Keluarga: Gereja Mini Membangun Peradaban Kasih

keluarga kristiani

Tema di atas tidak berlebihan bila kita mengakui bahwa belajar kasih di awali dari keluarga kita. Keluarga adalah Gereja mini yang merupakan tempat untuk saling membagi kasih satu dengan yang lain. Kasih yang dimiliki dan dihidupi oleh keluarga merupakan tindakan konkret dari kasih Allah sendiri. Allah adalah kasih (1Yoh4:8). Belas kasih Allah adalah sumber sukacita, ketenteraman dan damai. Belas kasih adalah tindakan Allah yang paling agung dan paling tinggi; dengan belas kasih, Allah datang menjumpai kita. Belas kasih adalah hukum dasariah yang bersemayam dalam hati setiap insan yang dengan tulus menatap mata saudara dan saudari seperjalanan. Belas kasih adalah jembatan yang menghubungkan Allah dan manusia; belas kasih menumbuhkan dalam hati kita harapan bahwa kita akan dikasihi sepanjang masa meskipun kita berdosa (MV 2).

Dalam Bulla yang berjudul “Misericordiae Vultus” yang dikeluarkan Paus Fransiskus pada hari minggu Kerahiman Ilahi (11 April 2015), mengajak umat Kristiani untuk membangun peradaban kasih. Keluarga adalah tempat pertama dan utama untuk membangun belas kasih. Keluarga adalah penjaga peradaban belas kasih. Peradaban belas kasih adalah peradaban pengampunan. Keluarga penjaga peradaban belas kasih berarti menjadikan keluarga panggung pengampunan.

Demikian juga, Paus Benediktus XVI mengeluarkan sebuah ensiklik “Allah adalah Kasih”, pada 25 Desember 2005, tujuannya adalah sebagaimana yang diuraikan dalam pengantar bahwa “dalam dunia, di mana nama Allah kadang-kadang dikaitkan dengan balas dendam atau bahkan kewajiban akan kebencian dan kekerasan (No 1)”

Dalam Amoris Laetitia (AL), Paus Fransiskus mengajak semua, khususnya keluarga Kristiani untuk merenungkan kasih. Dalam madah itu (bdk. 1Kor13:1-13) direnungkan landasan peradaban belas kasih (AL,90). Nafas kehidupan keluarga terletak dalam cinta kasih yang mempersatukan pria dan wanita. Persatuan pria dan wanita mengatasi segala perbedaan sehingga dari dua pribadi tumbuh komunitas kasih.

Komunitas kasih berkembang dalam kesabaran, penghormatan, keadilan dan kebenaran sesuai kehendak Allah. Keluarga merupakan bentuk kehidupan yang dikenal oleh anak sejak lahir. Dari keluarga tumbuh peradaban belas kasih. Anak-anak lahir dalam belas kasih. Dari keluarga tumbuh masyarakat yang berbelas kasih terhadap dunia.

Keluarga dapat mengembangkan belas kasih dan dikembangkan oleh belas kasih bila mempersatukan diri seerat mungkin dengan sumber kasih yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ke dunia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Keluarga dapat membangun peradaban belas kasih bila ‘menerima Yesus menjadi Anaknya’ seperti Keluarga Kudus Nasareth menerima Yesus menjadi Anaknya. “Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazareth dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Yesus bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk 2:51a.52).

Yesus Kristus, dalam asuhan Maria dan Yosef, membuat Keluarga Kudus makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Dari Keluarga Kudus memancar sumber belas kasih. Sumber belas kasih itu memancar melalui doa, relasi pribadi dan kesetiaan. Sebagai manusia Yesus belajar berdoa dari Ibu-Nya, yang menyimpan semua perkara besar dari Allah dalam hatinya dan merenungkannya (bdk. Luk 2:51b).

Yesus menekankan dalam memulai dan mengakhiri suatu kegiatan harus di dahului dengan doa. Kebiasaan seperti itu akan membentuk karakter pribadi anak dalam keluarga sehingga anak-anak akan memperbiasakan dirinya dengan berdoa meskipun tanpa diperintah. Doa menjadi poros hidup keluarga. Doa mengangkat hati dan budi menuju Allah. Doa selalu merupakan rahmat Allah yangdatang untuk berjumpa dengan manusia. Doa adalah hubungan pribadi anak-anak Allah yang personal dan hidup dengan Bapa yang Mahabaik, dengan Putera-Nya, Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus yang tinggal dalam hati manusia (bdk. Kompendium 534).

