Optimistis Vs Pesimistis

optimis

Saat tulisan ini dibuat, bersamaan waktunya dengan tahun ajaran baru atau lebih tepatnya saat penerimaan siswa baru sekolah. Ada yang bersuka-cita karena mendapat nilai yang bagus dalam ujian akhir nasional. Namun, dengan gampang kita temukan wajah- wajah yang tertunduk lesu karena nilai ujian yang didapat pas-pasan.

Standar penerimaan siswa baru salah satunya memang mensyaratkan adanya nilai ujian akhir nasional. Semakin baik nilai yang di dapat oleh seorang siswa, maka akan semakin besar pula peluangnya untuk mendapatkan sekolah yang diinginkan (sekolah favorit). Sementara itu, yang nilai ujiannya pas-pasan, siap-siaplah untuk dengan “terpaksa” bersekolah di sekolahan yang “apa adanya, minimalis”dan sering dianggap sebagai sekolah yang tidak berkualitas dan “sarang” bagi siswa nakal. Cap negatif yang melekat pada sekolah-sekolah “kelas dua” itulah yang mungkin membuat para siswanya mengalami disorientasi dan tidak fokus dalam proses belajar mengajar. Pada akhirnya menjadi hal tersebut menjadi bumerang bagi dirinya sendiri yaitu dengan menurunnya nilai akademis. Masalahnya sekarang adalah, apakah kita akan diam saja melihat keadaan seperti itu.

Pembaca yang budiman, penulis percaya bahwa saudara tentu pernah mendengar suatu ungkapan bahwa Tuhan itu punya rencana dan rencana-Nya itu indah pada akhirnya. Sejauh dan sedalam apa saudara meyakini dan percaya akan rencana Tuhan inilah yang akan menjadi aspek yang sangat penting dalam kelangsungan hidup kita kedepan. Tuhan itu Maha perencana, tidak ada yang bakal meleset dalam rencana-Nya, terutama kepada orang-orang yang percaya dan yang melakukan kehendak-Nya.

Saudaraku , jika sekarang ini saudara bersekolah di sekolah yang oleh masyarakat dianggap sebagai sekolah yang ‘minimalis’ dan ‘tidak berkualitas’, tetaplah bersyukur karena saat itu, angkatlah kepalamu, Tuhan sedang membentuk saudara sesuai rencana-Nya. Dimanapun saudara di tempatkan, tetaplah bersukacita dan buatlah Tuhan berkenan mempercepat membuka tingkap-tingkap berkat-Nya bagi saudara. Lakukan kehendak-Nya, niscaya saudara akan merasakan hadirat-Nya. Apakah itu mungkin? “Nothing is impossible, everything is possible if you believe in God” (red. Tidak ada sesuatu yang mustahil, semua hal itu mungkin, jika kau percaya Tuhan)

Ada sebuah ilustrasi menarik tentang sebuah sumur dengan dua timba yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi saudara. Pada suatu ketika , dua buah timba bertemu di dalam sumur. Salah satu timba itu sanggat muram. “Ada masalah apa?” Tanya timba yang kedua dengan penuh simpati.” Ahhh !!” saya lelah di bawa kesumur ini, sebab meskipun saya sudah terisi penuh, saya selalu kembali ke sini kosong” jawab timba yang pertama, sambil mengeluh. Timba yang kedua kemudian tertawa dan berkata, “betapa lucunya! Mengapa sedih. Lihatlah saya, saya selalu datang kesini kosong dan pergi penuh.Saya yakin kalau kamu berpikir dengan cara ini , kamu akan lebih bergembira”.

Apa yang dapat saudara tangkap dari Ilustrasi di atas? Ya tepat! Merubah Cara pandang. Itulah yang membedakan kedua timba tadi. Itu pulalah yang menjadi pembeda dari sikap pandang mereka. Timba kedua penuh optimistis sementara timba satu selalu di penuhi dengan sikap pesimistis. Perbedaan sikap dan cara pandang itu akan menentukan hasil akhir nanti.

Jadi saudaraku tidak ada alasan lagi bagi saudara untuk merasa minder, sedih dan hilang semangat sekalipun saat ini bersekolah di sekolah yang tidak favorit. Jangan pula menyalahkan orang tua, ataupun menyalahkan sistem, sebab semuanya itu mau tidak mau, suka atau tidak suka harus dihadapi. Berjuanglah untuk menjadi yang terbaik. Sebab itulah yang dikehendaki Tuhan Percayalah Tuhan selalu menyertai dan yakinlah “ Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku” ( Fil 4: 13 ) if you think you can if can not you can not. God Bless You

Filipi 4: 13 : “ Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku”

Veronica Dyah Harjiyanti
(Plumbungan Indah)

Related Posts

  • 75
    Melayani. Kata kerja ini sudah tidak asing bagi kita umat Kristiani. Kata yang mempunyai membantu mengurus apa yang diperlukan seseorang ini tidak asing bagi hidup orang Kristiani dan telah menjadi bagian dari kehidupan misalnya dalam Liturgi dan peribadatan maupun dalam kegiatan gereja maupun di masyarakat. Kata melayani ini pula diangkat menjadi tema Bulan Kitab Suci…
    Tags: yang, dan, di
  • 71
    Realitas kita Bagaimana rasanya membenci saudara dalam keluarga tapi anda hidup serumah dengan mereka? Tidak ada rasa hormat pada ayah, sering bertengkar dengan ibu, dan tidak ada rasa kasih sayang pada saudara sendiri. Seperti itulah kira-kira ketika anda hidup di Indonesia, mencari makan dan bergantung pada tanahnya, tapi anda membenci orang-orang sekitar dan pemerintahan yang…
    Tags: yang, dan, tidak, itu, di
  • 70
    Pernah lihat mobil penuh dengan debu? Ditemukan sepeda motor yang bergelepotan tanah? Pasti pemiliknya jarang or gak pernah mencucinya, sehingga memancing tangan-tangan jahil menulis komentar yang bernada sinis dan mengejek: “kapan aku dicuci”, “pemalas alias kesed”, “ikh, jorok!” dll. Nah, kondisi kotor pada kendaraan seperti itu bisa mengurangi rasa ketertarikan, orang menjadi malas memandang apalagi…
    Tags: yang, dan, itu, tidak, di