Menghapus Konten Negatif

menghapus konten negatif

Apa yang menjadi pikiran saudara ketika mendengarkan kabar di media massa ada suatu perusahaan (bisa dikatakan penyedia jasa ) yang yang pelaku usahanya ditangkap karena menyebar isu-isu negatif lewat media dalam jaringan (online). Yang menjadi lebih tidak masuk akal yaitu ternyata sindikat tersebut menerima pesanan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan konten negatif yang ternyata digunakan untuk tujuan tertentu. Tujuan yang tertentu tersebut antara lain menyebarkan benih-benih pertikaan dengan memunculkan berita negatif yang menyinggung suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Arus komunikasi di dunia modern, dengan peralatan komunikasi yang semakin canggih, tidak dapat dibendung, bahkan media komunikasi tersebut akan terus berkembang dan berkembang. Namun, keadaan tersebut harus diimbangi dengan mentalitas dan cara berfikir yang dewasa dari pengguna alat komunikasi tersebut. Kalau tidak, terjadilah seperti contoh di atas; orang menggunakan sarana komunikasi bukan untuk mengabarkan yang baik melainkan mengabarkan hal yang negatif.

Kita juga harus cerdas dalam mencerna informasi yang masuk baik lewat media dalam jaringan (daring), maupun lewat media massa baik cetak maupun visual. Informasi-informasi tersebut seyogianya kita telaah terlebih dahulu dari mana asalnya, dari mana sumbernya. Kalau sumber itu terpecaya boleh informasi tersebut kita wartakan kembali. Namun, kalau sumber itu berasal dari sumber yang tidak terpercaya, kita abaikan saja informasi tersebut.

Bulan September ini adalah Bulan Kitab Suci Nasional. Ada baiknnya dalam bulan yang dikhususkan untuk mengakrabkan diri dengan Alkitab ini kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Kitab Suci merupakan suatu sumber yang terpercaya yang didalamnya ada refleksi umat Allah yang sampai kapanpun akan relevan. Nah, dari pada seharian memegang telepon selular dan teracuni dengan berita-berita negatif, lebih baik waktu tersebut digunakan untuk membuka Kitab Suci dan mencari makna di dalam keheningan.

Related Posts

  • 82
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 82
    “Diutus Menjadi Garam dan Terang Bagi Masyarakat” Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016     Saudara-saudariku yang terkasih Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat…
    Tags: dan, yang, kita, dalam
  • 81
    Era yang sudah-sudah, barangkali era-nya kakek-nenek, atau bapak-ibu kita, atau bahkan, diantara kita masih ada yang mengalami, kalau hendak berkirim kabar, atau terlibat dalam sebuah pembicaraan, santai atau serius; kita mesti berhadapan-muka, face to face, mesti ada dalam sebuah perjumpaan, atau, kalau terbentang jarak yang jauh, telepon atau telegram, jadi sarana yang dipilih untuk mengabarkan…
    Tags: kita, yang, dan, dalam, tidak, untuk