Doa yang kita panjatkan kepada Tuhan berdaya guna karena dipersatukan dengan iman dengan doa Yesus. DalamYesus, doa keluarga menjadi kesatuan cinta dengan Bapa. Dengan cara ini, kita bisa mengajukan permohonan kepada Allah dan akan didengarkan. Bisa dikatakan doa adalah singkatan dari Didengarkan Oleh Allah. “Mintalah maka kamu akan menerima supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh 16:24). Doa keluarga menjadi sukacita di dalam keluarga yang terus menerus menumbuhkan kebiasaan saling memperhatikan. Kerinduan utama manusia saat ini adalah relasi pribadi. Relasi pribadi menjadi kerinduan utama karena semakin derasnya kecenderungan terhadap egoisme dan kebebasan pribadi.

Banyak kasus kenakalan anak dan remaja bersumber pada kurangnya relasi pribadi dalam keluarga. Kesibukan orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup seringkali harus dibayar mahal dengan hilangnya relasi pribadi dalam keluarga. Relasi pribadi yang menyentuh sampai ke hati adalah ladang subur bagi tumbuhnya peradaban kasih.

Relasi pribadi tak tergantikan oleh media secanggih apa pun. Media sosial dengan gadget canggih memang sangat membantu tetapi tak mampu menggantikan pribadi. Inti kehidupan adalah relasi pribadi. Yesus Kristus lahir dalam keluarga Nazareth dan diasuh oleh Maria dan Yoseph. Relasi pribadi Maria dan Yoseph adalah relasi hati, yakni relasi yang berpusat pada kehendak Allah. “Ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat 1:20). “Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibuNya malam itu juga, lalu mengungsi ke Mesir” (Mat 2:14).

Relasi pribadi menjadi ‘medan subur’ tumbuhnya peradaban belas kasih. Relasi pribadi mengandaikan kesediaan ‘diasuh’ oleh waktu bersama tanpa gangguan media sosial. Kesediaan diasuh oleh waktu bersama menciptakanadanya ruang pribadi. Ruang pribadi menjadi lahan subur bagi tumbuhnya kesetiaan. Teladan pribadi yang setia adalah Bunda Maria. “Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” (Luk 2:51b).

Buah dari kesiapsediaan Maria menjadi ibu Tuhan menunjukan bahwa seluruh hidupnya terarah kepada Tuhan. Tuhan menjadi jaminan dan satu-satu harapan hidup Maria. Hal ini tampak dalam doa Magnificat Maria (Luk 1:46-55). Dalam doanya, Maria berangkat dari dirinya. “Jiwaku memuliakan Tuhan, hatiku bersukaria…” (Luk 1:46). Kemudian dari dirinya berpusat kepada Allah. “…yang Mahakuasa telah melakukan…rahmat-Nya turun temurun… Ia memperlihatkan kuasa-Nya…” Dan dari Allah kepada sesama. Pola hubungan antara ayah dan ibu serta anak-anak menentukan pola hubungan kasih dalam keluarga dan berkembangnya iman keluarga. Kesaksian kasih lah yang akan mendidik anak-anak dalam menumbuhkembangkan kasih dalam keluarga.

Suster M.Maximiliana, SFS

Related Posts

  • 65
    Pelangi-pelangi, Alangkah indahmu, Merah kuning hijau, Di langit yang biru Pelukismu agung, Siapa gerangan. Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan Sekilas, lagu ini tidak asing dan tampak sederhana. Jika kita mencoba mendalami hakekat yang ada dibalik lagu sederhana itu, kita akan mendapatkan nilai-nilai keagungan kasih Allah yang dicurahkan kepada manusia. Terlebih kalau kita kaitkan dengan renungan kita menyambut natal maka…
    Tags: yang, allah, dan, keluarga, dalam, kasih, dengan
  • 63
    BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA “Mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu” (Luk 2:16) Dalam perayaan Natal tahun ini, kami mengajak seluruh umat Kristiani untuk menyadari kehadiran Allah di dalam keluarga dan bagaimana keluarga berperan penting dalam sejarah keselamatan. Putera Allah menjadi manusia. Dialah Sang Imanuel; Tuhan menyertai kita. Ia hadir…
    Tags: dan, keluarga, yang, allah, dalam, dengan
  • 61
    SURAT GEMBALA PRAPASKA 2017 KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG "Kasih Setia Allah Meneguhkan Kita Menjadi Pelopor Peradaban Kasih " Saudari-saudaraku yang terkasih, Di tengah-tengah situasi sosial politik kemasyarakatan yang mewarnai penyelenggaraan Pilkada Serentak di beberapa daerah, dan dalam upaya mengamalkan Pancasila dalam masyarakat yang berbhineka, kita memasuki masa Prapaskah. Selama masa Prapaskah, kita ingin meneguhkan hidup beriman…
    Tags: yang, dan, kasih, dalam, allah