Mencari buah-buah Peziarahan Iman

Taman Doa Ngrawoh

Kata mencari di sini adalah suatu usaha untuk bisa mendapatkan atau bisa menjumpai dan bisa menemukan segala sesuatu yang kita ingin dan kita harapkan. ‘Segala sesuatu’ di sini bukanlah hal yang bersifat kedagingan atau keduniawian semata, tetapi lebih dari itu, hal yang bersifat kerohanianlah yang dicari.

Sebagai manusia kita dicipta paling sempurna. Sudah barang tentu, manusia akan berusaha dengan sekuat tenaga dan dengan segala kemampuan untuk bisa mendapatkan mutiara-mutiara iman yang sangat berharga. Dalam perjalanan percarian tersebut, manusia bisa menemukan serta menjumpai Sang Sumber Rahmat ketika dirinya mendekatkan diri dengan Sang Sumber Rahmat tersebut. Namun, bukan hanya mendekatkan diri saja. Rahmat juga harus dimohon, sehingga Tuhan Yang Maha Kasih mau mencurahkannya.

Peristiwa mukjizat adalah peristiwa yang tidak lepas dari rahmat Tuhan. Kejadian peristiwa rahmat tersebut bisa saja terjadi di masa yang lampau, tetapi kenangannya akan masih tetap berlangsung sampai sekarang ini. Kata-kata pada saat terjadinya peristiwa tetap akan dikenang. Mukjizat terjadi karena Tuhan berkenan memilih orang yang mempunyai peranan untuk menyampaikan pesan-pesan dari Tuhan. Hari dan tempat juga mempunyai yang mempunyai makna tertentu. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kota Fatima merupakan tempat terjadinya mukjizat penampakan Bunda Maria kepada Lucia, Fransisco, dan Jacinta, setiap tanggal 13 dari bulan Mei sampai dengan bulan Oktober. Tempat tersebut sekarang menjadi tempat peziarahan di mana banyak orang dari berbagai negara datang dan berdoa memohon rahmat Tuhan.

Apakah rahmat Tuhan hanya didapatkan di tempat-tempat yang terjadi mukjizat penampakan? Tempat-tempat ziarah misalnya Sendangsono, Tritis, Ratu Kenya, Ganjuran mempunyai keunikan tersendiri. Misalnya, dari sejarah Sendangsono yang menjadi tempat peziarahan yang mempunyai nilai sejarah perkembangan Gereja Katolik di pulau Jawa dan di Indonesia, karena pada 14 Desember 1904 terjadi ‘mukjizat’ pembabtisan 171 orang warga sekitar, salah seorang dari antara mereka yaitu Barnabas Sarikromo. Tempat-tempat peziarahan menjadi tempat yang menghadirkan pengalaman batin bagi para peziarah yang mencari Tuhan.

Khusus di kota Sragen, pada tanggal 22 Oktober 2017, kita telah memiliki sebuah tempat doa Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima yang diberkati Bapa Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko dan diresmikan oleh Ibu Bupati Sragen, Kusdinar Yuni Sukowati. Tempat doa tersebut merupakan tempat untuk merefleksikan perjalanan hidup diri kita, serta menjadi oase kehidupan baik untuk umat Katolik maupun warga sekitar.

Peristiwa rahmat dapat dihayati dengan iman yang mendalam dan laku pertobatan, serta kepasrahan diri secara total. Perjalanan sebagai orang beriman yang sedang menuju kepada Tuhan sebagai tujuan akhir hidupnya, hendaknya dihayati sebagai perjalanan rohani dengan tindakan nyata di kehidupan dengan berbuat baik dalam hidupnya supaya mampu membaktikan diri kepada Tuhan lewat pelayanan di gereja dan masyarakat. Melaksanakan apa yang diajarkan kepada kita dan melaksanakan kehendak Tuhan merupakan suatu bentuk tanggapan kita terhadap kehendak Allah sehingga kita dapat bertumbuh dalam iman dan kesalehan. Tuhan sudah menanam benih yang baik di dalam hati kita, diharapkan menghasilkan buah yang manis pula.

Ibu Tri Widayati Soewarso

Related Posts

  • 81
    Mempercayakan diri kepada Yesus yang berbelas kasih seperti Maria: “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan padamu” (Yoh 2:5) Saudari-saudara terkasih, Hari Orang Sakit Sedunia ke-24 memberi saya kesempatan khusus untuk mendekatkan diri kepada Anda, sahabat-sahabat terkasih yang sakit, dan kepada mereka yang merawat Anda. Tahun ini, karena Hari Orang Sakit akan dirayakan dengan khidmat di…
    Tags: yang, dan, kita
  • 80
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di
  • 77
    Sejak awal mula Tuhan menciptakan manusia di dalam kasih-Nya dan Ia merencanakan agar kita dapat kembali bersatu dengan-Nya di dalam kasih-Nya. Jika pasangan saja mempunyai keinginan untuk selalu bersama, Tuhan yang kasihnya lebih sempurna daripada manusia menginginkan kebersamaan yang sempurna di dalam Surga. Surga di sini maksudnya adalah kebersamaan yang kekal dengan Tuhan (lih. Yoh…
    Tags: kita, di, yang, dan, dengan