Kebangkitan Kristus: Daya Membangun Peradaban Kasih

kristus bangkit

Outcomes dari Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS KAS) 2016-2035 adalah “Terwujudnya Peradaban Kasih dalam Masyarakat Indonesia yang Sejahtera, Bermartabat dan Beriman”. Untuk menggapai tujuan akhir RIKAS KAS tersebut diperlukan empat tahap yang dituangkan dalam Arah Dasar (ARDAS) KAS, yang masing-masing berlaku 5 tahun. Pada intinya cita-cita RIKAS yang diwujudkan dalam setiap ARDAS tahap demi tahap hendak mewujudkan kehidupan yang Sejahtera, Bermartabat dan Beriman.

Bidang Hidup Sejahtera

Kesejahteraan hidup manusia diukur dengan macam-macam tolok ukur. Pemerintah membagi tingkat kesejahteraan dalam 3 tingkat, yakni sejahtera 1, 2 dan 3. Sejahtera 1: terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya: pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan dan kesempatan kerja. Di tingkat sejahtera 1 ini saja masih banyak orang yang belum dapat memenuhi, apalagi untuk mencapai sejahtera 2 dan 3, misalnya terpenuhinya kebutuhan akan hiburan, sarana transportasi pribadi, akses kehidupan yang lebih luas, dll.

Gereja ikut dipanggil mewujudkan kesejahteraan hidup, bukan saja bagi umatnya, tetapi juga bagi sesama manusia, setidak-tidaknya dalam tingkat sejahtera 1. Kehadiran Yesus dalam kehidupan umat manusia dan karya-karya-Nya menghadirkan kesejahteraan: memberi makan orang yang lapar, menyembuhkan orang yang sakit dan mendidik orang dengan Sabda-sabda-Nya dan teladan hidup-Nya. Maka Gereja tidak bisa tinggal diam menghadapi kenyataan hidup manusia yang belum mengalami kesejahteraan. Gereja terpanggil untuk mendorong, memotivasi, memfasilitasi agar orang dapat memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga hidupnya sejahtera. Maka karya-karya Gereja di bidang Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), bidang karya kesehatan serta karya-karya karitatif adalah karya nyata menghadirkan Kerajaan Allah dengan menyejahterakan umat manusia.

Bidang Hidup Bermartabat

Bidang Martabat mencakup penghargaan dan penghormatan terhadap manusia sebagai Citra Allah. Bagaimana mengatasi masalah-masalah kemanusiaan (Revolusi Mental)? Bagaimana masalah HAK AZASI MANUSIA benar-benar dimiliki oleh setiap orang: 1.) Hak asasi pribadi, 2.) Hak asasi ekonomi, 3.) Hak asasi politik, 4.) Hak asasi hukum, 5.) Hak asasi sosial dan budaya, dan 6.) Hak asasi peradilan.

Hak Asasi Pribadi adalah hak yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak, kebebasan untuk aktif dalam setiap organisasi atau perkumpulan dan sebagainya (bdk.LENTERA Agustus 2016)

Hal-hal lain menyangkut martabat kehidupan manusia adalah masalah penyalahgunaan NARKOBA; masalah kejahatan TERORISME; masalah KORUPSI: Soal Keadilan dan pendidikan kejujuran; masalah Kekerasan dalam hidup sosial dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT); masalah Perdagangan Manusia (Human Trafficking); dll.

Dalam karya-Nya, Yesus tidak hanya menyembuhkan orang sakit tetapi juga mentahirkannya dan mengampuni dosa-dosa. Martabat manusia dipulihkan dengan dinyatakan tahir, sehingga secara sosial keagamaan diterima kembali sebagai sesama dan diampuni dosa-dosanya.

Begitu banyak hal yang masih sangat memprihatinkan dalam soal martabat manusia ini. Gereja dipanggil untuk ikut membela dan memperjuangkan serta mewujudkan hidup yang bermartabat. Hadir dan terbentuknya Komisi Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace) di Keuskupan Agung Semarang diharapkan menjadi wujud nyata keterlibatan Gereja untuk membangun peradaban kasih dalam segi martabat manusia.

