Berjaga-jagalah dan Waspadalah terhadap Segala Ketamakan

BKSN 2017

Dunia berubah, begitu pula orang-orang dan zamannya berubah. Tantangan yang dihadapi juga mengalami perkembangan. Apakah kita harus khawatir dan merasa terancam. Tidak perlu! Ada Sabda Tuhan, Kabar Gembira yang dapat kita jadikan inspirasi untuk menghadapi tantangan arus zaman yang dapat menghanyutkan kita. Sabda Tuhan dapat kita jadikan senjata rohani untuk mengarungi tantangan jaman tersebut.

Harus disadari bahwa sebagai manusia, kita memiliki kelemahan yakni sifat-sifat buruk yang menjadi akar dosa yang kalau dibiarkan akan tumbuh berkembang menjadi dosa aktual. Keadaan dosa, yang berarti pula manusia jauh dari Rahmat Tuhan, menjadi peluang untuk hanyut dalam arus zaman. Agar terhindar dari arus zaman yakni ketergantungan teknologi, hedonisme, konsumerisme, sekularisme, individualisme, kesenjangan sosial yang tajam, fundamentalisme agama, dalam bulan Kitab Suci Nasional 2017 kita diajak untuk kembali kepada sumber sukacita yaitu Yeus Kristus, Firman Allah yang hidup. Dari Firman Allah tersebut kita dapat memetik benih nilai-nilai Injil yang akan disebar di dalam lahan yakni hati kita manusia.

Dalam artikel 22 “Dei Verbum”, Konsili Vatikan II, menyerukan agar jalan menuju Kitab Suci dibuka lebar-lebar bagi kaum beriman. Pembukaan jalan menuju Kitab Suci ini dilakukan dengan menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa lokal. Penerjemahan Kitab Suci ini membuka kesempatan agar umat semakin memahami dan mengerti isi Kitab Suci. Konsili Vatikan II mendesak semua orang beriman terutama para religius supaya rajin membaca Kitab Suci sehingga mendapatkan pengertian yang mulia akan Yesus Kristus (bdk Filipi 3:8, Art 25 Dei Verbum). Bagi para anggota gereja, sabda Allah menjadi kekuatan iman dan santapan jiwa yang merupakan sumber hidup rohani, karena dalam Kitab Suci Tuhan menjumpai putera-putri-Nya dan berwawan hati dengan mereka.

Menanggapi seruan Konsili Vatikan II, Lembaga Biblikan Indonesia (LBI) merumuskan suatu kegiatan yaitu Hari Minggu Kitab Suci sejak tahun 1975. Gerakan yang berusaha untuk meperkenalkan Kitab Suci kepada umat ini mengajak umat untuk membaca Kitab Suci. Gerakan ini kemudian berkembang menjadi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang mempunyai tujuan yaitu: pertama, untuk mendekatkan dan memperkenalkan umat denga Sabda Allah sehingga Kitab suci semakin dikenal oleh seluruh umat. Kedua, mendorong agar umat memiliki Kitab Suci, dan kemudian membacanya di dalam keluarga sehingga iman umat semakin terasah.

Pada tahun ini, BKSN mengangkat tema “Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern” yang mengajak kita untuk menghadapi tantangan arus zaman dengan tanpa rasa khawatir dan terancam melainkan berani menghadapinya dengan berbekal inspirasi dan pedoman dari Kitab Suci.

Tujuan dari pertemuan BKSN ini adalah untuk membangun niat dengan membangun cara hidup sesuai dengan komitmen di masing-masing tema BKSN. Harapannya, semakin hari cara hidup umat selalu menuju pada pembaruan diri. Proses inilah merupakan komitmen untuk pertobatan. Orang bertobat harus hidup dengan cara hidup yang baru dan meninggalkan cara hidup yang lama. Misalnya, perubahan seseorang dari yang sombong menjadi rendah hati merupakan buah-buah pertobatan, dan juga buah-buah benih sabda yang mulai tumbuh.

Tentunya bukanlah suatu hal yang mudah untuk mendapatkan hasil yang langsung. Benih-benih Injil yang ditabur di dalam hati manusia harus mengalami proses pertumbuhan dan harus selalu dirawat. Sepert biji sesawi yang kecil, harus mengalami proses yang cukup lama untuk menjadi pohon yang punya cabang yang dapat dijadikan tempat bernaung burung-burung (bdk Markus 4:30-34).

Oleh karena itu, dibutuhkan ketekunan dalam mewartakan tugas suci sebagai penabur. Tuhanlah yang yang berkuasa untuk menumbuhkan benih yang disebar oleh pewarta sabda. Jangan pernah merasa putus asa ketika benih tersebut belum mengeluarkan hasil. Teruslah menabur!

Proses renungan BKSN ini merupakan salah suatu proses untuk mengolah lahan agar menjadi subur untuk menerima taburan sabda Tuhan di dalam diri kita. Benih yang tumbuh di lahan yang subur inilah akan tumbuh berkembangdan menghasilkan buah yang berlimpah. Sudah siapkan hati kita menjadi lahan yang subur?

Gabriel Nahak

Related Posts

  • 83
      Bulan September: Bulan Kitab Suci Nasional sebutan itu muncul pada tahun 1975-1976 dan merupakan tahun-tahun awal dari pelaksanaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Sejak saat itu, diterbitkanlah berbagai macam bentuk buku panduan dalam menyongsong BKSN dengan pelbagai tema beragam dan bergantian. Tema BKSN tahun ini adalah “Keluarga Yang Mewartakan dan Bersaksi seturut Sabda Allah”.…
    Tags: yang, dan, menjadi, kitab, kita, suci, untuk
  • 81
    “Diutus Menjadi Garam dan Terang Bagi Masyarakat” Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016     Saudara-saudariku yang terkasih Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat…
    Tags: dan, yang, kita, dalam
  • 81
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita