Makna Lambang Uskup Agung Semarang Ke-6 (Mgr. Robertus Rubiyatmoko)

logo uskup kas

Lambang Uskup Agung Robertus Rubiyatmoko adalah perisai yang terbagi menjadi tiga bagian: dua bagian di atas, kiri dan kanan, dan satu bagian besar di bawah. Di bagian atas sebelah kiri, dengan latar belakang biru, adalah sebuah gunung dengan warna putih, dan sebuah bintang bersudut enam berwarna kuning keemasan di atasnya. Gunung ini melambangkan tempat kelahiran beliau, di sebuah daerah pertanian yang subur, dengan pemandangan Gunung Merapi di sebelah utaranya.

Gambar bintang di atas gunung melambangkan Allah, pencipta alam semesta. Di bagian atas sebelah kanan, dengan latar belakang merah, adalah sebuah neraca berwarna kuning keemasan, lambang untuk profesi hukum, yang merupakan bidang keahlian Bapa Uskup Agung.

Di bagian bawah perisai, dengan latar belakang warna kuning keemasan, adalah Anak Domba Paskah berwarna putih, yang berdiri menghadap ke kiri dengan kepala menoleh ke kanan. Pada bagian kepala Anak Domba Paskah ini terdapat lingkaran kemuliaan berwarna putih dengan salib merah di tengahnya. Sang Anak Domba mengapit dengan kaki kanan depannya sebuah tiang bendera berujung salib dengan bendera Salib Santo Georgius warna merah di atas kain warna putih. Anak Domba Paskah yang mengapit bendera ini adalah lambang Kristus yang telah mengalahkan maut dan bangkit dengan jaya untuk menyelamatkan umat manusia. Anak Domba yang kudus ini juga adalah lambang iman, ketidakberdosaan, keberanian, kelembutan, kemurnian, dan semangat yang teguh.

Di atas perisai ditempatkan sebuah galero atau topi khas klerus berwarna hijau, dengan 10 jumbai pada masing-masing sisinya. Di bagian tengah belakang perisai adalah sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan, dengan dua palang mendatar. Galero hijau dengan 10 jumbai berikut salib pancang dengan dua palang mendatar ini merupakan penanda bahwa sang empunya lambang adalah seorang uskup agung.

Akhirnya, di bagian bawah perisai terdapat pita berwarna kuning keemasan, bertuliskan motto penggembalaan Uskup Agung Robertus Rubiyatmoko dalam Bahasa Latin: *“Quærere et Salvum Facere”, yang artinya “Mencari dan Menyelamatkan” (Luk 19:10)*.***

Syalom dan Berkah Dalem,
Tim Dokumentasi & Publikasi Tahbisan Uskup 2017

Related Posts

  • 53
    (23 Oktober 2016) GEREJA MISIONER, SAKSI KERAHIMAN Saudara dan saudari terkasih, Yubileum Agung Kerahiman, yang sedang kita rayakan, memberikan cahaya terang bagi Hari Minggu Misi Sedunia 2016: Ia mengajak kita untuk merenungkan misi ad gentes sebagai misi besar melalui karya kerahiman, baik rohani dan jasmani. Pada Hari Minggu Misi Sedunia ini, kita semua diundang untuk…
    Tags: dan, yang, dengan
  • 52
    16 MEI 2010 Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan  Sabda   Saudara dan Saudariku Terkasih, 1.   Tema Hari Komunikasi Sedunia tahun ini - Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan  Sabda- disampaikan bertepatan  dengan  perayaan Gereja tentang Tahun Imam.  Tema ini memusatkan perhatian pada komunikasi digital, suatu bidang pastoral…
    Tags: yang, dan, dengan, di
  • 50
    11 Februari 2010 Saudara-saudari terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-18  dirayakan di Basilika Vatikan pada tanggal 11 Februari  dengan liturgi peringatan Bunda Maria dari Lourdes. Selain bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Lembaga Dewan Kepausan untuk Tenaga Pelayanan Kesehatan (DKTPK) alasan lain adalah untuk bersyukur kepada Tuhan atas pelayanan DKTPK selama ini di bidang pastoral pelayanan…
    Tags: yang, dan, dengan, di