Janganlah beri kesempatan kepada Iblis (Efesus 4 : 27)

New Picture (2)

Ada dua bagian dari kehidupan kita yaitu kehidupan vertikal yang berhubungan dengan Tuhan dan kehidupan horizontal yang berhubungan dengan manusia dan semesta alam. Bahwasanya dalam perjalanan hidup pasti kita mengalami pergulatan batin yang ada dalam diri kita sendiri ataupun permasalahan kita dengan sesama manusia. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang menyadarinya perlu membuat suatu ‘benteng diri’ agar bisa menjalani dan menaklukkan diri kita sendiri. Kita perlu sadari bahwa adanya dorongan jahat, pikiran jahat dalam diri kita yang biasanya keluar dalam suara hati, merupakan gambaran iblis yang berusaha mengetuk-ngetuk benteng pertahanan kita yang sudah kita upayakan untuk kokoh. Sekali saja kita bisa menyimpulkan pikiran yang negatif disitulah permulaan kita membukakan pintu untuk iblis bernaung dalam diri kita.

Dalam masa prapaskah kita mengupayakan kehidupan vertikal dan horizontal kita berjalan selaras dengan keinginan kita, dan menganggap bahwa dengan aksi puasa dan pantang yang kita lakukan bisa menyempurnakan pertanggungjawaban iman kita terhadap Tuhan sebagai perwujudannya. Saat kita sedang bermati raga keimanan kita diuji lebih dalam. Karena begitu banyak godaan yang bisa membuat goyah dengan keluarnya cara berpikir dan berbicara yang salah. Upaya kita membentengi diri harus tetap selalu dijaga sehingga kita selalu berjaga diri dan mawas diri, karena sekuat apapun iman kita pasti tetap ada peran Iblis untuk ikut ambil bagian dalam diri kita. Kita taat berdoa rajin ke gereja memberikan semangat kepada yang membutuhkan dan selalu bersemangat dalam perkumpulan-perkumpulan devosi, menjadi incaran bagi Iblis untuk mencoba merusaknya

Seperti tertulis dalam bacaan kitab suci tentang kembalinya roh jahat yang isinya demikian “apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata : aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam disitu. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya (Matius 12 : 43-45). “

Bahwa bacaan tersebut mengingatkan kita kembali supaya kita harus tekun di dalam iman serta rajin berdoa, dengan selalu berdoa berpasrah kepada kehendak Tuhan menyatakan kasih terhadap sesama, memberikan diri kita seutuhnya kepada Tuhan sebagai perantara tangan-tangannya untuk berbuat kebaikan terhadap sesama. Meskipun dengan berdoa tidak mengurangi permasalahan hidup kita namun dengan berdoa menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Kita juga dituntut untuk selalu berjaga dan mawas diri terhadap godaan iblis, karena iblis memikirkan pikiran manusia. Oleh sebab itu dalam masa prapaskah ini mari kita kuatkan benteng pertahanan iman kita menjadi suatu kekuatan peradaban yang penuh kasih. Semoga ketika kita telah menyelesaikan retret agung (masa Prapaskah) kita bisa semakin kuat dalam mengalahkan godaan iblis dan memulai hidup baru di dalam semangat kebangkitan Kristus dan dapat semakin mewujudkan peradaban Kasih.

Margareta Siska Widianingrum

Related Posts

  • 96
    “Diutus Menjadi Garam dan Terang Bagi Masyarakat” Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016     Saudara-saudariku yang terkasih Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat…
    Tags: dan, yang, kita, dalam
  • 94
    Salam damai Kristus, Tanpa terasa kita sudah menapaki bulan Desember, bulan yang penuh makna, yang akan menghantarkan kita pada penghujung tahun 2015. Bagaimana ibu-ibu, apakah kita sudah bisa merefleksikan diri tentang apa saja yang sudah kita capai selama setahun ini ? Dan sudah sejauh mana kita sanggup menghayati iman serta merenungkan arti hidup kita masing…
    Tags: dan, kita, yang, dalam
  • 92
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita