Aku Pelopor Peradaban Kasih

renungan

Konon, hiduplah suatu batu yang sangat besar dan kuat. Dengan kekuatannya sang batu sangat menyombongkan dirinya, dan berkata bahwa tidak akan ada yang dapat menghancurkannya.

Kemudian datanglah si besi, mencoba untuk menghancurkannya. Dengan sekuat tenaga si besi mencoba membentur-benturkan badannya pada batu tersebut, tapi hasilnya nihil. Batu itu tidak pecah, bahkan si besi menjadi bengkok. Si besi mundur dan tampillah si api. Dengan kekuatan panasnya, api tersebut mencoba membakar dan melelehkan batu tersebut, tapi hasilnya sia-sia. Batu itu tetap berdiri dengan kokohnya.

Setelah besi dan api menyerah, lalu datanglah air. Ia datang dalam bentuk tetesan-tetesan yang jatuh tepat di atas batu itu. Si batu itu hanya tertawa, “bagaimana mungkin kau dapat mengalahkanku, kau hanya tetesan air!” tetapi air itu tetap menetes, satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun dan sampai bertahun-tahun lamanya. Kini si batu sudah tidak bisa menyombongkan diri lagi, karna batu tersebut telah berlubang akibat dari tetesan air yang terus menerus.

Kisah yang luar biasa! Apa yang membuat air itu dapat mengalahkan batu? Ya, karna ia tekun dan penuh kasih. Namun, faktanya dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit anak-anak Tuhan yang tidak bisa menikmati keberhasilan mencapai visi yang Tuhan berikan bukan karna kurang kemampuan melainkan akibat kurang tekun dan kurang penuh kasih.

Seperti halnya Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS) tahun 2016-2030 yang mencita – citakan terwujudnya peradaban kasih di bumi Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman. Apa yang dicita-citakan ini menjadi gerak seluruh umat Allah KAS sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban umat beriman.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika dalam rangka pendalaman APP 2017 kita perlu mendalami RIKAS tersebut agar apa yang menjadi cita-cita gereja KAS menjadi semakin nyata dalam kehidupan peradaban kasih. Kasih adalah hukum utama dalam kehidupan umat beriman Kristiani. Dasarnya pun jelas yaitu ajaran Yesus sendiri. Ketika ditanya soal hukum mana yang terutama dalam hukum taurat, Yesus menegaskan bahwa hukum yang utama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri (bdk Matius 22 : 34-40).

Gerakan APP yang sudah dibangun sejak tahun 1970 kiranya menjadi sarana untuk membangun kesalehan hidup dan pertobatan melalui olah rohani dan laku tapa yaitu pantang dan puasa. Seperti halnya yang digemakan di KAS, mengajak seluruh umat agar beriman dengan cerdas, mendalam, tangguh, misioner dan dialogis di tengah-tengah tantangan zaman yang semakin maju. Lalu, apa yang menjadi “goal” atau target kita saat ini? Ingatlah bahwa goal atau target yang besar tentunya membutuhkan waktu, disiplin dan kesadaran tinggi. Kerja keras kita mesti dibarengi dengan ketekunan. Kita juga harus tahan menghadapi cobaan, tidak mudah putus asa dan patah semangat. Bersikap tenang dalam menanti janji-janji Tuhan. Bersabarlah akan ada waktunya. Cepat atau lambat, janjinya akan menjadi nyata.

Dan untuk tahun 2017 tema APP adalah “Aku Pelopor Peradaban Kasih”. Dari tema ini kemudian direnungkan dalam lima kali pertemuan, yaitu: pertemuan I: Aku dikasihi Tuhan, berkaitan dengan iman (Ketuhanan Yang Maha Esa). Pertemuan II: Kasihilah Sesamamu, berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan, sila ke 2. Pertemuan III: Berbeda Disatukan Dalam Kasih, ini bisa menjadi wujud nilai-nilai persatuan dan persaudaraan (sila ke 3). Dan pertemuan IV: Kasih Dalam Kepedulian dilanjut pertemuan V: Kasih dan Semangat Berbagi, bisa menjadi wujud nilai-nilai keadilan sosial. Dalam rangka mewujudkan RIKAS, apa yang didalami pada setiap pertemuan diharapkan menjadi usaha perwujutan konkret kesejahteraan, keberimanan dan kebermartabatan.

Ani Rahayu

Related Posts

  • 77
    APP 2017: MENJADI PELOPOR PERADABAN KASIH “Meski panas terik matahari menyengat, tak membuat para aktivis perdamaian dan persaudaraan lintas agama ini menyerah dalam menyampaikan niat dan amanat. Silih berganti mereka menyampaikan orasi damai. Lukas Awi Tristanto, misalnya, mengajak masyarakat untuk terus berjuang melawan setiap diskriminasi. Para hadirin dan masyarakat dibuat terpana penuh haru saat Ellen…
    Tags: dan, yang, kasih, dalam, dengan
  • 71
    Saudara-saudara terkasih di dalam Yesus Kristus, 1. Kita patut menaikkan syukur ke hadirat Allah dalam Yesus Kristus, sebab atas anugerah-Nya bangsa dan negara kita dapat mengukir karya di tengah sejarah, khususnya dalam upaya untuk bangkit kembali serta membebaskan diri dari berbagai krisis yang mendera sejak beberapa tahun terakhir ini. Anugerah, penyertaan dan bimbingan Tuhan bagi…
    Tags: dan, yang, dalam
  • 70
    “Satu hati bagi bangsa mewujudkan Peradaban Kasih di Indonesia” Dibacakan/diterangkan pada Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga; Sabtu-Minggu, 13 - 14 Agustus 2016   Saudara-saudariku umat Katolik Keuskupan Agung Semarang, Para Pejuang Senior, Veteran, dan sahabat-sahabat muda yang penuh semangat: SALAM BAHAGIA, karena kasih dan kemerdekaan yang Tuhan berikan bagi kita. SALAM PERJUANGAN…
    Tags: dan, yang, dalam