Bidang Hidup Beriman

Bidang Hidup Beriman dalam RIKAS dirumuskan dengan istilah CTMD.
CERDAS: Memiliki pengetahuan iman yang cukup tentang Kitab Suci dan pokok-pokok ajaran iman Gereja dan dapat mengimplementasikan dalam hidup sehari-hari.
TANGGUH: Tidak mudah terpengaruh atau tergoyahkan oleh ajakan maupun ajaran lain, MENDALAM: Memiliki penghayatan iman dan relasi atau perjumpaan pribadi dengan Allah maupun dalam kebersamaan dengan umat lainnya dalam komunitas umat beriman
menjadi prinsip atau pegangan hidup yang diyakini dan dipertahankan
DIALOGIS / MISIONER: Berani memberi kesaksian baik dengan kata-kata maupun perbuatan dan kalau perlu bisa meyakinkan orang lain untuk mengikuti Kristus;
Tahu perbedaan dengan agama-agama atau kepercayaan lain, tetapi tetap bisa bekerjasama dengan orang yang bekeyakinan lain, inklusif dan tidak fanatik

Hidup dan karya Yesus berhadapan dengan institusi, aliran keyakinan ortodoks dan praktek kehidupan beragama yang dangkal, legalistis dan fanatik sempit dan tertutup (eksklusif). Yesus mendobrak kehidupan beragama dengan membuka wawasan baru tentang Hukum Taurat dan praktek-praktek keagamaan yang berorientasi pada pelaksanaan hukum dan bukan pada keselamatan jiwa-jiwa.

Gereja terpanggil untuk hadir dalam kehidupan yang multi kultural dan pluralistik atau beranekaragam dan bersama semua orang yang berkehendak baik mengupayakan bonum commune (kebaikan bagi banyak orang). Gereja terpanggil untuk terus-menerus menyerukan pentingnya religiositas yang mempersatukan dibandingkan doktrin-doktrin agama yang memisahkan, pentingnya iman daripada formalitas agama.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP): “Aku Pelopor Peradaban Kasih” mengajak kita untuk dengan semangat kebangkitan Kristus kita berani memulai, mengawali, memberi contoh dan “mandhegani” kehidupan yang mewujudkan peradaban kasih dalam kehidupan sehari-hari. Merayakan Paskah berarti bangkit bersama Kristus melakukan apa yang dilakukan Kristus dalam mengupayakan kesejahteraan hidup umat manusia, menjunjung tinggi, memperjuangkan dan membela martabat kehidupan umat manusia dan menjadi orang beriman sejati yang cerdas, tangguh, mendalam dan dialogis. Selamat PASKAH dan BERKAH DALEM.

Robertus Hardiyanta, Pr.
Pastor Paroki Sragen

Related Posts

  • 79
    Saudara-saudara terkasih di dalam Yesus Kristus, 1. Kita patut menaikkan syukur ke hadirat Allah dalam Yesus Kristus, sebab atas anugerah-Nya bangsa dan negara kita dapat mengukir karya di tengah sejarah, khususnya dalam upaya untuk bangkit kembali serta membebaskan diri dari berbagai krisis yang mendera sejak beberapa tahun terakhir ini. Anugerah, penyertaan dan bimbingan Tuhan bagi…
    Tags: dan, yang, dalam
  • 78
    “Satu hati bagi bangsa mewujudkan Peradaban Kasih di Indonesia” Dibacakan/diterangkan pada Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga; Sabtu-Minggu, 13 - 14 Agustus 2016   Saudara-saudariku umat Katolik Keuskupan Agung Semarang, Para Pejuang Senior, Veteran, dan sahabat-sahabat muda yang penuh semangat: SALAM BAHAGIA, karena kasih dan kemerdekaan yang Tuhan berikan bagi kita. SALAM PERJUANGAN…
    Tags: dan, yang, dalam
  • 77
    PESAN PAUS BENEDIKTUS XVI HARI MINGGU DOA PANGGILAN SEDUNIA KE-46 3 Mei 2009 PANGGILAN : INISIATIF ALLAH DAN JAWABAN MANUSIA Saudara-saudariku terkasih, Bertepatan dengan Hari Doa untuk Panggilan Sedunia yang akan berlangsung pada Hari Minggu ke-4 Masa Paska, tanggal 3 Mei 2009, izinkanlah saya mengajak seluruh umat kristiani untuk merenungkan tema: Panggilan, Inisiatif Allah dan…
    Tags: yang, dan, dalam, manusia, dengan