Bersama Maria Membangun Peradaban Kasih

bunda maria

Bunda Maria, Bunda Gereja

Dalam suasana sukacita paskah kita masuki bulan Maria. Bersama Maria, kita bisa belajar bagaimana menjadi orang yang digerakkan oleh cintakasih Allah untuk mencintai sesama. Apalagi dia telah diberikan kepada kita sebagai Bunda Gereja.

Dalam Injil dikisahkan bahwa ketika bergantung di salib Tuhan Yesus menyampaikan wasiat cinta sebagai dasar untuk membangun hidup bersama. ”Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: Ibu, inilah anakmu. Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: Inilah ibumu! Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (Yoh 19, 26-27). Teks yang singkat ini membawa ke permenungan mendalam tentang kedudukan Maria dalam Gereja, dan bagaimana seharusnya ia diperlakukan.

Bunda Maria adalah Bunda Gereja, bunda kita semua!
Di dekat salib Yesus, Maria berdiri, kepadanya Tuhan Yesus berkata: “Inilah Anakmu, dan kepada murid yang dikasihi: Inilah Ibumu!” Ini sabda kenabian: Ecce homo! Sabda ini dimengerti sebagai pernyataan Yesus tentang peranan dan fungsi gerejawi, misi Maria. Perutusan ini lebih daripada perhatian seorang anak terhadap ibunya, yakni peran messianis seperti saat menghadiri perkawinan di Kana: tentang saat Yesus ini, yakni saat penderitaaan, wafat dan kebangkitan-Nya. Dengan hadir di bawah salib, Maria menyempurnakan peranan maternitas spiritualis, yakni usaha untuk mempersatukan mereka yang tercerai berai (Yahudi). Kehadiran yang sungguh berarti, seperti halnya kehadirannya di Kana, dan juga di Yerusalem bersama para murid yang merasa cemas dan takut.

Bulan Maria bisa dijadikan sarana untuk membangun kesalehan hidup dan pertobatan melalui pengenalan yang lebih mendalam siapa Bunda Maria, dalam rangka membangkitkan kepekaan sosial terhadap sesama umat di tengah masyarakat, sebagai bentuk penghayatan cinta kasih dan solidaritas sebagai murid-murid Kristus.

Teladan Kesucian
Menjadikan Maria sebagai Bunda tidak berarti segalanya lalu menjadi beres, asal nempel Maria pasti masuk surga. ”Nempel” dalam arti apa? Kalau orang menyatakan diri sebagai pengagum tokoh idola, pastilah hidupnya tidak jauh dari yang diidolakan. Maria mengikuti Yesus, maka hidup Maria menjadi seperti hidup Yesus, dia menjadi suci karena hdiupnya meneladani Yesus yang suci, dan jangan lupa secara fisik Maria memang dekat dengan Yesus, anaknya. Oleh karena itu menjadikan Maria sebagai idola berarti pula mengusahakan hidup kita seperti hidup Maria.

Maria adalah orang suci karena Yesus, kitapun harus menjadi suci seperti Maria berkat Yesus. Menjadi suci di jaman sekarang ini ternyata bukan hal yang mustahil. Umat Katolik sedunia layak bersyukur karena mendapat anugerah sukacita besar, ketika Bapa Suci Paus Benediktus XVI menetapkan Yohanes Paulus II sebagai ‘beato’ (yang berbahagia). Upacara beatifikasi ini terlaksana pada hari Minggu, 1 Mei 2011, pukul 10.37 waktu Roma, disaksikan oleh para peziarah dari berbagai penjuru dunia yang memadati halaman Santo Petrus, Vatikan, Italia.

Pada saat itu suara Bapa Suci Paus Bendiktus XVI menggema saat mengucapkan kata-kata beatifikasi: ”Mulai saat ini Hamba Allah Paus Yohanes Paulus II menjadi beato, pestanya kira-kira dirayakan setiap tanggal 22 Oktober dalam tahun di berbagai tempat seturut aturan yang ditetapkan hukum. Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus”.
Yohanes Paulus II adalah sosok pribadi yang telah berhasil menjadi suci bersama Bunda Maria dalam mengikuti Tuhan Yesus. Paus yang satu ini sangat dekat dengan Bunda Maria berkat devosinya yang mengagumkan. Dengan cara itulah dia boleh mengalami keintiman yang mendalam dengan Tuhan Yesus melalui Sakramen Mahakudus. Mustahil orang dekat dengan Tuhan Yesus tanpa bersama Bunda Maria. Maka, marilah kita meneladan hidup Santo Johannes Paulus II untuk menjadi suci sebagaimana Bunda Maria.

Membangun Peradaban Kasih
Menjadi suci bukan untuk dirinya sendiri, itu pasti! Untuk apa orang menikmati kesucian? Kesucian itu anugerah untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama. Dan, Maria telah mewujudkannya dalam kehidupan sehari. Karena cintanya kepada Tuhan, ia rela hidup menderita hingga di bawah kaki salib. Karena kasihnya kepada sesama, ia peduli dan ikut ambil bagian dalam hidup dan keprihatinan sesama: Ia menghadiri perkawinan di Kana (Yoh 2, 1-11), ia berdoa bersama dengan para murid (senakel).

Benarlah yang dikatakan oleh Santo Yohanes Rasul: “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dn mengenal Allah” (1Yoh 4,7). Inilah yang juga diperjuangkan oleh Bunda Maria dalam seluruh perutusannya. Bukan budaya kebencian, fitnah dan permusuhan, tetapi budaya kasih, bukti bahwa dia berasal dari Allah. Selamat berjuang bersama Bunda Maria, Tuhan memberkati.

Berkah Dalem
FX Suyamta Pr
Pastor Paroki Sragen

Related Posts

  • 71
    Ngrawoh (LENTERA) - Umat Katolik Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen merayakan Perayaan Ekaristi Novena Gua Maria Fatima di Ngrawoh, Kamis (18/08). Ekaristi Novena ke-7 ini dipimpin oleh Romo Yohanes Ari Purnomo, Pr dengan tema: “ Kemuliaan Hidup Maria Terpancar Sampai ke Surga”. Petugas Liturgi dan Koor pada Misa Novena kali ini adalah Wilayah…
    Tags: maria, yang, dan, tuhan, hidup, ini, untuk, dalam, menjadi, di
  • 68
    TAMAN DOA SANTA PERAWAN MARIA DI FATIMA NGRAWOH Paroki Sragen KERANGKA REFLEKSI TAMAN DOA SANTA PERAWAN MARIA DI FATIMA, NGRAWOH Dibangunnya Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima di Ngrawoh menggambarkan bagaimana PEZIARAHAN HIDUP ORANG BERIMAN MELALUI PERTOBATAN DALAM JIWA DAN ROH yang seutuhnya agar bisa mendapatkan pengampunan dari Allah melalui Yesus Kristus. Perencanaan yang…
    Tags: yang, dan, di, maria, dalam, yesus, bunda, tuhan, hidup
  • 65
    Ngrawoh, Sragen (LENTERA) - Denting suara siter dan hentakan gendang dari Wilayah Santo Andreas Sragen yang bertugas, menambah kesyahduan situasi Ekaristi Novena III di Gua Maria Fatima Ngrawoh. Sungguh malam hari itu, Ekaristi berjalan dengan “semuwa”. Novena IV diadakan pada Kamis (05/05). Seperti biasa, novena pada kesempatan kali ini dihadiri oleh 400-500 umat. Yang lebih…
    Tags: yang, dan, hidup, untuk, maria, bunda, ini, dalam