Kebangkitan Nasional, Kebangkitan Kaum Muda.

AYD Stasi Sidoharjo, Paroki Sragen

Hai sobat muda katolik yang makin asik dan gaul, kita jumpa lagi nih dalam rubrik pojok kaum muda yang pastinya kalian tunggu-tunggu. Saat ini kita telah memasuki bulan Mei, dimana banyak peristiwa yang terjadi pada bulan ini. Bulan Katekese Liturgi, Hari Pendidikan Nasional, Kenaikan Yesus Kristus dan pada tanggal 20 Mei, kita bersama-sama memperingati Hari Kebangkitan Nasional, teman-teman. Masih ingat kan peristiwa apa yang terjadi pada tanggal tersebut, kalau lupa buka buku pelajaran sejarah kalian deh..he..he..he.

Tanggal 20 Mei 1908 adalah sebuah tonggak sejarah yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Saat itulah kaum muda terpelajar bangsa kita mampu mencatatkan sejarah yang hingga detik ini kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Dr. Wahidin dan teman-teman nya mampu menggumpalkan rasa kebangsaan sebagai spirit utama menuju Indonesia Merdeka. Sejak itulah, kaum muda di seluruh Nusantara bahu membahu merapatkan barisan guna mempertegas arah dan haluan perjuangan nya. Dua puluh tahun kemudian, semangat untuk bersatu tersebut dipatrikan lewat deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kaum muda yang tumbuh saat itu meyakini benar bahwa komitmen Indonesia Satu (Nusa, Bangsa dan Bahasa) adalah langkah nyata menuju kemerdekaan bangsa Indonesia. Geliat perjuangan yang terus melaju akhir nya membuahkan hasil yang diimpikan. Soekarno – Hatta selaku bagian dari kaum muda tampil dengan kegigihan nya dan dengan gagah berani memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia, tepat tanggal 17 Agustus 1945. Sebuah momentum kesejarahan yang hingga kini terpatrikan sebagai titik awal menjadi bangsa yang berdaulat.

Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda dan Proklamasi Kemerdekaan adalah bukti sejarah yang di dalamnya senantiasa menunjukkan peran aktif dan keterlibatan kaum muda. Mereka yang hidup di jaman nya ternyata mampu memberi warisan sejarah yang sangat berharga. Berkat kejuangan mereka inilah, maka Indonesia bisa tumbuh, berkembang dan mencoba mensejajarkan diri nya dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Begitu pula kita sebagai Orang Muda Katolik, peran kita sangat ditunggu oleh Gereja dan masyarakat. Kita menjadi harapan masa depan gereja yang sangat dinanti-nantikan. Namun yang terjadi belakangan ini malah sebaliknya. Kita belum bisa menunjukkan diri kita pantas menjadi harapan masa depan gereja. Kita masih terlalu stay di zona nyaman kita dan belum melakukan sesuatu untuk gereja khususnya untuk melayani Tuhan. Kita masih dibuai dengan keinginan sesaat dan tentunya bisa merugikan kita sendiri. Itulah yang menjadi tantangan OMK di masa kini dan tentunya hanya kita sendiri yang dapat menjawab tantangan itu. Salah satunya dengan melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan menggereja. Banyak agenda kegiatan yang disusun oleh OMK, yang tentunya membutuhkan keterlibatan kaum muda khususnya di Paroki Sragen.

Salah satu event AYD yang akan diadakan di yogyakarta bulan Juli mendatang juga menuntut OMK Asia untuk bangkit dan mulai berani untuk mewartakan injil. Sekarang pilihan ada di tangan anda, masih nyaman dengan kebiasaan lama atau mulai bangkit dan terlibat melayani Tuhan? (OMK Sragen)

Related Posts

  • 87
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 84
      Pembaca LENTERA terkasih, bagaimana kabar anda hari ini ? Semoga semuanya terasa indah dalam naungan dan berkat Tuhan, setiap usaha dan rencana senantiasa berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nah ngomong ngomong nih, apakah anda suka berjalan-jalan ke tepi pantai, memandang birunya laut dengan ombak putih yang berkejaran disertai sejuknya semilir angin…
    Tags: kita, dan, yang, dengan
  • 83
    Sejak awal mula Tuhan menciptakan manusia di dalam kasih-Nya dan Ia merencanakan agar kita dapat kembali bersatu dengan-Nya di dalam kasih-Nya. Jika pasangan saja mempunyai keinginan untuk selalu bersama, Tuhan yang kasihnya lebih sempurna daripada manusia menginginkan kebersamaan yang sempurna di dalam Surga. Surga di sini maksudnya adalah kebersamaan yang kekal dengan Tuhan (lih. Yoh…
    Tags: kita, di, yang, dan, dengan