Menghidupi Injil di Tengah Keberagaman

IMG_6513

Acara temu orang muda se-Asia yang kita kenal sebagai Asian Youth Day (AYD) pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Indonesia. Keuskupan Agung Semarang dipercaya sebagai tuan rumah dengan tema “Sukacita Orang Muda Katolik (OMK) dalam menghidupi Injil di tengah keberagaman: budaya, suku bangsa, bahasa, serta agama dan kepercayaan dari Sabang sampai Merauke. Di mana letak sukacita OMK dalam menghidupi Injil di tengah keberagaman pada saat sebelum, pelaksanaan, dan sesudah kegiatan AYD tersebut? Orang Muda Katolik yang berasal dari berbagai negara se-Asia, saling berjumpa, saling kenal, dan mengenal lingkungan atau daerah yang mereka tempati saat live in pasti akan membawa suka cita tersendiri karena mereka berbaur dalam keragaman budaya, bahasa, dan suku. Yang mungkin akan lebih indah lagi jika mereka berbaur dalam keragaman agama atau keyakinan, serta melakukan dialog lintas agama.

MENGHIDUPI JIWA PANCASILA:
Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang adalah nilai-nilai kehidupan asli masyarakat Indonesia. Keberagaman dipersatukan dalam suatu dasar dan ideologi Pancasila yang merupakan pandangan hidup bangsa sekaligus menjadi dasar rumusan hukum Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila harus mampu memotivasi untuk berperilaku baik sebagaimana cita-cita bangsa dan Negara yang memiliki makna atau nilai-nilai yang sangat bijaksana dan penuh dengan kebaikan pada setiap sila menjadi konsep kehidupan berbangsa dan bernegara yang sempurna.

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
Nilai Ketuhanan dalam Pancasila membenarkan bahwa semua warga Negara Indonesia memiliki agama dan kepercayan yang mengajarkan tentang suatu kebaikan. Namun pertanyaannya apakah semua warga Negara taat beragama sebagai bentuk pengakuan akan kebesaran Tuhan? dan ke-Esa-anNya? Di media elektronik dan media cetak sering kita menjumpai berita tentang pengingkaran terhadap nilai Ketuhanan, seperti perilaku kriminal, kejahatan pelecehan seksual, korupsi, dll.
Hal ini menunjukan bahwa nilai Ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dihidupi dengan sungguh-sungguh. Seharusnya, kita sebagai warga Indonesia harus dapat mewujudkan sikap hidup dan karakter sesuai dengan ajaran agama yang kita yakini kebenarannya.

2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Nilai kemanusiaan dalam Pancasila membawa kesetaraan derajat antara sesama manusia dalam hak dan kewajiban. Namun, ungkapan tertulis di atas hanya sebatas kata tidak bermakna ketika begitu banyak perilaku yang menunjukkan penyimpangan terhadap nilai kemanusiaan ini. Sebagai contoh: adanya kesenjangan yang kaya lebih dihormati dari pada yang kekurangan, sering terjadi penganiayaan dan perilaku yang semena-mena terhadap orang lain seakan nyawa manusia seakan tidak berharga.
Kita sebagai warga Negara indonesia sudah seharusnya menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi hak dan martabat manusia demi terciptanya kehidupan yang adil dan beradab.

3. PERSATUAN INDONESIA
Setiap Negara menginginkan persatuan warga negaranya, karena persatuan adalah kekuatan dasar dalam Negara itu sendiri, tanpa persatuan tidak mungkin suatu Negara terbentuk atau berjalan dengan baik. Oleh karena itulah, persatuan menjadi salah satu nilai luhur dalam Pancasila yang menjadi impian bangsa Indonesia agar masyarakat atau warga Negara Indonesia bersatu demi kemajuan bangsa indonesia tercinta. Merupakan tugas kita bersama untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN.
Indonesia menjadikan nilai ini sebagai suatu sikap hidup. Ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan, keputusan yang diambil selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan negara, bukan kepentingan pribadi. Keputusan tersebut diambil dengan melalui musyawarah bersama guna mencapai mufakat yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Inti dari nilai sila ke empat ini yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun, apa yang terjadi? Tingkah laku oknum wakil rakyat yang hanya mementingkan pribadi (golongan) tetapi menyatakan atas nama rakyat.
Kita para generasi muda harus punya budi yang luhur, kearipan, kebijaksanaan dalam kehidupan, serta belajar mengupayakan musyawarah untuk mencapai mufakat

5.KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.
Nilai keadilan sosial mempunyai makna dan tujuan sangat bijaksana yaitu menciptakan masyarakat indonesia yang adil, makmur dan sejahtera baik secara lahir maupun batin. Namun, begitu banyak kita temukan kemiskinan, anak-anak terlantar, banyak orang tidak dapat mengenyam fasilitas pendidikan, kesehatan yang nyaman lantaran biaya yang tinggi dan sebagainya. Oleh karena itulah kita sebagai rakyat yang pada hakikatnya pemegang kekuasaan tertinggi di Negara ini kita harus dapat memegang teguh dan memperjuangkan hak-hak kita dan senantiasa mengawasi kebijakan pemerintah dan tidak segan mengkritisinya.
Pada dasarnya dengan menghidupi jiwa pancasila, berarti kita menghidupi Injil.

KERJA BERSAMA MEMBANGUN BANGSA : MENGHIDUPI JIWA PANCASILA
Pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla dengan semangat kerja, kerja, dan kerja, dalam membangun tidak bisa lepas dari anggaran, ilustrasi sederhana yaitu pemerintah memiliki anggaran 1000 trilyun per tahun, bisa dibagi 200 trilyun per pelaksanaan sila dari Pancasila. Sila pertama, kedua, ketiga 200 trilyun, tetapi untuk sila ke 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 300 atau bahkan 350 trilyun, sementara untuk sila keempat hanya 50 trilyun. Mengapa demikian? Sila Kelima Pancasila lebih diutamakan dan diprioritaskan terlebih dahulu supaya seluruh rakyat Indonesia mengalami keadilan dan sukacita.

Demikian pula dalam pengelolaan anggaran di gereja, paroki, kegiatan kaum muda, mesti harus ada skala prioritas. Misalnya, seperti kegiatan Asian Youth Day sukacita kaum muda lintas agama : srawung anak bangsa bersama membangun bangsa dalam menghidupi jiwa pancasila itu sama halnya dengan menghidupi Injil di tengah keberagaman.

Oleh: Gabriel Nahak

Related Posts

  • 82
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di, dalam
  • 77
    Tujuh puluh dua tahun yang lalu, tanggal 1 Juni 1945, Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari kelahiran Pancasila karena tanggal tersebut pertama kalinya Ir. Soekarno mengucapkan kata Pancasila di depan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Naskah resmi Pancasila baru disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 melalui…
    Tags: kita, indonesia, pancasila, yang, dan, dalam, negara
  • 77
    Langkah 1: Mempersiapkan diri sebelumnya dan mengarahkan hati sewaktu mengikuti liturgi Untuk menghayati liturgi, kita harus sungguh mempersiapkan diri sebelum mengambil bagian di dalamnya. Contohnya ialah: membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci pada hari itu, hening di sepanjang jalan menuju ke gereja, datang lebih awal, berpuasa (1 jam sebelum menyambut Ekaristi dan terutama berpuasa sebelum…
    Tags: kita, yang, dan, di, dengan, dalam