Remaja dan Media Sosial

remaja media sosial

Teman-teman yang terkasih, kali ini kita akan membahas mengenai penggunaan media sosial di kalangan remaja yang menjadi sebuah bagian dari gaya hidup. Hal-hal di bawah ini merupakan beberapa faktor yang menyebabkan remaja menggunakan media sosial sebagai salah satu gaya hidup:

Eksistensi, setiap manusia butuh diakui keberadaannya, terutama para remaja yang sedang mencari jati diri. Dengan aktif di media sosial, remaja dapat dengan mudah diakui keberadaannya.

Perhatian, setiap manusia membutuhkan perhatian baik secara langsung maupun tidak langsung. Perhatian yang paling sederhana dan mudah adalah melalui kata-kata. Oleh karena itu para remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan memilih media sosial sebagai sarana mendapatkan perhatian.

Pendapat, pendapat merupakan persepsi seseorang. Pendapat setiap orang dapat berbeda-beda. Pendapat dibutuhkan untuk memperluas sudut pandang, memilih sesuatu, atau mendapatkan pemikiran-pemikiran positif untuk menyelesaikan suatu masalah. Oleh karena itu remaja kerap menggunakan media online (dalam jaringan/daring) dan menggunakan fitur chatting untuk saling bertukar pendapat.

Menumbuhkan citra, dengan melalui media sosial remaja dapat dengan mudah menunjukan kelebihan mereka untuk mendapatkan pencitraan yang instan.

Sarana Komunikasi, dalam memenuhi kebutuhan komunikasi dan sosialisasi, remaja cenderung mencari jalan pintas untuk dapat terus berhubungan dengan keluarga, teman-teman, bahkan mencari teman baru melalui media sosial.

Ajang untuk Berprestasi, selain untuk hiburan, media sosial juga banyak menyediakan berbagai perlombaan daring. Bagi remaja yang masih giat berkarya dan memiliki bakat di bidang teknologi, mereka membutuhkan media sosial untuk mengasah kemampuan.

.
Menambah Wawasan, media sosial digunakan untuk membagi informasi tentang wawasan umum, seperti tempat-tempat bersejarah, peristiwa-peristiwa penting, hal-hal unik dan lain-lain. Bagi remaja yang pada dasarnya menyukai hal-hal yang baru dan belum ia ketahui sebelumnya, hal tersebut juga bisa menjadi sarana bagi mereka bisa mengetahuinya.

Berbagi pengalaman, memilih media sosial untuk membagi pengalaman yang dirasakan, karena jika di dunia maya mereka bebas mengutarakan apa yang mereka rasakan.

Selain itu adapula dampak yang ditimbulkan dari penggunaan jejaring sosial:

Dampak positif, kemudahan dalam berbagi informasi, baik dalam memberi maupun menerima informasi. Tumbuhnya rasa sudah diakui sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Terjalin hubungan yang baik antar pengguna media sosial. Menumbuhkan pemikiran kritis. Meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi. Bertambahnya wawasan dan lingkungan pertemanan. Meningkatkan rasa menghargai privacy orang lain. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

.

.

DAMPAK NEGATIF
Kecanduan terhadap media sosial yang menyebabkan berkurangnya efisiensi waktu. Efek yang timbul akibat penggunaan media sosial melalui gadget yang terlalu sering, seperti: pegal-pegal, mata perih, jari-jari tangan sakit. Tidak berkomunikasi secara nyata karena terlalu sering menggunakan media sosial. Malas melakukan kegiatan tertentu karena asyik saat menggunakan media sosial.

Konsumtif, karena penggunaan media sosial secara terus-menerus membutuhkan biaya contohnya adalah pulsa. Selain itu, maraknya toko-toko online melalui media sosial membuat para remaja dapat dengan mudah membeli berbagai barang yang tidak begitu penting karena pengaruh buruk dari informasi akun-akun yang tidak bertanggung jawab.

Hilangnya privasi, karena terlalu banyak menuliskan hal-hal bahkan hal yang besifat pribadi dalam jejaring sosial. Memancing judgement (pendapat) orang, karena terlalu banyak menuliskan hal-hal tentang diri di dalam jejaring sosial yang dibaca oleh semua orang memicu penilaian negatif.

Remaja adalah penerus bangsa. Tentunya Indonesia membutuhkan remaja-remaja yang berkualitas. Melihat banyaknya dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan, maka dalam penggunaan sosial media ada baiknya disertai dengan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memilih serta memilah mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang lebih baik jika tidak dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh buruk yang disebabkan oleh penggunaan sosial media itu sendiri.

 

Nikolaus Sukma

 

Related Posts

  • 72
    (23 Oktober 2016) GEREJA MISIONER, SAKSI KERAHIMAN Saudara dan saudari terkasih, Yubileum Agung Kerahiman, yang sedang kita rayakan, memberikan cahaya terang bagi Hari Minggu Misi Sedunia 2016: Ia mengajak kita untuk merenungkan misi ad gentes sebagai misi besar melalui karya kerahiman, baik rohani dan jasmani. Pada Hari Minggu Misi Sedunia ini, kita semua diundang untuk…
    Tags: dan, yang, untuk, dengan
  • 68
    11 Februari 2010 Saudara-saudari terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-18 ¬†dirayakan di Basilika Vatikan pada tanggal 11 Februari ¬†dengan liturgi peringatan Bunda Maria dari Lourdes. Selain bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Lembaga Dewan Kepausan untuk Tenaga Pelayanan Kesehatan (DKTPK) alasan lain adalah untuk bersyukur kepada Tuhan atas pelayanan DKTPK selama ini di bidang pastoral pelayanan…
    Tags: yang, dan, untuk, dengan, dalam
  • 67
    Segenap umat Katolik yang terkasih, Konferensi Waligereja Indonesia menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6-16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema Gereja Yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia. Tema tersebut diolah dengan mendengarkan masukan para narasumber, didalami dalam diskusi kelompok, dipaparkan dalam rapat pleno, dan dilengkapi dengan catatan…
    Tags: dan, yang, dengan, untuk, dalam