Sikapi Perbedaan dalam Berteman

teman


“Dari Sabang Sampai Merauke Berjajar Pulau Pulau

Sambung Menyambung Menjadi satu Itulah Indonesia”

Hallo sobat muda LENTERA, apa kabar? Kita jumpa lagi nih dalam rubrik yang tentunya paling dikangeni, hehe. Sahabat Muda tau dong penggalan lagu di atas judulnya apa? Yup, betul sekali judulnya adalah “Dari Sabang Sampai Merauke”. Lagu tersebut adalah Lagu Nasional yang sering dinyanyikan teman-teman waktu upacara bendera.

Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan di atas? Ya, dari lagu tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan suku, agama, budaya dan ditambah dengan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Banyak pulau-pulau di Indonesia yang dihuni oleh berbagai suku mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Semboyan negara kita juga menunjukan bahwa Indonesia itu kaya. “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua, bukan hanya berlaku untuk hubungan berbangsa dan bernegara, dan hubungan internasional antar negara, tetapi semboyan ini pun layak disandangkan dalam prinsip hubungan pertemanan di hidup keseharian kita. Betapa indahnya sebuah pertemanan bila bisa dijalin di atas semua perbedaan itu. Dan nyatanya memang bisa kok!

Berikut tipsnya untuk Sahabat Muda LENTERA :

SAYA PUTIH, KAMU HITAM… GAK MASALAH BRO.
Masih saja membedakan teman dari warna kulit? Ingat, Negara Indonesia terkenal dengan ramah tamahnya. Keberagaman justru menjadi ciri bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Positifnya, punya teman yang beda warna kulit justru membuat kita menjadi tidak bosan. Bila dibandingkan dengan hanya berteman sesama warna kulit, bukankah lebih membosankan?

KENALI DAN JUNJUNG TINGGI BUDAYANYA
Berbicara dengan orang tidak sebudaya, terkadang memang sedikit membingungkan saat kita tidak tahu topik apa yang akan dibicarakan. Luangkan waktu untuk mempelajari sedikit tentang kebudayaan daerah lain. Mengapa sedikit? Karena saat kamu tahu bahwa dia (temanmu) berasal dari kepulauan berbeda, kamu bisa bertanya banyak hal dari yang tidak kamu ketahui sebelumnya. Biasanya, seseorang akan merasa senang saat ada satu atau dua hal yang orang lain tahu tentang dirinya. Dan setelah itu, dia akan mulai memberikan respon yang baik dengan mencoba mengenali kebudayaanmu.

BERSIKAP WELCOME
Ungkapan “selamat datang” adalah arti bahwa kamu menerimanya dengan baik dan akan memperlakukannya dengan baik juga. Moralitas dapat mengajarkan kita bagaimana berteman dengan orang berdasarkan kepribadiannya, bukan budaya ataupun bangsa yang dimilikinya. Selama perbedaan itu dihapuskan, maka berteman dengan siapapun bukan lagi menjadi hambatan.

HILANGKAN ASUMSI NEGATIF
Sepertinya hanya kita yang walau berkulit hitam, tetap manis dipandang. Sedangkan orang di pulau seberang, melihat struktur tubuh dan mimik mukanya saja sudah bikin ketakutan. Hei Sobat, apakah kebaikan dan keburukan seseorang bisa dipandang hanya berdasarkan dari apa yang kita lihat? Hilangkan asumsi seperti itu kepada seseorang yang notabene tidak sebudaya dengan kita. Jangan terlalu cepat berasumsi karena penampilan terkadang bisa menutupi keaslian dari siapa dan seperti apa orang itu sebenarnya. Milikilah rasa pengertian antar sesama. Dengan begitu, menyikapi perbedaan dalam berteman adalah perkara mudah.

Agustinus Danan

(OMK Sragen)

Related Posts

  • 74
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di, dalam
  • 72
    Oleh: Rm. CT. Wahyono Djati Nugroho, Pr Belajar dari realitas hidup seorang simbah..... “Lik Karsa, awan-awan ngene ki arep menyang ngendi?” itulah salah satu cuplikan sapaan seorang warga di perbukitan menoreh. “Arep nyang Greja gene, lha kowe ora menyang po le?” Jawab spontan mbah Karsa putri dengan suara terengah-engah, karena sudah termakan usia. Mbah karsa…
    Tags: yang, kita, dan, dengan, dalam, dari, tidak, menjadi, di, itu
  • 69
    Langkah 1: Mempersiapkan diri sebelumnya dan mengarahkan hati sewaktu mengikuti liturgi Untuk menghayati liturgi, kita harus sungguh mempersiapkan diri sebelum mengambil bagian di dalamnya. Contohnya ialah: membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci pada hari itu, hening di sepanjang jalan menuju ke gereja, datang lebih awal, berpuasa (1 jam sebelum menyambut Ekaristi dan terutama berpuasa sebelum…
    Tags: kita, yang, dan, di, dengan, dalam