhnya).

Robertus Hardiyanta, Pr

Related Posts

  • 66
    SURAT GEMBALA PRAPASKA 2017 KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG "Kasih Setia Allah Meneguhkan Kita Menjadi Pelopor Peradaban Kasih " Saudari-saudaraku yang terkasih, Di tengah-tengah situasi sosial politik kemasyarakatan yang mewarnai penyelenggaraan Pilkada Serentak di beberapa daerah, dan dalam upaya mengamalkan Pancasila dalam masyarakat yang berbhineka, kita memasuki masa Prapaskah. Selama masa Prapaskah, kita ingin meneguhkan hidup beriman…
    Tags: yang, dan, kasih, dalam, allah, tidak
  • 62
    “MENGHAYATI PENDERITAAN SEBAGAI SARANA PEMURNIAN SPIRITUALITAS HIDUP” Ngrawoh (LENTERA) - Merenungkan tentang spiritualitas penderitaan adalah permeenungan yang diangkat dalam Novena II, putaran V di Taman Doa Maria Fatima Ngrawoh, Kamis (05/3). Perayaan Ekaristi Novena malam itu dipimpin oleh Romo Robertus Budi Haryanto,Pr, dan petugas liturgi dari wilayah Yulius Jenawi. Meskipun sejak sore, hujan mengguyur wilayah Sragen dan…
    Tags: yang, adalah, allah, dalam, dan, untuk, di, kasih, ada
  • 61
    11 Februari 2010 Saudara-saudari terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-18  dirayakan di Basilika Vatikan pada tanggal 11 Februari  dengan liturgi peringatan Bunda Maria dari Lourdes. Selain bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Lembaga Dewan Kepausan untuk Tenaga Pelayanan Kesehatan (DKTPK) alasan lain adalah untuk bersyukur kepada Tuhan atas pelayanan DKTPK selama ini di bidang pastoral pelayanan…
    Tags: yang, dan, untuk, dalam, di