Masa Adven Telah Tiba dan Perayaan Natal Sudah Mendekat

lilin

Salam jumpa lewat kolom pastoralia. Saudara dan Saudariku, kita telah masuk dalam tahun baru, tahun liturgi yang baru. Demi memaknai tahun liturgi baru ini ada dua hal yang dimungkinakan untuk kita renungkan lagi.

Pertama, makna lingkaran / korona Adven. Apa makna dari Korona Adven tersebut? Korona Adven adalah simbol yang mau menunjukkan pesan-pesan tertentu, yakni:

a. Seiring dengan perputaran waktu, masuk dalam masa Adven, Gereja menandainya dengan pemberkatan dan pemasangan Korona Adven; ini berbentuk lingkaran. Apa maksudnya? Lingkaran adalah suatu bentuk tanpa awal dan akhir; ini melambangkan Tuhan Yesus yang abadi, tanpa awal dan akhir. Seraya mengikuti pendalaman iman di lingkungan kita masing-masing, kita juga dibimbing untuk mengalami bagaimana kehidupan kita ini ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan abadi oleh Allah Bapa. Kita bertumbuh dalam harapan untuk dapat ambil bagian dalam kehidupan kekal di surga.

b. Tumbuhan hijau-segar. Lingkaran Adven terbuat atau dihiasi tumbuh-tumbuhan segar. Masuk dalam tahun baru, hidup manusia seutuhnya disegarkan oleh kedatangan Tuhan Yesus. Bagi umat di Eropa, tumbuhan hijau itu diambil dari pinus atau cemara. Tumbuhan ini mampu berlangsung lama, lestari. Demikian itulah pengharapan kita. Hidup kita dalam Kristus Yesus akan lestari, hal ini senada dengan poin di atas.

c. Tiga batang lilin berwarna ungu dan satu merah muda. Lilin bernyala itu sendiri adalah simbol terang Kristus Yesus. Maksudnya, derap langkah hidup yang dilalui mendapat terang dan tuntunan dari Tuhan Yesus. Warna ungu menunjuk pada suasana prihatin. Umat diajak untuk bermatiraga dan menghayati laku tobat. Adapun lilin merah muda dinyalakan pada Adven ke-3; “Minggu Gaudate”, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Selebihnya, warna ini juga merupakan tanda cinta kasih. Umat ditumbuhkan dalam sukacita karena hari raya yang semakin dekat.

.
Kedua, seruan para pimpinan Gereja yakni, “Hendaknya damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu.” (Kolose 3: 15). Harap Anda sekalian membaca juga teks Kolose 3:12-17. Bagian ini merupakan pengajaran St. Paulus mengenai hidup baru yang dianugerahkan oleh Tuhan Yesus.

Sementara merenungkan pengajaran dalam tema manusia baru ini, Saya teringat pada sebuah tayangan di televisi, dalam National Geographic, dalam acara si Cesar Millan dengan anjing-anjingnya. Kalau boleh memberi rangkuman terhadap beberapa kali tayangan yang Saya lihat, kira-kira rumusannya demikian: bilamana pemilik anjing ingin agar anjingnya itu ‘baik’ maka yang pantas diupaya oleh pemilik adalah mengingat-ingat bahwa pemilik (baca: tuan) harus mendominasi anjingnya. Bersikaplah sedemian rupa sehingga nampak bahwa tuan sungguh berkuasa atau dominan terhadap si anjing. Tunjukkan kepada si anjing bahwa Anda adalah boss yang sesungguhnya. Lewat aneka tayangan itu, Pak Cesar Millan hampir selalu menasehatkan kepada pemilik anjing untuk: menjadi dominan, memimpin dan mengontrol penuh si piaraan. Duss, jangan sampai terbalik, tuan kehilangan kontrol terhadap anjing. Hal ini memang merupakan sikap dasar atau sikap primitif pada binatang terhadap tuannya. Pertanyaan lanjutannya adalah: Apakah manusia mempunyai insting/naluri untuk tunduk ketika ada pihak yang mendominasi dirinya?

Tidak mudah menjawabnya. Sebab posisi manusia jauh lebih unggul dibandingkan dengan anjing peliharaan. Paling kurang ada satu kebenaran yang bisa dikatakan: manusia pun (bisa) taat pada pihak yang mendominasi dirinya. Manusia mampu menujukkan ketaatannya pada pihak yang me-mimpin-nya. Ada pimpinan hidup. Dalam permenungan kita atas Kolose 3:15, kemudian kiranya dapat dikatakan bahwa St. Paulus mengajak kita agar kita membiar diri didominasi, diperintah, atau dipimpin oleh damai sejahtera Kristus.

Para pembaca Lentera, yang budiman. Bilamana teks ini dikaitkan dengan seruan Natal yang sedang kita songsong ini, berarti dari pihak manusia ada kerelaan untuk memiliki ketaatan pada sesuatu yang memimpin atau memerintah dirinya. Sikap taat ini sudah dimulai dari dalam, dari hatinya. Selanjutnya, ia tidak lagi tunduk pada sesuatu yang lain, yang duniawi, karena sudah ditinggalkan dan masuk pada suasana baru (lihat Kol. 3:5).

Suasana baru manakah itu? Jawabnya pada ayat 12: “Kamu sudah dikuduskan dan dikasihi Allah, maka kenakanlah belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Nilai-nilai itulah yang kini harus dominan dalam diriku; harus memimpin aku. Dengan demikian kiranya damba untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus dalam perayaan Natal dapat tercapai. Bukan karena nilai-nilai yang tersebut di atas itu adalah baik. Itu benar, bahwa nilai tersebut amat bagus. Bagi kita hal itu kita kerjakan karena… kamu telah dikasihi Allah.”

Selamat menyongsong Hari Raya Natal 2017.
M. Sapta Margana, Pr

Related Posts

  • 81
    Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43 24 Mei 2009 Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan Saudara dan Saudari Terkasih, 1. Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang, Saya ingin menyampaikan kepada anda beberapa permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru:…
    Tags: dan, yang, baru, dalam, manusia, kita, untuk
  • 75
    Dibacakan/diterangkan pada Malam Tirakatan atau Hari Raya Kemerdekaan Indonesia Rabu - Kamis, 16 - 17 Agustus 2017 “MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN KE-BHINNEKA TUNGGAL IKA-AN” Para sahabat muda, anak-anak dan remaja; para Saudari-saudara, Ibu, dan Bapak; serta para Rama, Bruder, Suster, Frater yang terkasih. Baru saja kita akhiri perhelatan besar Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah…
    Tags: dan, yang, kita, dengan, di, dalam
  • 75
    PESAN PAUS BENEDIKTUS XVI HARI MINGGU DOA PANGGILAN SEDUNIA KE-46 3 Mei 2009 PANGGILAN : INISIATIF ALLAH DAN JAWABAN MANUSIA Saudara-saudariku terkasih, Bertepatan dengan Hari Doa untuk Panggilan Sedunia yang akan berlangsung pada Hari Minggu ke-4 Masa Paska, tanggal 3 Mei 2009, izinkanlah saya mengajak seluruh umat kristiani untuk merenungkan tema: Panggilan, Inisiatif Allah dan…
    Tags: yang, dan, dalam, manusia, untuk, dengan, kita